Cinta Seorang Serena

Cinta Seorang Serena
Menunda Kehamilan


__ADS_3

"Mommy...," Pekik Mikha,dengan semanggat masuk ingin segera memeluk Mommynya.Tapi siapa sangka ketika dia masuk mendapati Serena ambruk di depan para pelayan.


"Sayang." Kenan berlari mendekati istrinya yang tergeletak di lantai.


"Wuaa...Wuaa..." Teriak Mikha menanggis,anak nakal itu ketakutan, Mikha juga berlari.


"Panggil Dokter..." Tegas Kenan,segera mengendong istrinya menuju kamar.


Jantungnya berdetak kencang,ahir-ahir ini kondisi istrinya begitu lemah.Kenan menyempatkan menenangkan anak nakal yang masih berteriak menanggis di sebelahnya.


"Jangan menanggis sayang,Mommy baik-baik saja...Oke." Ucap lembut Kenan,melanjutkan langkahnya menaiki tangga.


"Sayang..Jangan khawatir oke,sebentar lagi Dokter akan memeriksa Mommy." Nyonya Clara mengendong Mikha sembari mengekor putranya masuk ke dalam kamar.


Kenan menurunkan istrinya dengan perlahan,hatinya gelisah tapi dengan baik Kenan menyembunyikan rasa itu.Tidak ingin membuat Mikha bertambah ketakutan,sekarang Mikha ada di sini.Jadi apapun yang di lakukannya harus berhati-hati,tidak ingin membuat semua menjadi cemas.


"Dad hiks hiks..." Panggil Mikha terisak.


"Aku akan memeriksanya," William muncul di depan pintu dengan nafas memburu,terlihat jelas jika dia baru saja berlari.


"Ma..Bawa Mikha keluar." Pinta Kenan,menatap sendu Nyonya Clara.


Nyonya Clara memahaminya,dan melangkah keluar.Berbisik kepada cucunya itu." Sayang kita keluar dulu..Oke biarkan Paman Dokter memeriksa Mommy." Bisik Nyonya Clara,di balas anggukan gadis kecil itu.


Dokter muda keluarga Anderson itu terlihat sedang mengeluarkan alat-alatnya dari tas yang di tentengnya.Tangannya dengan lincah memeriksa wanita yang lemah tak berdaya itu,entah yang keberapa kalinya dia memeriksa wanita ini.Kali ini dia sendiri yang turun tangan memeriksanya,selain karna sangat darurat.William juga ingin memastikannya sendiri,tidak ingin ada kesalahan sedikit pun.

__ADS_1


Tidak membutuhkan waktu lama baginya,untuk mendiaknosa apa yang di derita istri majikannya ini,William kemudian berbalik dan menghampiri Kenan.Dia sangat paham apa yang di pikirkan pria dingin di depannya ini,dari melihat wajahnya saja William sudah bisa bisa memahami segalanya.


"Dia kelelahan,kemungkinan asam lambungnya kambuh...Istrimu dalam keadaan tidak baik-baik saja,dia terlihat kurus dari terahir kali aku melihatnya." Jelas Wiliiam,dia tidak tau apa yang di hadapi wanita ini.


Itu sebabnya Dokter muda itu sebisa mungkin untuk mengatakan yang sebenarnya atas kondisi istrinya.William yakin jika pria es di depannya ini mampu mengerti apa yang di ucapkan padanya.


Melihat Kenan terdiam,membuat William melanjutkan ucapannya kembali." Untuk saat ini,sebaiknya jangan biarkan dia hamil terlebih dahulu..Aku sarankan baginya mengkonsumsi pil Kb.." Lanjut William hati-hati.


"Baiklah...Kau bisa kembali,aku akan menghubunggimu jika terjadi sesuatu." Jawab serak Kenan,namun pandangannya matanya selalu terarah pada istrinya.


William menenteng tas miliknya,dan keluar.Sebelum dia benar-benar keluar,William berhenti dan berbalik menatap Kenan."Jaga dia..Jangan biarkan dia memikirkan beban terlalu banyak." Pesan Dokter muda itu,setelah itu dia menghilang.


***


"Segera temui aku Joe.." Titah Kenan singkat,kemudian mengahiri panggilan itu.


Pandangannya teralihkan,setelah mendapati gerakan kecil dari istri mungilnya." Kau sudah bangun sayang.." Ucap Kenan Lembut,tangan kekarnya mengenggam lembut dan mencium tangan mungil istrinya.


"Ken..Dimana Mikha ?" Pertanyaan itulah yang pertama kali muncul dari bibir pucat istri tercintannya itu.


Serena teringgat dia sedang menunggu putrinya di meja makan,tapi setelah itu dia benar-benar tidak menginggat apapun lagi.Dan sekarang dirinya tiba-tiba bisa ada di kamar miliknya bersama dengan suaminya.


"Dia ada di luar bersama Mama..Apa kau membutuhkan sesuatu ?" Tanya Kenan tersenyum lembut.


Serena menggeleng,dan bertanya."Mengapa aku bisa disini Ken ? bukankah tadi aku menunggu Mikha di bawah ?" Tanya lirih Serena,wanita itu menggerakan tubuhnya dan merasakan seluruh tubuhnya terasa sangat lemas tak berdaya.

__ADS_1


"Apa yang terjadi ? mengapa aku merasa tidak berdaya seperti ini ?" Serena tidak berhenti bertanya,dia menggerakan tubuhnya berniat bangun.Namun di cegah oleh tangan kekar suaminya.


"Jangan bergerak..Kau masih lemas sayang,kau baru saja tidak sadarkan diri..Ayo katakan padaku ? apa yang kau lakukan 1 bulan ini saat aku di kantor ? Apa kau tidak memakan apapun ? William memarahiku tadi,dia mengira aku tidak memberikanmu makan,kau sangat kurus sekali sayang." Gerutu Kenan,memasang wajah cemberut.Dia sedang mengintrogasi istrinya saat ini.


Deg---


Serena terkejut melihat setiap gerutuan dari suaminya,dia mendongak memandang raut wajah cemberut suaminya.Dari kedua mata suaminya terlihat jelas kegelisahan di sana,dan ini sangat menganggu Serena.Ada apa dengan dirinya ? Apa ada membuat suami tampannya ini merasa cemas.Banyak sekali pertanyaan yang wanita itu pikirkan saat ini.


"Apa yang membuatmu cemas seperti ini sayang.?" Tanya Serena polos,kedua tangannya memegang wajah tampan suaminya.


"Apa yang William katakan padamu..? Apa ada yang terjadi pada diriku ?" Mendapati suaminya terdiam,membuat Serena semakin gelisah.


"Ya Tuhan...Apa yang harus aku katakan padanya ?" Batin Kenan.


Ceklek


Pintu kamar terbuka dan muncullah seorang gadis kecil masuk,melihat yang di rindukannya sudah terbangun membuat gadis kecil itu berlari dan berteriak.


"Mommy..." Teriak Mikha,tanpa menghiraukan apapun.Anak itu berlari ke arah Mommynya.


"Hati-hati sayang." Pekik Kenan mengelengkan kepala melihat tingkah putrinya.


"Mommy ahirnya Mommy terbangun..Aku sangat merindukan Mommy." Celoteh Mikha,memeluk kencang Mommynya.


TBC

__ADS_1


__ADS_2