
Serena kini telah tergolek tak berdaya di atas ranjang kamarnya,sudah 4 jam lamanya saat suaminya membawanya dalam keadaan tak sadarkan diri.Namun Serena masih engan untuk terbangun,terlihat pucat di wajah cantiknya.Keringat dinginnya tidak bisa berhenti,membasahi tubuhnya.
Air mata menetes di ujung mata tertutupnya,saat kembali tidak lama kemudian Dokter William memeriksanya,untuk kesekian kalinya Dokter muda itu sangat menyayangkan kejadian ini harus terulang kembali.Tubuh mungil yang di periksanya,sudah sangat membaik beberapa hari terahir.Tapi sekarang kesehatannya kembali seperti,saat Dokter itu memeriksanya beberapa bulan yang lalu.
Kenan tidak bisa,tidak panik karnanya.Semua ini salahnya,Harusnya tanpa pikir panjang dirinya menyingkirkan wanita licik itu dari bayang-bayang istrinya lebih awal.Kenan sendiri tidak menyangka,akan terjadi begitu cepat.Sehingga membuatnya sangat terlambat,dan kini karna kecerobohannya istrinya menjafi seperti ini pikirnya.Kenan sangat menyesalinya,wajah tampannya banyak menyimpan kehawatiran dan banyak penyesalan yang sangat jelas terlihat.
"Maafkan aku sayang..Maafkan aku." Sesal Kenan dalam hati.
"Tidak...Dia putriku,dia miliku."Gumam Serena dengan mata yang masih terpejam.
Mendengar gumaman gelisah istrinya,Kenan beranjak dari sofa,berlari menghampiri istrinya.
"Sayang." Kenan berusaha membangunkan Serena dengan lembut.
Tatapan di wajahnya sangat sendu,merasa tidak berdaya.Istrinya sangat menderita saat ini,Kenan dengan tlaten mengelap air mata dan keringat di wajah pucat istrinya.Ada guratan gelisah di wajah pucat Serena,dan ini membuat Kenan sangat hancur.
"Dia putriku...Dia miliku." Tangis Serena,semakin kencang.Entah apa yang terjadi di alam bawah sadar Serena,hingga membuatnya seperti ini.
"Tentu saja sayang..Dia milikmu,Mikha milik kita..Hanya milik kita." Bisik Kenan,dengan mata berkaca-kaca.
Serena mendengar bisikan lembut di telinganya,jelas bahwa bisikan itu berasal dari suara yang sangat di kenalnya.Suami yang di cintainya,hatinya merasa sedikit tenang mendengarnya.Perlahan Serena membuka,kedua kelopak matannya.Dan benar saja,orang yang pertama kali di lihatnya adalah suaminya.
"Sayang kau bangun,syukurlah..." Kenan tersenyum,memeluk tubuh mungil istrinya.
"Dimana Mikha...?" Serena langsung melontarkan pertanyaan itu,sangat jelas di ingatnya suara wanita yang mengaku sebagai ibu kandung dari putrinya.Rasa takut masih membayangi hati Serena.
"Tenanglah sayang,Mikha masih bersama kita.Mikha ada bersama Mama dan Papa." Jawab Kenan lembut,Kenan paham betul ketakutan yang di alami istrinya saat ini.
__ADS_1
Hubungan antara Serena dan Mikha sangat kuat,mereka saling memiliki kasih sayang dan cinta yang kuat.Mikha adalah putrinya yang selama lima tahun ini di jaganya,di lindunginya.Dan sekarang dengan tiba-tiba ada seseorang yang mengakui sebagai ibu dari putri yang di besarkannya ?, ada yang ingin merebutnya darinya.Ibu mana yang bisa tenang melihat ini terjadi di depan matanya ?.
"Mama..Papa...?" Serena mengulanginya dengan polos.
Seingatnya kedua mertuanya itu berada di London,dan sekarang dengan cepat berada di sini bersama Mikha.Ada sedikit rasa syukur di hatinya,paling tidak Mikha bersama orang-orang yang aman,yang sangat menyayanginya.
"Ya...Mereka sampai saat kau sedang tidak sadarkan diri,mama memarahiku karna tidak bisa menjaga menantunya ! Ah tidak maksudku pitrinya.Mama mengomeliku sejak tadi,karna membuat putrinya jatuh sakit seperti ini." Kenan mengadu dengan mimik wajah sedih yang sengaja di buatnya,sebenarnya yang di lakukannya saat ini sedang berusaha mencairkan suasana tegang istrinya.
Tapi sayangnya,kecemasan di hati Serena sangatlah besar.Serena tidak terpengaruh dengan sandiwara suaminya,Serena segera melontarkan pertanyaan pada suaminya.
"Jawab aku Ken...Apa kau sudah mengenal,wanita yang bersamaku terahir kali..?" Serena menatap kedua mata hitam suaminya.
"Tidak mungkin kau tidak mengetahui semua ini kan ? Kau selalu berjalan selangkah lebih maju,lalu mengapa kau tidak memberitauku tentang ini ?,kau tidak menganggap penting masalah sebesar ini Ken ?." Serena melontarkan setiap keluhannya pada suaminya,terdapat kekecewaan di wajah pucatnya.
Walaupun Serena juga tau,Kenan tidak memberitaunya untuk tidak membuatnya khawatir.Tapi tetap saja,jika ini masalah Mikha seharusnya Kenan tetap memberitaunya.
"Maafkan aku Serena,aku salah maafkan aku." Kenan terus meninta maaf,tidak ada pembelaan yang di ucapkannya.
"Jadi yang di katakannya semua benar ? wanita itu i ibu kandung Mikha..?" Suara Serena bergetar,terbata.Jelas jika bibir pucatnya sebenarnya,tidak mampu mengatakannya.
Kenan mengangguk,mengiyakan apa yang ingin di ketahui istrinya.Air mata Serena mengalir begitu deras,saat suaminya mengangukan kepalanya.Semua yang di katakan wanita itu benar,semuanya benar.
"Mereka akan mengambil Mikha dariku Ken..Apa yang bisa aku lakukan ?,hubunganku dan putriku hanya..." Ucapan Serena terpotong,saat mendengar pintu terbuka.
Brakk
"Mommy..."Pekik Mikha.
__ADS_1
Gadis kecil itu membuka pintu kamar dengan keras,tidak sabar melihat mommynya.Oma dan opanya mengatakan jika mommy nya sedang tidak sehat,itu sebabnya Mikha berlari ingin segera bertemu mommy nya.
"Sayang.." Melihat putrinya berlari mendekatinya,terdapat kelegaan di hati Serena.
"Mommy sakit..?" Tanya Mikha dengan polos.
Serena mengelengkan kepalanya." Peluk mommy sayang." Pinta Serena,air bening di matanya masih engan untuk berhenti.
Serena memeluk Mikha dengan erat,seakan ketakutan akan ada seseorang yang merebut putrinya darinya.Memikirkannya membuatnya tidak sangup,hatinya hancur saat peri kecil ini akan pergi darinya.
Kenan,Nyonya Clara dan Tuan Pitter memandang interaksi ibu dan anak itu dengan tatapan penuh arti,ada kesedihan di hati mereka saat melihatnya.Dalam hati mereka tidak akan membiarkan,ibu dan anak ini terpisahkan.
"Mommy sangat mencintaimu sayang,jangan tinggalkan mommy..." Gumam Serena di sela pelukan eratnya.
Serena mengabsen wajah gembul Mikha,dengan ciumannya.Gadis mungil itu menerimanya dengan senang hati,Mikha menyukai mommy nya yang seperti ini.Banyak cinta,dan banyak kasih sayang yang di berikan mommy nya untuknya.
"Tuan ada tamu di bawah yang mencari Nona kecil." Kepala pelayan dengan menyesal mengatakan ini,sungkan di hati kepala pelayan saat harus menganggu suasana haru, yang terjadi di dalam kamar Nona mudanya.
Seluruh penghuni kamar itu menoleh kepada kepala pelayan,di raut wajah mereka terlihat jelas jika tidak mengharapkan ada yang menganggu seperti ini.
"Siapa...?" Tanya Serena mencaritau,entah mengapa hatinya sangat gelisah.
"Dia seorang wanita, Nona muda.." Jawab kepala pelayan lembut.
Deg---
Jantung Serena berdebar sangat kencang,rasa ketakutan semakin membuncah di hatinya.Dengan segera Serena,menarik kembali Mikha ke dalam pelukannya.Setelah itu,Serena mengatakan sesuatu kepada kepala pelayan.
__ADS_1
"Usir dia..." Titah Tegas Serena.
TBC