
Deg---
Seolah tersambar petir yang di rasakan Serena saat ini. Tubuhnya merosot tenaganya hilang begitu saja.otaknya tidak dapat mencerna kabar yang baru saja di dengarnya.
"A Apa..."
" Sayang..." Dengan sigap Pria tampan di belakang Serena menangkap tubuh mungil itu.
" Mikha. " Lirih Serena, Air matanya mengalir deras Jalan fikiran-nya buntu. tidak dapat berfikir lagi seolah semuanya menjadi gelap.
" Hei... Serena jangan seperti ini. Ada aku kita akan mencari anak nakal itu. dan untuk bisa mencarinya kau harus tenang." bisik Kenan memeluk Serena dari belakang, di kecupnya pucuk kepala Serena dengan lembut. berusaha menenangkan Wanita yang sangat terguncang ini.
Hatinya terasa sakit seperti di tusuk ribuan belati melihat Serena seperti ini.Lengan Kekar Kenan mengendong Serena Menuju Sofa. tidak akan membiarkan Wanita ini duduk berlama lama di lantai.Merasa tubuhnya melayang pun Serena tidak menolaknya.
" Serena Maafkan Bunda.. hikss Bunda tidak bisa menjaga anak nakal itu." Melihat Serena di dudukkan di Sofa Bunda Kania Segera menghampirinya.
Bunda Kania merasa ini semua adalah salahnya. bagaimana tidak semua yang terjadi pada seluruh anak-anak adalah tanggung jawabnya. Bunda Kania sangat tau betapa Serena sangat mencintai Anak nakal itu.
Dan hilangnya Mikha entah di culik atau kemana ini adalah Keteledorannya. yang di fikirkan Bagaimana jika terjadi sesuatu pada Mikha.
" Maafkan Aku Bunda... aku tidak menyalahkanmu. A Aku sangat takut terjadi sesuatu padanya." Ucap Serena memeluk Bunda Kania. Serena Sadar bahwa bukan hanya dia saja yang khawatir saat ini. dia berharap apa yang di katakannya bisa membuat Bunda Kania tidak terlalu mengalahkan dirinya.
" Bu tolong Bawa Anak-Anak masuk. " pinta Kenan pada salah satu pengurus panti yang di pekerjakan Serena.
Kenan tidak mau Anak-Anak merasa ketakukan karna masalah ini.Setelah Anak-Anak masuk Kenan pun bertanya dengan hati hati.
"Bunda.. Bagaimana kejadian Sebelum Mikha menghilang ?" Tanya Kenan menatap Bunda Kania.
Mendengar Ken bertanya pun Serena Melepaskan Pelukan itu dan ikut menanti jawaban Bunda Kania. Karna terlalu Cemas membuat Serena lupa untuk bertanya seolah kewarasannya hilang begitu saja.
" Saat itu Mikha, Farsya , Nabila dan Abi. mereka sedang bermain petak umpet di Taman Samping aku sendiri melihatnya. giliran Abi yang berjaga sedangkan yang lainya bersembunyi. Aku melihat dengan jelas Mikha bersembunyi di belakang perosotan.Namun saat itu Bu Dian memanggilku mengatakan jika ada yang ingin bicara denganku d telfon menayakan tentang Panti.Aku meninggalkan Anak-Anak itu Sebentar. Tidak lama kemudian Aku kembali mengawasi mereka, Aku melihat Farsya dan Nabila membantu Abi mencari Mikha. mereka berteriak, Aku menghampiri mereka. mereka mengeluh kalau tidak bisa menemukan Mikha di seluruh Taman ini, saat itu aku sedikit curiga Aku berjalan menuju tempat Mikha bersembunyi ternyata benar Mikha tidak di temukan. kami terus mencarinya di bantu Anak-Anak, pengurus lainnya, tukang kebun dan penjaga gerbang namun semua tidak bisa menemukannya. Kami Sudah memeriksa CCTV yang ada tapi tidak ada apapun yang bisa kami temukan." Jelas Bunda Kania menceritakan Kejadian itu.
" Ya Tuhan . di mana kamu Sayang ." Lirih Serena mendengar dari Cerita bunda Kania Serena tau jelas jika Ada seseorang yang membawa Mikha.
__ADS_1
Ken pun Segera merogoh ponselnya dan menghubunggi seseorang.
" Gerr Priksa CCTV sekitar Panti sekarang juga ." Titah Kenan Tegas. masalah ini dia sangat yakin Gerry akan menemukan Petunjuknya.
" Ken Aku Sangat takut.. Bagaimana jika..."
Kenan meletakkan telunjuknya di bibir mungil Wanita yang tengah menangis itu.
" Ssuuuutttt...Jangan katakan apa pun Serena.kau ibunya dan Kau boleh cemas. Tapi jangan berfikir yang tidak-tidak, Ada aku dan aku berjanji akan membawa putri nakal mu itu kembali, aku akan menemukannya, aku akan membawanya padamu. percaya padaku kau hanya perlu menjaga dirimu ,Kau hanya perlu Tenang. Serena Kau Percaya Padaku ?" Kenan membingkai Wajah Cemas Serena, menghapus Air mata di pipi mulusnya.
"Hem Aku percaya padamu." Serena mengangguk memeluk tubuh kekar di sampingnya itu. saat ini dia benar-benar membutuhkan kekuatan
Dreettt Dreettt
Melihat Ponselnya bergetar Kenan menggeser layar hijau dan menempelkan di telinganya tanpa melepas pelukan itu.
" Katakan ." perintah Kenan tanpa basa-basi Saat tau siapa si penelfon itu.
" Hubunggi Anak-Anak suruh mereka ke markas, Aku akan datang 1 Jam lagi." Perintahnya lagi. setelah mengatakan itu Ken memutuskan panggilan itu.
" Serena Aku harus pergi Aku..." Ucapan Ken terpotong.
"Aku ikut denganmu." Seketika Serena melepas pelukan itu dan mendongak menatap Wajah Kenan.
"Tidak. Kau akan tetap di sini." Tolak Ken Tegas dia tidak ingin Serena dalam bahaya. lagi pun Ken belum tau jelas siapa orang yang akan di hadapinya kali ini.Tidak ingin mengambil resiko yang akan membahayakan Serena.
" Aku ikut.. Aku mohon Ken. Kau tidak bisa mencegahku. Ken Aku Mohon ." Serena memohon Mengantupkan kedua tangan menatap Kenan.
Bukan Serena jika tidak keras kepala. terlebih ini menyangkut Putrinya, Serena akan melakukan apapun demi bisa menemukan putrinya tapi yang tidak bisa di lakukannya ketika hanya di suruh diam menunggu.dan Serena akan menolak untuk itu.
"Huhhh" Kenan menghela nafas Panjang
"Baiklah kau boleh ikut. tapi Kau harus mendengarkanku Serena, ku mohon jangan lakukan apapun yang bisa membahayakanmu nantinya." Pinta Kenan menatap serius Serena.
__ADS_1
Kenan bisa saja memaksa Serena untuk tidak ikut. tapi Ken tau untuk saat ini jika Serena tidak di izinkan ikut maka Dia akan tetap ikut bagaimana pun caranya dan Kenan tidak Mau Serena memilih pergi diam-diam tanpa sepengetahuannya. bukankah akan lebih berbahaya pikir Kenan. dan jalan yang di pilihnya tetap membiarkan Serena ikut paling tidak Kenan bisa menjaganya dengan kedua tangannya Sendiri.
" Aku berjanji ."
***
Kini Mobil yang di tumpanggi Seseorang melintasi jalan sempit kawasan Kumuh dan Kotor. Orang itu berniat melihat Seorang Anak kecil yang baru saja di culiknya itu.
Sungguh memalukan hanya orang yang tidak tau malu dan tidak tau diri saja yang menggunakan seorang anak kecil untuk di jadikan pijakan menuju tujuannya kan.
tanpa pikir panjang Reza memasuki bangunan tua itu dan di sambut tundukan kepala pada seluruh bawahannya. terdapat 15 Pengawal yang di tugaskan menjaga gedung tua itu.
" Dimana Anak itu ." Tanya Reza
" Di Dalam Tuan. Mari saya tunjukan jalanya " Jawab salah satu pengawal itu. melangkah menunjukan jalan Tuannya.
Di sebuah ruangan gelap berdebu dan kotor. dinding dinding ruangan itu terlihat banyak sekali sarang laba laba, terdapat Seorang Anak kecil berusia 5 Tahun.Anak itu tangan dan kakinya di ikat kebelakang, kedua mata nya di tutup dan mulutnya yang di tutup dengan lak ban.
Sungguh pemandangan yang memprihatinkan.Anak itu tertidur karna pengaruh obat bius yang di berikan saat dia di culik. tertidur di kasur kotor tipis dan seprei yang kumel.
ceklek
pintu gudang itu terbuka dan menampilkan kedua pria yang tidak mempunyai rasa kemanusiaan.Kedua pria itu hanya menatap penuh ke senangan pada gadis kecil yang malang itu.
" Bagus. biarkan dia tetap disini tingkatkan penjagaan jangan sampai lengah sedikit pun.Aku yakin mereka sedang kalang kabut mencari anak ini." titah Reza menatap Anak itu dengan seringai licik.
Setelah mengatakan itu pun mereka keluar dari dalam sana dan mengunci pintu itu kembali.
" Siapa mereka ? Apa Aku sedang di culik Seperti dalam film. bahkan mereka menutup mata dan mulutku..Mommy Aku merindukanmu. Ya Tuhan kirimkan Mommy Kesini Aku haus..aku lapar ." Mikha berdoa dalam hati.
Sebenarnya Mikha sudah tersadar dari bebrapa menit yang lalu.namun ketika mendengar pintu terbuka Mikha pura-pura masih tertidur untuk mengetahui Siapa yang membuka pintu itu.
TBC
__ADS_1