
Di Kediaman Dharmawangsa telah menjadi tenang kembali. Datangnya Dokter Faisal dan penjelasanya membuat Reza menutup rapat kejadian malam Ini.
"Apa yang terjadi padanya ?.. Apakah sesuatu yang menghawatirkan ?.." Tanya Reza tenang . menatap Dokter Pribadinya, yang kini telah selesai memeriksa Serena.
"Tidak mnghawatirkan..Putrimu hanya membutuhkan sedikit istirahat , baru saja aku memberinya suntikan Vitamin . Serena akan bangun besok pagi ." Jelas Dokter Keluarga itu, menatap Tuan Besar Dharmawangsa dengan tatapan yang sulit di artikan.
"Maa..Ajak Helena keluar , biarkan Serena istirahat " Perintah Reza . Di balas anggukan istri dan putrinya. Kini mereka berdua melangkah keluar
" Apa kau tidak ingin menjelaskan sesuatu DOKTER FAISAL ? " Tanya Reza , sengaja menekankan nama Dokter Faisal dengan Jelas.Bahkan Reza begitu mudah mengerti arti dari tatapan mata Faisal.
" Ha.. Ha.. Kau memang sangat mengenalku Reza . Benar , ada banyak hal yang ingin aku bicarakan " Tawa Faisal pecah melihat tekanan yang di berikan sahabatnya Itu.
Yah ! Dokter Keluarga Dharmawangsa adalah sahabat Reza sendiri , Faisal telah menjadi salah satu orang yang Reza percayai. Faisal mempunyai hutang budi pada Reza. Di masa lalu , Reza orng satu-satunya yang selalu membantu Faisal . Bisa di bilang jika bukan karna Reza . Faisal tidak akan menjadi Dokter senior seperti sekarang. Faisal sendiri telah menikah muda saat masih kuliah. Namun Faisal harus menelan pil pait saat Dokter memvonis kondisi sang Istri.
Penyakit mematikan yang di derita istrinya mengantarkan istri tercinta pada kematian. Terpukul , terpuruk , hampir gila Faisal saat itu, tapi perlahan semuanya berubah ketika Reza datang , kedatangan Reza , dan dukungan Reza membuat Faisal bangkit dan berada di puncak karir sebagai Dokter.
Sampai sekarang Reza masih menjadi bagian penting untuk Faisal , apapun akan di lakukan demi Reza , tidak peduli kejahatan apapun yang di lakukan Reza . Faisal akan selalu berjalan di samping Reza.
Kini kedua sahabat itu telah berada di ruang kerja Reza.
" Jelaskan semua yang kau ketahui...? Reza memulai berbicara.
" Siapa yang di temui Serena hari ini ? Tanya Faisal tanpa basa-basi.
"Mengapa ? Apakah ada hubungan nya dengan Serena yang tak sadarkan diri " Reza menjawab dengan pertanyaan kembali , dengan rasa penasaran yang kian membuncah.
" Serena pingsan saat merasakan sakit yang luar biasa di kepalanya . Dan aku menduga ini berhubungan dengan ingatan di masa lalunya.
Serena baru saja melihat ...Mungkin bahkan menemui sesuatu yang berhubungan dengan itu.." Jelas Faisal panjang lebar
Brraakkk
"Tidak mungkin..Aku telah menyimpan rapat semuanya . Kalaupun benar . Serena tidak akan secepat itu tau.." Emosi Reza membuncah , kedua tangannya mengebrak meja kerjanya.segera merogoh ponsel dari saku celana,mencari tombol kontak untuk menghubungi seseorang.
"Kirimkan padaku secepatnya . Apa yang di lakukan dan siapa saja yang di temui Putriku hari ini "Tanpa basa-basi Reza memberikan perintah dengan lawan bicaranya.
"Tidak akan kubiarkan... Tak akan ku biarkan anak itu mengetahuinya , akan ku gunakan seribu cara untuk mencegahnya. Apa yang kulakukan selama ini tidak ooleh sia-sia " Cerocos Reza , pria paruh baya yang masih terlihat bugar dan tampan itu masih mencoba meredam emosinya.
" Tenanglah Reza... Bukan kah selama ini kau dengan mudah menanganinya . Aku sangat yakin kali ini kau pun bisa melakukanya dengan baik " Ucap Faisal berusaha menenangkan Reza.
Bukan tidak tau , Faisal sangat paham jika menyangkut masalah ini. Sahabatnya itu akan sulit menahan emosinya. Faisal sangat tau rahasia yang selama ini di simpan rapat Reza.
"Jangan telalu menekan anak Itu. Jangan mengunakan cara yang keras untuk membuatnya menurut padamu Reza...Gunakan cara yang halus " Faisal menginggatkan ,seperti biasa dia selalu berusaha memberi jalan keluar untuk Reza.
"Apa kau punya rencana ?.." Tanpa basa-basi Reza bertanya , penasaran rencana licik apa yang sahabatnya itu miliki.
" Bukankah kau menginggat Victor Ariston ? kini Putranya baru saja kembali dari paris..
__ADS_1
istri Victor adalah sahabat mendiang Nadya.
Keluarga Ariston sedang mencari calon istri untuk Putranya , bukankah Serena sangat cocok menjadi Menantu Keluarga Ariston..Keluarga Ariston sangat terpandang , selain dapat mengalihkan perhatian Serena dalam mencari kejadian di masa lalu . Kau juga bisa mengambil sedikit keuntungan dari ini."
"Aku yakin dengan menjadi besan dari Keluarga Ariston , Dharmawangsa Group akan menjadi lebih bersinar.." Jelas Faisal panjang lebar , dengan senyum licik di wajahnya.
" Ha ha ha... Kau benar Faisal aku beruntung memilikimu , aku selalu menyukai rencana-rencana licikmu itu.." tawa Reza pecah membayangkan siasat yang akan dia jalankan.
" Trimakasih atas pujian mu Tuan Reza , aku lah yang beruntung bisa membantumu dalam hal ini. Aku akan mengatur pertemuan Serena dengan Keluarga Ariston. " ucap Faisal dengan bangga.
***
" Uugghh..." Serena terbangun , bersandar di ranjang memegangi kepalanya yang masih sedikit berdenyut.
" Sudah banggun Sayang... Bagaimana apakah masih sakit ? " Mama Saila masuk dengan nampan berisi sarapan Serena.
"Maa..." Suara serak Serena terdengar begitu lirih , mencoba mengingat apa yang terjadi sebelumnya.
"Serena . Mama tau kau adalah Putriku yang mandiri ,selalu bertanggung jawab . Tapi jangan lupakan kesehatanmu , terkadang kau juga membutuhkan istirahat sebentar.."Cerocos Mama Saila. Tangannya membingkai wajah cantik Serena.
"Hahh ..." Binggung Serena menatap Mama Saila dengan wajah polosnya.
" Paman Faisal . Saat kau tak sadarkan diri , kami semua panik Sayang , Papa meminta Paman Faisal memeriksamu .Paman bilang kau kelelahan dan dia memberikan banyak Vitamin untukmu .. Ayo sarapan dan minum ini " Mama Saila siap menyuapkan sandwich yang di bawanya untuk Serena.
" Maa..Aku pingsan bukan karna terlalu lelah ,, Aku Pingsan karna aku melihat sesuatu yang mengerikan , membuat kepalaku sanggat sakit.." Bantah Serena dengan polos .Pasalnya dia tak sadarkan diri memang bukan karna lelah ,yang dia ingat . Serena melihat sesuatu namun tidak terlalu jelas apa itu.
Setelah pembicaraan nya dengan Faisal ,Reza menemui istrinya dan Helena. Reza mengancam untuk tidak membahas kejadian semalam lebih lanjut pada Serena. Helena sempat bertanya alasanya.. Tapi Reza menolak memberitau , Reza hanya mengatakan ini yang terbaik untuk Serena. Dan di angguki Ibu dan Anak itu , namun di dalam hati si gadis manja Helena menolak percaya.
***
" Apa kau yakin Mike...Cari tau apa yang mereka rencanakan ." Suara Ken terdengar meninggi ,saat mendengar laporan sang Asisten. Pasalnya laporan yang di sampaikan Mike adalah perihal Serena tak sadarkan diri. Hingga rencana Faisal mengatur temu janji dengan Keluarga Ariston, geram nya anak buah Mike belum tau jelas apa tujuan mereka ingin bertemu dengan Keluarga Ariston.
" Sial... Ini terlalu cepat dari yang ku kira ,aku harus bentindak secepatnya . Jangan sampai kalah langkah dari orang-orang Reza.." Ken mengepalkan kedua tanggannya..
"Aku harus menemui Serena..." Otak cerdik Ken mengatur rencana untuk menemui wanitanya itu.
30 menit berlalu kini Ken duduk dengan gelisah di ruangannya, menunggu Mike memberikan laporan yang di tunggunya.
Tookkk...Tookkk...
"Mike tidak perlu mengetuk pintu , aku sudah menunggumu sejak 30 menit yang lalu .Kau tau ketukan pintumu itu akan melambatkan langkahmu dan hanya akan membuatku semakin lama menunggumu kau tau .." Teriak Ken tanpa jeda, suaranya bariton memenuhi ruangan luas itu.
" Maaf Tuan..." Mike menunduk. Terkejut mendengar omelan tanpa jeda dari Sang Presdir tampan itu.
" Sudah aku katakan . Panggil aku Kakak.. Mike .Kakak... Aku belum setua itu hingga harus kau panggil Tuan seperti ini . Umurku bahkan sama denganmu.." Ken tidak terima selalu di panggil Tuan.
Hubungan Mike dan Ken bagaikan Saudara , mereka tumbuh bersama hanya saja mereka lahir di rahim yang berbeda. Keluarga Anderson pernah menawarkan Mike mengisi jabatan di kursi Direktur anak cabang Perusahaan Olivier Group ,namun ditolaknya. Alasan Mike menolak karna tidak menginginkan jabatan itu dan lebih memilih menjadi asisten pribadi , kesayangan Kakaknya.
__ADS_1
" Tapi Tuan..."ucapan Mike terpotong
"Mike..." Suara tinggi Ken kembali melengking.
"Huhhh. Baiklah Kakak..." Mike lebih memilih mengalah , bukan apa ! Mike sanggat tau jika berdebat dengan Ken. Tidak akan ada habisnya apalagi saat ini suasana hati Ken sedang buruk.
" Katakan.." ucap Ken Tegas , sudah tidak sabar menunggu informasi yang sedari tadi di tunggunya,mengetuk-ngetukan jari tangannya di meja kerjany,bersebelahan dengan tumpukan map-map yang belum di sentuh.
"Menurut informasi dari mata-mata kita ,siang ini Nona Serena akan pergi ke Panti menemui Nona Mikhaila, dan Dokter Faisal mengatur temu janji. Untuk mengatur perjodohan Putra tunggal Keluarga Ariston de dengan Nona Se Serena..." Jelas Mike terbata .Menunggu reaksi dari Ken.
Brraakkkk
"Aapaa..." Teriak Ken,suaranya kembali melengking dengan tangan mengebrak meja.Map yang tersusun rapi kini sudah berubah menjadi berantakan.
"Sial..." gumam Mike mengumpat sambil memeganggi dadanya. Cukup terkejut dengan suara Ggebrakan meja itu.
"Kau mengumpat di depanku Mike..." Ken melotot mendengar umpatan Mike.
"Ti Tidak Kak..." ucapan Mike kembali terbata , melirik Ken yang tengah melotot ke arahnya.
" Brengsek...Aku kalah langkah dari mereka , beraninya Faisal mengatur perjodohan wanitaku dengan pria lain..Apa dia mau mati , maka aku akan membunuhnya dengan kedua tanganku. " cerocos Ken dengan nada mengebu. Jelas tidak terima begitu mendengar, gadis kecilnya akan di Jodohkan dengan pria lain.
" Beraninya mereka melakukan itu..Cih aku Kenan Olivier Anderson .Tentu saja akan mengagalkan rencana mereka..Aku akan pergi menemui gadis kecilku , aku ingin tau apakah dia akan menerima perjodohan itu atau malah menolaknya.." Segera Ken beranjak dari duduknya ,belum kakinya melangkah suara Mike kembali terdengar.
"Tapi Kak...10 menit lagi bukankah kau harus memulai rapatnya. " ucap Mike mengingatkan Ken tentang rapat siang ini.
" Kau yang harus mengantikanku.." Ken melanjutkan langkah lebarnya , tanpa memperdulikan ucapan Mike.
" Sial...Aku lagi yang harus menyelesaikan nya. " Mike kembali mengumpat.
Mike sangat tau jika ada sesuatu yang berhubungan dengan Serena.Ken bisa menjadi gila , meninggalkan rapat dengan keuntunggan milyaran sudah bukan menjadi hal baru bagi Ken.Beruntung selama ini Mike masih bisa menanganinya dengan baik.
**
45 menit berlalu, kini mobil Serena telah memasuki halaman luas Panti.Tempat yang selama ini sering di datanginya.Bukan perkara mudah untuk Serena sampai di sini.Serena harus membujuk Mama Saila dengan berbagai cara.
Awalnya Serena tidak di izinkan keluar rumah,namun Serena memaksa.Serena menjanjikan bahwa dia tidak akan lama dan akan segera kembali .Ahirnya sang Mama luluh dan mengizinkan Serena pergi.
Serena segera melangkahkan kaki menuju pintu utama Panti,ada rasa tidak sabar menyelimuti hati Serena.Ingin segera bertemu gadis nakalnya..Tiba-tiba langkah Serena terhenti.
"Serena..."
TBC
Haiii Readers...
Selamat Membaca..Mohon Dukungan Like Dan Komennya Ya, jangan lupa Di masukan Ke Yang Ter Favorite. Mohon Di Maklumi bila masih Ada Salah kata dan banyak Typo.. ini Novel Pertamaku 🙏🙏🙏
__ADS_1
Untuk Visual Menyusul ya... Karna Dari Kemarin Othor Mau Upload gambar Gagal mulu 😭😭