Cinta Seorang Serena

Cinta Seorang Serena
Mengungkapkan Perasaan


__ADS_3

*flashback On


"Mereka ingin bermain denganku... ?," geram Ken. Mengepalkan tangannya.. Saat mendengarkan rekaman suara yang baru saja di tunjukan Mike asisten pribadinya.


Pria yang tengah menahan emosinya itu adalah Kenan Olivier Anderson.Biasa di sapa Ken ( 33 tahun) Pewaris tunggal Keluarga Anderson. Olivier Group . Presdir muda yang sangat tampan yang di gilai ribuan wanita.


Ken sendiri bagian dari masa lalu seorang Serena. Pria itu lah yang akan berperan besar , menjadi bagian penting Serena dalam menemukan arti sebuah cinta.


"Tuan . Gerry melaporkan padaku malam tadi,, menurut penjelasan dari Gerry. Nona Helena tidak sendirian, di belakangnya ada seseorang yang diam-diam membantunya. Menjadikan Nona Helena alat untuk membantu mencapai tujuannya selama ini.." Jelas Mike setelah menunjukan bukti rekaman suara yang Mike dapatkan dari anak buahnya Gerry.


Yah !.. Ken telah meminta Mike untuk mengawasi Serena dari jauh selama beberapa Tahun terahir ini. Dan pengerakan Helena tadi malam begitu cepat di Ketahui anak buah Mike.


"Terus minta Gerry mengawasi mereka...Jangan sampai ada yang terlewat,,saat ini aku yakin gadis kecilku sangat gelisah .Aku sangat tau , bagaimana dia hidup selama ini..saat orang lain melihat dari jauh yang mereka lihat hanya kebahagiaan, kesempurnaan , tapi saat melihat dari dekat maka mereka hanya akan melihat kepalsuan saja."


"Reza Dharmawangsa... Dia adalah orang yang begitu licik, telah mendidik Putrinya dengan sangat sempurna.Memberikan kasih sayang palsu yang terlihat tulus, kemudian mengunakannya untuk mencapai tujuannya.. Aku adalah saksi kekejaman Reza di masa lalu."


"Yang aku takutkan... Gadis kecilku tidak akan siap menerima kenyataan pahit ini , ini adalah waktu yang paling tepat untukku menemuinya.


Tidak akan ku biarkan dia melewati ini seorang diri.Mike handle rapat sore ini aku akan pergi menemuinya.."Ken mengeluarkan ke geraman dan kegelisahan yang selama ini di pendamnya.Andai tidak demi keselamatan gadis kecilnya kini Ken pasti sudah menghancurkan Reza Dharmawangsa.


Bukan hal yang mudah bagi seorang Kenan, menurunkan emosi yang bergejolak di hatinya.. Selama ini Ken berusaha bertahan demi melindunggi Serena. Namun rupanya salah satu musuh terbesarnya telah memulai permainanya dan kini Ken tidak akan membiarkanya.


"Baik Tuan Muda..."Mike sedikit membungkuk , mengundurkan diri dari ruangan Presdir Olivier Group itu.


Ken mengeluarkan liontin kecil gari saku kemeja di balik jasnya, tangan kekarnya mulai membuka liontin itu.. Di dalam liontin itu ada Foto , seorang gadis kecil yang sedang tersenyum ceria.Dengan tatapan yang sendu penuh dengan sesal . Ken mulai menginggat kilasan masa lalu yang telah mengubah kehidupan gadis Kecil itu, gadis kecil yang sanggat cantik , imut... Begitu mengemaskan.


Serena....Yah !..Gadis kecil yang telah membuatnya gila , gadis kecil yang selama ini menempati hatinya, gadis kecil yang selama ini di lindunggi secara diam-dam.Gadis kecil yang akan Ken temui nanti..Ada perasaan bahagia telah begitu lama Ken menjaga jarak,bertahan untuk tidak menemuinya,demi menunggu sang waktu mempertemukan.


Dan hari ini adalah waktu yang di nanti selama ini.


"Gadis kecilku...Serena Dharmawangsa... ahirnya kita akan bertemu, aku sanggat merindukanmu..Aku sangat mencintaimu...Dan tidak berkurang sedikit pun..." lirih Ken dengan suara parau , kedua matanya berkaca kaca.


*Flashback off


" SERENA..."


Grepppp..


"Aku sangat merindukanmu..." Perasaan rindunya pada Serena membuat Ken tidak bisa mengendalikan diri.. Membuat Ken memeluk Serena bahkan semakin mengeratkan pelukannya.


"Maaf...Bisakah Tuan melepaskanya , apakah kita saling mengenal ?. " Suara dingin Serena terdengar jelas di telinga Ken.


Deg


"Ma Maaf..."Ken tersadar, oerlahan Ken melepaskan pelukannya..Merogoh liontin dari kakunya. Tangan kekarnya meraih tangan mungil yang ada di depan nya.


"Ini adalah milikmu, yang kau titipkan padaku...Kau pernah berpesan padaku... Ketika kita bertemu lagi , aku harus mengembalikan ini padamu....Apakah kau belum menggingatku Serena ?..Aku Kak Ken mu , aku masih dengan jelas menginggat semua kenangan kenangan kita. Tanpa melewatkannya sedikit pun..."


"Foto yang ada di dalamnya adalah foto kita berdua.. Dan seharusnya pasangan liontin ini ada padamu Serena.." Suara lembut Ken terdengar begitu jelas di ruangan itu, pandangan matanya masih tidak teralihkan memandang wajah W


wanita cantik yang saat ini tengah berusaha berpikir keras ,, Menginggat liontin kecil yang kini di gengamnya. Dan benar pasangan liontin itu ada pada Serena sendiri.


"Ak...Aku.."suara terbata Serena terdengar begitu lirih. Namun Ken masih bisa mendengarnya dengan jelas.

__ADS_1


Entah mengapa tanpa permisi kini air bening menetes membasahi pipi mulusnya,, tiba-tiba hatinya merasakan sesak . Namun Serena belum bisa mengingatny.


Air bening yang tiba-tiba menetes . Tidak lepas dari pandangan mata Ken, dengan segera tangan kekarnya nenggusap air mata di pipi mulus Serena.


"Jangan menangis...Tidak masalah jika kau T


tidak mengingatnya, ada aku yang akan membantumu mengingatnya, jangan paksakan dirimu Serena..." Senyum Ken di wajah tampannya. Hatinya merasakan sakit saat melihat wanitanya menangis.


" Maafkan aku...Apakah kau bagian dari masa lalu yang selama ini ingin aku ketahui ?.."Tanya Serena sedikit merasa tenang, entah mengapa mendengar Ken menenangkanya dapat menyentuh hatiny


, ada perasaan nyaman yang Tidak bisa di ungkapkan.


Perasaan yang tidak pernah di rasakan sebelumnya.


"Benar...Aku adalah bagian dirimu yang hilang, aku berjanji padamu akan membantumu menggingat semuanya...Tapi tidak sekarang dan harus secara perlahan,, agar tidak terlalu memaksakan ingatanmu. Aku tidak ingin menyakiti dirimu.." jelas Ken dengan lembut,, menuntun Serena membantuny duduk di kursi sebelah mereka berdiri sejak tadi.


"Mengapa kau mau membantuku ?.." tanya Serena ragu dengan tatapan polosnya


"Karna aku mencintaimu... Dan aku akan melakukan apapun untukmu..." ungkap Ken. senyum di wajah Ken tidak pernah lepas dari wajah tampanya.


"Apaa..." Kaget Serena dengan suara meninggi


"Apa ?... Aku Salah bicara Nona ?.. Mengapa dari suaramu terdengar sangat Kaget..." Ken tergelak dengan suara mengoda. Melihat wajah jaget Serena, dan pipi yang Sedikit merona terlihat begitu mengemaskan.


" Kau... Bisakah kau sedikit serius Tuan..." geram Serena dengan tangan mengepal di udara.Tangan mungil itu sudah siap meninju wajah mempesona yang berada di depannya.


"Hahaha...Aku bahagia serena ahirnya bbisa mengodamu dari dekat , selama ini aku hanya bisa menjagamu dari jauh saja...Aku menantikan hari ini . Dan aku serius aku akan membantumu , membahagiakanmu, menjagamu , melakukan semua untukmu " tawa Ken pecah dan berubah menjadi wajah serius.


"Jangan tanyakan darimana aku tau, cukup percayalah padaku... Aku akan menjagamu seperti dulu ,tidak masalah jika kau belum menginggatku . Serena . Kau hanya perlu menginggat aku Kenan Olivier Anderson sangat mencintaimu " ungkap Ken dengan senyum menawan,tanggan kekar Ken menyelipkan helaian rambut Serena ke belakang telinganya..Perlakuan manis Ken mampu membuat pipi mulus Serena memerah bak kepiting rebus.


***


Kini Serena sedang berada di dalam mobil,, perjalanan pulang ke Kediaman Dharmawangsa.


Pertemuannya dengan Ken, membuat moodnya membaik, kegelisahan yang sebelumnya di rasakan kini sirna sudah..Di gantikan dengan senyuman yang tak pernah lepas dari wajah cantiknya..Serena mengeluarkan liontin dari tas mahalnya,, ingatan beberapa jam yang lalu terlintas kembali di benaknya.


*Flashback on*


"Akan kah aku bisa mempercayaimu..." tanya Serena ragu,kepala menunduk kedua tangan nya mengepal di bawah meja.Serena masih ragu dengan pertemuannya dengan orng asing ,walawpun ada perasaan nyaman yang tak bisa dia sembunyikan.. Namun tetap baginya sekarang Ken adalah orang asing. Saat ini pun dia belum menginggat apapun.


" Aku mengerti keraguanmu. Wlawpun di masa lalu kita sanggat dekat , namun sekarang aku orang asing bagimu.. Tapi aku bisa membuktikanya padamu , dengan senang hati aku akan menyingkirkan segala keraguanmu.. Serena di saat waktunya tiba aku akan menjawab segalanya , namun ada hal penting yang harus kau lakukan, kau harus menyembuhkan traumamu dulu..."jelas Ken penuh keyakinan.


"Kau bahkan juga mengetahuinya ... " beo Serena menatap Ken polos. Rasanya tidak bisa percaya pria asing di depannya ini mengetahui banyak hal tentang dirinya.


" Tentu saja aku tau .. Aku mengetahui semua tentangmu " Ken tergelak,, mencubit pucuk hidung mungil Serena dan sedikit memerah ,membuat empunya salah tingkah.


" Sudah . Jangan berpikir macam-macam,, sekarang pulanglah ..Istirahatlah. Serahkan semua padaku,atau kau bisa membuat para mata-mata di belakangmu itu, melapor yang tidak-tidak pada Papamu..." Ken bangkit dari kursi, tanggan kekarnya mengelus pucuk kepala Serena.


Kepergian Ken membuat Serena berpikir keras , namun segera tergantikan menjadi senyuman manis di wajah Serena . Menginggat kembali perlakuan manis pria yang baru saja ia temui.


*Flashback off*


Bahkan senyuman itu masih terukir hingga sekarang, namun segera hilang saat mobil mewah yang di tumpangginya memasuki pekarangan luas Kediaman Dharmawangsa.Dengan langkah setengah berlari Pak Firman membukakan pintu belakang untuk Nona Mudanya..Di balas senyuman manis Dari Nona mudanya.

__ADS_1


Namun langkah Serena kembali berhenti.Saat mendengar suara yang berasal dari dalam Kediaman utama.


Deg


" Helena...Papa harap kau bisa menyembunyikan ini dari kakakmu .Papa tidak ingin Serena mengetahuinya.. Anggaplah apa yang Papa bicarakan tadi sebagai rahasia yang harus kau tutupi serapat mungkin..." ancam Reza dengan nada tenang namun tegas.


Kini 3 anggota Dharmawangsa itu tenggah bercengkerama di ruang utama, tengah membahas sesuatu yang tidak boleh Serena ketahui.


" Paa... Tenanglah , Papa bisa mempercayaiku..Kakak tidak akan tau apapun " ucap Helena dengan senyum manis. Gadis manja itu kini telah bersandar di lengan sang Papa.


" Apa yang tidak boleh aku ketahui Paa ?..." tanya Serena dengan suara tegas.Berjalan masuk dengan langkah yang anggun.


Kini suasana menjadi hening.Terdapat keterkejutan di mimik wajah mereka bertiga.Namun wajah mereka kembali tenang, saat Mama Saila membuka suaranya.


"Serena...Apa yang terjadi ?..Mengapa baru kembali ?,, tidak biasanya kau terlambat ?." Mama Saila memecah keheningan , meluncurkan pertanyaan beruntun pada Putri pertamanya itu. Berharap dapat mengalihkan perhatian Serena


" Aku..." ucapan Serena terpotong


"Sudahlah.. Bersihkan dirimu kami menunggumu di meja makan " tegas Reza bangkit dari sofa .Berjalan menuju meja makan.


Mau tidak mau pun Serena harus melupakan pertanyaan yang dia tanyakan sebelumnya..Berjalan menaiki tangga menuju kamar. Namun langkahnya terhenti begitu mendengarkan suara Helena dari belakang.


"Kakak...Apa kau sudah menemukan apa yang kau cari ?..." Dengan sengaja Helena menghentikan langkah sang Kakak


"Tidak masalah jika belum.Maka aku akan membantumu dengan senang hati.." tanpa memberikan kesempatan Serena menjawab.. H


elena menunjukan sebuah video di ponsel mahalny,, dengan senyuman licik terlihat jelas di wajahny.


" Ini....." mata Serena membulat,, dengan tangan menutupi bibirnya.


Kilasan video yang Serena lihat adalah, kejadian kecelakaan beberapa tahun lalu, kepingan mobil yang hancur, dan seorang gadis kecil penuh luka di kepalanya tenggah Menangis ketakutan..


Belum juga video itu selesai . Tiba-tiba Serena merasakan sakit di kepalanya, begitu sakit.. terdapat kilasan kilasan tidak jelas membayangi kepalanya.


"Ahkkkhh..."pekik Serena kesakitan memegangi kepalanya.. Begitu sakit hingga membuatnya tak sadarkan diri.


Bruukkkk


"Kakak..." jatuhnya Serena cukup membuat Helena terkejut


"Apa yang terjadi ?..." Teriak Papa Reza sedikit berlari begitu mendengar teriakan Serena


"Kakak..." teriak Helena menguncang tubuh Serena yang sudah ambruk ..Teriakan Reza membuat Helena semakin panik


"Ak Aku tidak tau Paa tiba-tiba aku menemukan Kakak kesakitan dan pingsan" jelas Helena dengan terbata .Helena berbohong takut semua yang selama ini di lakukan di ketahui sang Papa.


" Serena.." panik Mama Saila melihat keadaan Putrinya, belum ia menanyakan apa yang terjadi Reza sudah memotong ucapanya


" Hubunggi Dokter Faisal.." ucap Reza yang megendong tubuh mungil Serena, membawanya menuju kamar


TBC


Haii....Selamat membaca,, mohon dukungan like dan komennya ya. jangan lupa masukan ke yang Ter favorit ya. Mohon di Maklumi Bila Masih Bnyak Salah kata Dan Masih Banyak Typo Ini Novel Pertamaku 🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2