Cinta Seorang Serena

Cinta Seorang Serena
Rahasia Besar Saila


__ADS_3

" Ma.. apa benar yang aku dengar ini ? Tanya Helena. Suara yang merdu mendayu penuh kelembutan dan kemanjaan. namun siapa yang tau keaslian di dalamnya.


"Helena jangan bahas ini lagi. atau Papa Akan memarahimu ." Saila memberi peringatan putri manjanya itu.


Ya !! Saat ini Helena dan Saila tengah membicarakan kejadian yang menimpa Serena di Kamar mewah Helena.Kejadian itu tentu saja membuat Helena kegirangan, apa lagi yang lebih baik dari Penderitaan Serena pikir Helena.


"Papa yang mana Ma..?" tanya Helena bibirnya melengkung memperlihatkan senyum Sinisnya.


"Papa Reza Atau Papa..."


Saila menatap tajam Helena Dan memotong pembicaraan Helena,tidak akan membiarkan Anak manja itu meneruskannya.


" Helena.." Teriak Saila. amarahnya telah memuncak.


" Jangan berteriak Maa..Atau Papa akan mendengarnya dan mengetahuinya." Bisik Helena. Entah mengapa dia suka sekali memprovokasi Mamanya itu.


" Dengar Helena jika Reza sampai tau maka bukan hanya aku yang di tendang dari rumah ini tapi juga dirimu. jadi jangan melewati batasanmu." Ancam Saila. dia tidak akan membiarkan Semuanya berahir secepat ini.bahkan dia berharap sampai Mati pun semua yang selama ini di simpan dengan rapi akan terkubur bersamanya nanti.


" Mama Mengancamku.." Helena masih belum menyerah. Helena sudah muak dengan tingkah Saila selama ini.Dia berjanji dalam hati jika di butuhkan maka dia akan membuka semuanya.


5 Tahun lalu Helena mengetahui Rahasia besar Saila, sejak saat itulah pandangannya pada Mamanya itu benar-benar buruk. Namun Helena masih belum berniat membeberkannya karna dia masih membutuhkan Reza dan tidak ingin meninggalkan kemewahan yang di nikmatinya hingga hari ini.


" Tidak . aku tidak menyangka jika Pria itu memberi tau Helena segalanya. Aku harus memastikanya ." Ucap Saila Dalam hati. kegugupan, kecemasan terlihat jelas di sorot wajah Saila.tanpa mengatakan apapun Saila keluar dari Kamar Helena.


" Ma aku membencimu, kau seorang ibu tapi tidak bisa menjadi ibu bagiku." Batin Helena Sorotan tajam di matanya memancarkan kebencian yang dalam.


***


Kini Kedua Dokter Muda yang tidak di ragukan lagi kemampuannya tengah memeriksa 2 orang Pasien di sebuah kamar.Kedua Dokter itu adalah Dokter keluarga Anderson. hembusan Nafas kasar terdengar dari Dokter Wanita yang baru saja selesai memeriksa pasiennya.


" Nona Serena kelelahan. Selama masa penyembuhan traumanya seharusnya dia tidak melihat kejadian yang menurutnya mengerikan. Di fisik terlihat Sehat dan baik-baik saja tapi berbeda dengan keadaan d tubuhnya." Jelas Dokter itu. menjelaskan sejelas mungkin menatap pria yang terlihat begitu khawatir.


" Apa sangat berbahaya .?" Kenan membuka suara.pandangan matanya menatap sendu Wanita yang terbaring di ranjang.

__ADS_1


" Ya. akan berbahaya untuknya jika berlanjut. namun akan segera membaik jika hatinya selalu dalam keadaan bahagia." jawab Dokter wanita itu berterus terang.


" Ken yakinlah Nona Serena akan baik-baik saja." Willliam menimpali percakapan mereka. menepuk pundak Ken, seolah menyalurkan kekuatan untuk Pria di depannya ini.


William sangat tau perjuangan Kenan selama ini. bahkan setelah bertemu wanita yang selama ini ingin di temuinya Ujian kembali menguji mereka. seakan jalan takdir mengiginkan mereka berjuang lebih keras lagi.


" Bagaimana Dengan Mikha .?" Kenan mengalihkan pembicaraan.Pandanganya beralih menatap Gadis kecil yang nasibnya sama dengan Wanita yang terbaring di sebelahnya itu.


"Dia Anak yang begitu kuat dan hebat dia Hanya kelelahan karna terlalu banyak menangis dan sedikit kelaparan juga kehausan." Jawab William namun di saat mengucapkan kata di bagian ahir William melirihkan suaranya.


Kedua tangan Kenan mengepal erat menginggat kejadian yang baru saja mereka alami.Emosi di kedua matanya membara.


Matanya menatap kedua Wanita itu dengan tatapan Sendu.


" Mengapa nasib mereka berdua begitu malang." Batin William dan kemudian menghela nafas yang panjang.


" Kalian Keluarlah ." Pinta Kenan pada kedua Dokter itu.bukan hanya lelah Saja yang Ken rasakan saat ini tapi perasaan Sakit yang begitu dalam melihat keadaan di depannya yang menyayat hati.


" Beritau Segera jika terjadi sesuatu." ucap William sebelum berlalu dari ruangan itu.


Kenan yang mendengarnya pun mendekati Gadis mungil itu.


" Sayang."


Mikha pun mengerjap kan kedua matanya dan perlahan membukanya.


" Om Daddy.." panggil Mikha melihat Kenan saat pertama kali membuka matanya.


" Trimakasih Tuhan." Kenan bersyukur dalam hati. senyum yang sejak tadi tidak terlihat pun mulai sedikit mengembang.


" Mommy.." Dengan suara yang masih lemah Mikha berusaha menanyakan keberadaan Mommynya. namun apa daya gadis mungil itu terlalu lemah untuk mengatakan itu.


Ken yang mengerti pun menjawab dengan senyuman. kedua pelupuk matanya mulai berkaca kaca. begitu dalamnya perasaan Kedua wanita ini untuk satu sama lain pikirnya.

__ADS_1


"Mommy saat ini masih lelah dan tertidur.. lihatlah Mommy Serena ada di sampingmu." Bisik Kenan dan mencium pucuk kepala Mikha.


Gadis Kecil itu pun menoleh ke sisi ranjang. Mata kecilnya membulat melihat Mommy yang selama ini di rindukannya.


" Mommy." seketika Mikha berniat bangun untuk memeluk Mommynya. tapi Kenan mencegahnya.


"Gadis pintar bersabarlah.. Kau harus merawat dirimu dulu baru memeluknya.Apa kau lapar .?" Tanya Kenan. dia sangat tau jika gadis kecil ini sangat kelaparan.


" Ya aku sangat lapar. bisakah Om daddy memberi lebih banyak untuku." Pinta Mikha dengan wajah polos. Mendengar makanan Seketika membuatnya lupa akan Serena.


"Dengan Senang hati Nona Kecil. Mari Aku akan mengendongmu Keluar." Kenan sengaja membawa Mikha keluar karna tidak ingin menganggu Serena. Untuk saat ini Keadaan Serena sedang tidak baik-baik saja.


Di dalam hatinya terdapat kekhawatiran yang begitu besar. Saat ini pun Ken sudah mengetahui siapa dalang di balik penculikan Mikha. Kenan bersumpah akan menghancurkan Reza hingga ke titik yang paling rendah.


***


"Aku sudah mendunganya mereka Akan membebaskan Anak itu ." Ucap Reza menatap Faisal.


Saat ini Reza dan Faisal berada di ruang kerja Reza. seperti biasa mereka sedang membahas Masalah terbesar Reza.siapa lagi jika bukan Serena. seandainya Reza tau jika musuh sebenarnya bukan Serena namun tak lain adalah orang yang kini ada di depannya.


Bukankah Karma itu ada dan nyata. bahkan seorang Reza Dharmawangsa pun akan mendapatnya juga suatu saat.


" Kekuatan Anderson masih di jauh Atasmu Reza." Ucap Faisal


" Kau tidak bisa mengalahkannya ..tapi masih bisa memanfaatkannya." Sambung Faisal kembali. dengan santai Faisal menyeruput cangkir berisi Teh yang di pegangnya.


" Apa rencanamu." tanya Reza tanpa basa basi.


" Putrimu Helena Sangat Cantik, Jika kau menikahkan Putra tunggal Anderson dengan Helena bukankah kau akan mendapatkan banyak Keuntungan." Jawab Faisal dengan seringai liciknya.


"Akan sangat sulit melakukan itu. secara terbuka Mereka menyerang orangku, mengatur perjodohan bukan sesuatu yang baik." Reza tau jika Keturunan Anderson sangat membencinya Saat ini.jadi mengatur menjodohkan untuk Putri tercintanya bukan solusi yang bagus.


" Selama ini kau selalu mengunakan banyak cara untuk mendapatkan apa yang kau inginkan.Jika kau mau kau pun bisa melakukannya bukan." Faisal tidak akan menyerah untuk memfrovokasi Reza. lagi pula ini bukan yang pertama kali Faisal melakukannya kan.

__ADS_1


TBC


__ADS_2