Cinta Seorang Serena

Cinta Seorang Serena
Malam Pertama


__ADS_3

Upacara Pernikahan yang sederhana namun sangat mengesankan,telah mencapai titik ahir.Tiba saatnya bagi pasangan Pengantin serasi kita menerima ucapan selamat dan menerima do'a dari keluarga terdekat dan para sahabat.


Dimana siang tadi Pasangan berbahagia itu,telah melangsungkan Akad Nikahnya berjalan dengan lancar.Kini mereka memberikan kesempatan para Tamu untuk memberikan selamat pada sepasang Pengantin itu.


Senyum cerah tidak pernah lepas dari wajah Kenan dan Serena.Mereka saling mengengam tangan,seakan menunjukan pada semua Tamu jika mereka sangat bahagia karna pernikahan ini.Cinta terpancar jelas dari kedua mata sepasang Pengantin baru itu.


"Apa kau lelah ?" Bisik Kenan.


"Sedikit..." Jawab Serena lirih,berdiri dengan jangka yang cukup panjang membuat kaki Serena sedikit lelah,kepalanya terasa sedikit pusing.


"Duduk lah dulu Sayang." Ucap Kenan lembut


"Tidak aku..." Ucapan Serena terpotong.


"Selamat untukmu Tuan Kenan...,Aku yakin kau mampu membuat sahabatku bahagia.Kau bisa membahagiakannya..Aku titipkan Serena padamu Tuan.." Ucap Dinda,menyalami Kenan.


"Trimakasih.." Balas datar Kenan,dengan bibir sedikit melengkung.


"Oh Ya Tuhan...Datar sekali suami sahabatku ini" Batin Dinda


"Oh..Sayangku. Selamat untukmu...Ahirnya kau menikah,dengan pria yang kau cintai." Ucap Dinda,memeluk sahabatnya dengan mata berkaca-kaca.


Dinda tau bagaimana perjuangan sahabatnya itu,untuk mencapai sekarang bukan hal yang mudah.Bahkan saat ini pun ada kecemasan yang telah menunggu sahabatnya itu.Namun karna diskusinya dengan Alex,mereka memutuskan untuk tidak memberitau Serena dulu.Setidaknya sampai di waktu yang tepat,saat ini dia berharap sahabatnya ini dapat merasakan kebahagiaan seutuhnya.


"Dimana Alex..? Bisik Serena di sela-sela pelukannya dengan sahabatnya.


" Emm...Alex...Alex sedang ada urusan,dia tidak bisa datang.Tapi dia menitipkan selamat dan kado untukmu." Jawab Dinda gelagapan,dia hanya berharap Serena mempercayainya.


"Urusan...? Urusan apa ? Hinga membuatnya tidak datang ke acara penting ini ." Sungut Serena cemberut.Dalam hidupnya hanya mempunyai dua sahabat dan Serena sangat berharap di hari bahagianya ini,kedua sahabatnya dapat bersamanya.


"Ah sudahlah...Kau tau kan sahabatmu itu seperti apa ? Jangan bersedih.Alex benar-benar minta maaf untuk ini." Dinda menjelaskan,dia tau sebesar apa arti sahabat untuk Serena.Dan saat ini Serena terlihat sedikit kecewa karna ketidakhadiran Alex,tapi bagaimana pun ketidakhadiran Alex bukan tanpa alasan.


"Aku lapar...Biarkan aku mencoba setiap makanan yang ada di sini dulu oke." Ucap Dinda beralasan,dia segera meningalkan Serena.Tidak ingin sahabatnya itu bertanya lebih jauh,dan membuatnya terus berbohong.


"Ada apa Sayang ?" Tanya Kenan,dan hanya mendapat gelengan kepala dari istrinya.


"Wajahmu terlihat pucat Sayang." Sambung Kenan panik.


Mendengar ucapan Putranya,membuat Nyonya Clara menghampiri Menantunya.


"Oh Ya Tuhan...Menantuku pucat sekali." Nyonya Clara tidak kalah paniknya.


" Aku tidak baik-baik saja Ma...Hanya merasa gerah karna gaun panjang ini." Elak Serena,dengan wajah cemberut menatap gaun panjang yang melekat di tubuhnya.


"Ken bawa Menantu Mama ke atas,biarkan dia istirahat.." Titah Nyonya Clara.


"Ayo Sayang..." Ajak Kenan,menuntun lengan istrinya.Tapi istrinya tidak juga mau melangkah.


"Ada apa ?" Tanya Kenan.


"Dimana Mikha Ken ? Sejak tadi aku tidak melihat anak nakal itu ?" Tanya Serena celingukan mencari anak nakalnya.

__ADS_1


Bukankan sebelumnya Mikha sangat bersemangat untuk acara ini,tapi mengapa sekarang justu menghilang.Terahir kali Serena melihatnya,saat acara Akad Nikah selesai.


"Mikha pulang ke panti bersama Bunda Kania...Dia akan kembali besok pagi." Jawab Kenan.


Pasangan pengantin itu berjalan melewati tangga menuju kamar mereka.Kenan dengan sabar menuntun istrinya,gaun panjang istrinya membuat Serena sedikit susah berjalan.


Ceklek


Kenan membuka gagang pintu kamar dan membiarkan Serena masuk terlebih dahulu.


Mata Serena membulat,melihat hiasan kamar Pengantin mereka.


"Ya Tuhan...Indah Sekali." Puji Serena,menutup bibirnya dengan kedua tangannya.


"Kau menyukainya.."


"Hem sangat menyukainya.." Angguk Serena berbinar,kedua matanya menyapu ruangan luas yang di penuhi hiasan ala pengantin baru itu.


"Bersihkan dirimu dulu...Setelah itu baru aku." Titah Kenan.


Tanpa membantah,Serena melangkah menuju kamar mandi.


"Akh bagaimana aku akan membukanya ? Mengapa ini terlihat susah sekali." Serena frustasi,sejak memasuki kamar mandi tadi.Tangan mungilnya berusaha membuka sleting gaunnya yang berada di pungungnya.Tapi apa daya bahkan Serena tidak bisa membukanya walau hanya sedikit.


"Ini sangat panas..."Keluh Serena.


"Apa aku meminta Ken membukanya saja ." Gumam Serena sendiri.


Ceklek


Mendengar pintu kamar mandi terbuka,membuat pandangan Kenan yang sejak tadi fokus di gawai hitamnya pun teralihkan.Kenan menyeritkan dahinya,melihat istrinya keluar dari kamar mandi masih dengan gaun yang sama.


" Mengapa kau masih memakai gaun itu Sayang ?" Tanya Kenan,melempar ponselnya begiti saja dan melangkah menuju istrinya.


"Aku tidak bisa membukanya." Jawab Serena lirih,menunduk malu.Wajah pucatnya sudah berubah menjadi memerah.


Kenan melangkah mendekat dengan senyuman yang mengoda,di saat istrinya tengah malu.Membuat Kenan tersenyum senang.


"Kalau begitu...Biarkan suamimu ini yang membantumu." Bisik Kenan,dengan perlahan memutar tubuh istrinya.


"A Apa yang akan kau lakukan ?" Tanya Serena,mengigit bibir bawahnya.Membuat jantungnya berdegub kencang.


"Tentu saja membantu istriku membuka gaunya." Bisik Kenan.


Hembusan nafas Kenan membuat Serena merinding,belakang telinganya terasa panas.Kedua tangan serena mengenggam pingiran gaunnya.Menutup kedua matanya.


Dengan sekali tarikan,sleting gaun Serena berhasil terbuka.Membuat seluruh tubuh Serena semakin memanas.


Kenan dapat melihat dengan jelas,punggung putih,mulus istrinya.Sunguh pemandangan indah.Tanpa ada kecacatan sedikit pun.Kenan mencium pungung istrinya,wangi harum seketika menyeruak masuk ke hidung mancung Kenan,wangi ini membuatnya semakin menggila.Bagai candu baginya.


"Ken.."Suara serak Serena,bahkan dapat membuat Kenan semakin tidak bisa mengendalikan dirinya.

__ADS_1


"Serena...Jika kau belum siap maka aku..Tidak akan melakukannya." Ucap Kenan,dari suaranya sangat jelas jika dia sedang berusaha mengendalikan dirinya.


"A Aku istrimu sekarang...Aku...Sudah siap." Jawab Serena lirih,namun dapat di dengar jelas oleh Kenan.


Mendengar jawaban dari Serena,perlahan Kenan memutar tubuh istrinya.Tangan kekarnya memegang dagu lancip istriny,dan mencium bibir mungil istrinya,dan perlahan **********.


Kenan menjelajahi setiap rongga Serena,Bau harum istrinya membuatnya semakin mengila,membuat ciumannya semakin panas.Serena mengalungkan kedua tangannya di leher suaminya.


Awalnya Serena hanya diam,tapi merasakan ciuman lembut suaminya membuat tubuhnya semakin panas dan membalas ******* suaminya.


"Emmpp"


Ciuman mereka semakin memanas,Beberapa menit kemudian mereka melepas ciuman panas itu,dengan nafas terengah-engah.Mereka menghirup udara dengan rakus.


"Hah hah hah..."


Kenan menatap kedua mata sayu Serena,di balas senyuman lembut istrinya.Gairah Kenan pun seemakin membuncah.Membuatnya memeluk istrinya dan menciumi leher jenjang mulus Serena.


"Ahh" Serena mendesah,menikmati setiap ciuman suaminya.


Gaun panjang Serena sudah lolos dari tubuh mungil itu,Kenan dapat melihat dengan jelas kedua gunung kembar istrinya.Terlihat menyebul,ingin keluar dari tempatnya,mulus dan putih.Setelah Kenan membuat tanda kepemilikan di leher jenjang istrinya Ken,juga melakukannya di kedua gunung kembar istrinya.Menciumnya dan meremasnya.


"Ah.." Serena semakin mengila,merasakan setiap kenikmatan yang di berikan suaminya.Tangan Serena meremas rambut suaminya.


Dengan gairah yang sama-sama memuncak,membuat kenan membopong tubuh mungil istrinya ke atas ranjang size miliknya.Kini tubuh kedua pasangan yang di mabuk cinta dan gairah itu polos tanpa selelai benang pun.


"Maaf Sayang...Ini...Akan terasa sedikit sakit." Ucap Ken dengan nafas memburu.Tubuh kekar Ken menindih tubuh mungil istrinya.


"Lakukan Ken.." Jawab Serena sama-sama dengan nafas memburu.


Kenan dengan perlahan,menghantam miliknya masuk ke mahkota milik istrinya,perhalan dan perlahan.


Serena merasakan sesuatu yang keras dan tegak masuk kedalam mahkota miliknya pun,meringis,dengan mata yang meyipit.Kuku-kuku panjang Serena di tancapkan di pungung suaminya.


"Ahh.."Desah Serena,meringis dengan air mata mengalir,perih begitu perih yang di rasakannya.Seperti sesuatu yang tegak di bawah sana merobek sesuatu milikny.


"Apakah sakit Sayang." Tanya Kenan,terengah-engah.


Serena mengeleng kan kepalanya dan mengangguk tersenyum,sebagai jawaban jika menyetujui suaminya meneruskannya.Kini rasa sakit itu semakin menghilang.


Kenan dengan perlahan memajukan dan memundurkan miliknya,semakin terasa cepat.


"Ah Sayang.." Raung Kenan,pertanda akan segera mencapai puncaknya.


"Ahhhhhh..."Kini kedua pasangan panas itu ahirnya mencapai puncaknya bersamaan,nafas mereka memburu.Keringat menentes Kedua tubuh pasangan yang telah menikati malam pertama itu.


Kenan berbaring di samping istrinya,mengunakan tangan kekarnya untuk bantalan kepala Serena dan menutupi tubuh polos istrinya dengan selimut tebal.


Dengan lama Kenan mencium kening istrinya dengan kasih sayang.


"Trimakasih Sayang..Aku mencintaimu." Bisik Kenan,tersenyum melihat istrinya bahkan sudah terlelap karna kelelahan.

__ADS_1


TBC


__ADS_2