
" Masuklah Helena. Papa tau kau sedang di sana ." Teriak Reza Menantap pintu Ruang Kerja. Sejak Tadi dia tau jika Putri manjanya sedang menguping di sana.
" Ah Papa Kau Selalu tau. menyebalkan Sekali ." Helena Mendesah Kesal, padahal dia sudah berusaha hati-hati namun masih saja tertangkap basah.
Helena berjalan menghampiri sang Papa bergelayut manja merangkul bahu Reza.
" Apa yang kau inginkan kali ini Gadis Manja ." Tanya Reza. dia sangat hafal melihat gelagat Helena jika ada sesuatu yang di inginkannya.
" Bagaimana Papa Selalu tau.?" bukannya menjawab Helena malah mengajukan sebuah pertanyaan juga.
" Aku Papamu. tentu saja aku tau jika Putriku menginginkan Sesuatu kan." Jawab Reza membanggakan diri.
" Ah Papa aku menyanyangimu." Helena bersender manja di bahu Reza.
" Pa.. Aku Ingin Papa membantuku mendapatkan Perhatian dari Tuan Muda Anderson. Papa mengenalnya kan dia sangat terkenal di kalangan bisnis.bahkan wajahnya sangat tampan Paa...Aku mengiginkannya." Ucap Helena terus terang. Matanya memancarkan Kemanjaan menatap Wajah paru baya Pria yang di sampingnya ini.
" Kau mengenalnya Helen.?" Tanya Faisal ikut menimpali. sejak tadi Faisal hanya menjadi penonton interaksi Antara Ayah dan Anak itu dan tentu saja ini yang dia inginkan.Helena benar-benar bisa di andalkan pikir Faisal.
" Tidak Paman. tapi Aku melihatnya di majalah Kemarin, dan Aku sangat menyukainya. bukankah bagus untuk kita jika aku bisa menjadi menantu Anderson. lagipula Tuan Muda Anderson Ah tidak.. Kenan Olivier Anderson belum mempunyai pendamping." Jelas Helena dengan mata berbinar. dia benar-benar sudah nembayangkan bagaimana jika dirinya akan menjadi menantu satu-satunya Anderson bukankah akan sangat menguntungkan pikir Helena.
" Bahkan semua temanku akan sangat iri padaku. setelah itu akan mudah untukku menghancurkan Serena." Batin Helena tersenyum licik.
Seandainya saja Helena tau jika hanya Serena lah yang akan menjadi menantu satu-satunya Anderson pasti sekarang Putri Manja itu akan terkejut sampai pingsan kan.
" Hahaha Kau benar Sayang. dan Baru saja Pamanmu mengusulkan Rencana itu untukmu dan lihat kau pun bahkan memintanya sendiri. bukankah ini sangat Sempurna." Ucap Reza tawanya Pecah melihat Mata berbinar putrinya. bahkan Helena pun tau jika akan mendapatkan keuntungan besar saat dia sudah menjadi Besan Keluarga Anderson.
" Benarkah...Oh Paman kau yang terbaik." Helena meloncat kegirangan berlari ke sisi Faisal dan mencium pipinya.
__ADS_1
Faisal dan Reza yang melihatnya pun membuat mereka tertawa. Sungguh bagi mereka Helena Adalah Permata dan apapun yang di inginkanya mereka akan mengabulkanya entah bagaimana pun caranya.
***
"Mommyy..." Pekik Mikha saat mengetahui Serena telah bangun dari tidurnya.
Yang sebenarnya adalah terbangun dari pingsannya, tapi tentu saja Kenan tidak mengatakan jika Serena pingsan. dia tidak ingin membuat Mikha menghawatirkannya.
" Sayang." Lirih Serena dia masih terlihat lemah dan pucat.
Beberapa menit lalu dia membuka kedua matanya. Pusing di kepalanya yang Serena rasakan, tidak membutuhkan waktu lama Dia dapat mengingat apa yang terjadi sebelumnya. saat dia sudah mulai mengingatnya perasaan cemas membuncah mencari keberadaan Mikha yang jelas-jelas di peluknya sebelum Serena ambruk.
Dengan terburu-buru Serena meyingkap Selimut tebal yang membungkus tubuh mungilnya dan hendak turun dari Ranjang.namun terhenti begitu mendengar pekikan Mikha yang masih berada di gendongan Kenan.
Perasaan Lega di hati Serena melihat putrinya baik-baik saja. segera Serena merentangkan kedua tangannya ingin memeluk Mikha.tidak lama Gadis Kecil yang berada di gendongan pria tampan itu pun memeluk tubuh mommynya.
Serena melepaskan pelukan itu dan memeriksa Seluluh tubuh mungil di pelukannya itu.
" Mikha baik-baik saja Mommy. Mommy tau saat tangan dan kakiku di ikat aku tidak takut sama sekali. aku sedang berfikir jika aku sedang bermain film. tapi ketika aku sangat lapar aku menangis..Ohh Mommy kau tau aku bisa melewati apapun tapi aku tidak bisa jika harus menahan lapar. cacing di perutku tidak bisa menerima itu." Mikha menjelaskan panjang lebar tentang semua yang di alaminya. mimik wajah dan bibir mungilnya terlihat mengemaskan.
Membuat Serena dan Kenan berkaca-kaca sungguh mereka sangat ketakutan saat itu.
" Maafkan Mommy yang datang terlambat.Maukah Mikha memafkan Mommy." Serena memohon pada gadis kecil itu.
Airmata nya tidak bisa Serena Tahan lagi. tanpa terasa Air bening itu menetes.
" Oh Ya Ampun mengapa Mommy menangis seperti ini. tentu saja aku akan memaafkanmu, aku sangat menyangimu. aku tau Mommy tidak akan bisa jika kehilangan putri kecil yang manis dan sangat mengemaskan seperti diriku. itulah mengapa mommy menangis bukan." jari kecil Mikha menghapus Air bening di pipi mulus Mommynya, tentu saja dengan bibir yang berceloteh manja.
__ADS_1
" Ya Tuhan Gadis Kecil ini percaya diri Sekali." Batin Kenan mengelengkan pelan kepalanya.Kedua tanganya bersedekap di depan menyimak ibu dan anak itu berbicara
" Tapi tentu saja Memaafkanmu bukan sssuatu yang mudah bukan. Mommy harus melakukan Sesuatu untukku." Sambung Mikha lagi tangan mungilnya mengelus dagunya. menandakan tengah berfikir keras.
Sepasang Mata Serena melotot, rahangnya terbuka melihat gadis nakal ini. bukankah dia sudah kembali menjadi anak nakal lagi pikir Serena.
" Mikha maksudmu kau memberi Mommy Syarat baru kau bisa memaafkannya begitu .?" tanya Kenan penasaran. Sedikit tidak percaya dengan yang baru saja di dengarnya.bagaimana gadis kecil ini sedang mencoba bernegosiasi.
Karna terlalu penasaran Kenan menjatuhkan bokong di tepi ranjang. menatap penuh selidik gadis kecil yang masih berada di pangkuan Serena.
" Ya. benar Om Daddy.. Mommy harus melakukan sesuatu untukku." Jawab Mikha dengan Wajah polos.
" Apa yang harus Mommy lakukan Mikha .?" Tanya Serena. dia bahkan sama terkejutnya dengan Kenan.
"Emm tidak begitu Sulit Mommy..Mommy hanya perlu memberiku Seorang Daddy untukku." Jawab Mikha menatap Mommynya.
"Apa.." Pekik Serena dan Kenan Bersamaan.
"Mengapa Berteriak.. bukankan Mommy dan Om Daddy seharusnya menikah. dengan begitu Aku akan mendapatkan Daddy. dan Om Daddy orang yang tepat untuk menjadi Daddyku." Jelas Mikha polos. Serena masih mematung diam berasaan rumit bercampur aduk mendengar permintaan gadis kecil itu.
" Ya Tuhan. Aku kalah dari Seorang gadis Kecil. bahkan gadis nakal ini sedang melamar seorang wanita untukku." gumam Ken dalam hati. bukankah seharusnya dia yang gerak cepat melamar Serena pikirnya.
Selesai dengan gumamanya pun segera Kenan memegang kedua tangan halus Serena. menatap Wajah Serena dengan keseriusan.
" Maukah kau menikah denganku Serena ? Maukah kau mendampingiku ? menjadi Istriku ,menjadi ibu dari Anak-Anakku. berada di sisiku berjuang bersamaku dalam suka duka kehidupan. Mencari Kebahagiaan Bersamaku Serena. Menikahlah Denganku Serena." ucap Kenan tegas namun suaranya terdengar sangat merdu.
TBC
__ADS_1