
Seluruh Keluarga Dharmawangsa telah berkumpul di ruang Keluarga . 30 menit berlalu Serena pun telah bergabung bersama mereka. Kecemasan , kegelisahan.Perasaan campur aduk membuncah di hati wanita cantik itu. Mau tidak mau , suka tidak suka Serena harus siap menghadapinya.
Musuh yang berkedok Keluarga itu telah sekian lama menjadikanya boneka berjalan. Melawan? Tentu saja sering kali Serena berkeinginan untuk melawan , namun sang takdir belum berpihak padanya. Dengan pencapaian Serena saat ini bisa dengan mudah untuknya hidup tanpa embel-embel Keluarga Dharmawangsa , tapi kenyataannya adalah dia belum bisa melepas semua itu.
Bukan harta atau marga. Melainkan identitas diri Serena sendiri. Bodoh jika selama ini dia tidak menyadari banyaknya keganjalan dalam Keluarga itu.Tapi jalan yang ia pilih untuk menjadi bodoh , jati diri , hingga masa lalu yang Serena ingin ketahui.Semua itu saling berkaitan , Serena yakin semua yang di sembunyikan itu sesuatu yang akan menghancurkan musuh musuhnya.Dan untuk mencapai semua itu Serena bagaikan harus berjalan di atas bara api.
Yang berarti dia harus mengikuti alur yang sudah musuh-musuhnya siapkan. Dengan harapan besar bisa melewatinya dengan mudah.
" Apakah aku benar-benar harus menemuinya.? Jika aku terus menolak ,mereka pasti akan curiga . Aku harus secepatnya mencari tau siapa sebenarnya diriku... Aku harus segera memaksa Ken , aku tidak bisa menunggu lebih lama lagi . Bagaimana bisa aku harus menikah dengan orang yang sama sekali tidak aku kenal. " gumam Serena bicara sendiri di kamarnya ,kakinya mondar mandir tidak jelas dengan perasaan gelisah.
Beberapa menit yang lalu , Reza memaksa Serena untuk menerima perjodohan dirinya dan Putra tunggal Keluarga Ariston.Penolakan Serena tidak di terima Reza,Faisal menjelaskan jika perjodohan ini berhasil maka banyak keuntungan yang akan mereka dapatkan.Terlebih lagi menurutnya Keluarga Ariston sudah seperti saudara bagi mendiang Nadya,yang tak lain istri Faisal . Akan lebih baik jika mereka berbesanan. Tidak ada celah bagi Serena menolak.
2 Hari Berlalu. Mobil yang di tumpangi Serena menyelusuri jalanan Ibu Kota, dengan tujuan mengunjungi Caffe miliknya. Kedua sahabatnya telah menunggunya di sana.Beberapa jam uang lalu Serena menghabiskan waktu bersama Ken di rumah sakit guna konsultasi masalah trauma yang dimilikinya.
Serena juga memaksa Kenan untuk menceritakan tentang masa lalunya ,namun Serena mendapat penolakan dari Kenan.Kenan berpikir ini bukan waktu yang tepat untuk mengetahuinya, meminta Serena fokus untuk pengobatanya terlebih dahulu. Serena hanya bisa berpasrah diri, lagi-lagi ia di permainkan oleh takdir,di biarkan menunggu lagi dan lagi.
Selain itu pertemuan singkatnya dengan Dokter Sena,telah menjadi awal yang baik untuk Serena , merasa lebih baik itulah yang di rasakannya saat ini. Dan malam ini juga adalah malam pertemuannya dengan Keluarga Ariston sesuai dengan rencana Reza.
" Serena ingatlah untuk pulang tepat waktu , jangan sampai terlambat. itu akan sangat memalukan,kau sudah berjanji untuk segera kembali " Cerosos Mama Saila begitu pangilanya di terima Serena,sejak Serena keluar dari kawasan rumah ,sudah 3 kali pula Mama Saila menghubunginya untuk tidak terlambat.
" Ya Maa aku mengerti , sudah 3 kali Mama menghubungiku hanya untuk ini. Maa... Pertemuanya masih 3 jam lagi Kan ? " Jawab Serena, lengkap dengan mimik wajah cemberut.
" Serena Mama tidak ingin kau melakukan kesalahan, yang akan membuat malu keluarga kita " Omelnya lagi
" Ya Maa " Jawab Serena singkat , terlalu malas untuknya membantah saat ini. Segera memutuskan pangilan itu,melempar ponsel mahalnya ke kursi samping.
" Aku Lelah.. " Gumam Serena memejamkan matanya , dengan tubuh bersender.
" Maafkan saya Nona , saat ini kau harus lebih bersabar lagi untuk bertahan .Aku yakin Tuan Kenan kekarang tidak akan tinggal diam " Ucap Pak firman dalam hati,melihat Nona mudanya ada rasa tidak tega.tapi dia tidak bisa melakukan apapun.
Selama ini Pak Firman telah menjadi mata-mata Kenan di kediaman Dharmawangsa. Pak Firman adalah orang kepercayaannya,berkat Pak Firman orang-orang Kenan bisa dengan mudahnya mengawasi pengerakan musuh, yang selama ini mengancam Serena.
Karna itulah,Kenan dengan mudah mengetahui setiap pengerakan penghuni Rumah Megah itu. Tentu Saja masih ada 1 orang lagi yang berada di pihaknya.
" Bukankah itu Helena ? ,, bersama siapa dia ? sedang apa dia disini ? " Gumam Serena,pasalnya kini tengah melihat Helena berjalan dengan seseorang memasuki TPU.
"Pak berhenti " Perintah Serena , rasa penasaran membuatnya ingin mencari tau apa yang di lakukan Helena.
"Tunggulah disini , aku akan segera kembali " Serena terburu-buru membuka pintu mobil.
" Tapi Nona....?"
" Hanya sebentar " Serena segera berlari masuk
" Ke arah mana mereka pergi ? haisss apakah aku terlalu lama ?" Celingak-celingguk Serena setengah berlari , kehilangan jejak mereka.tiba-tiba
Brukkkk
"Aagkkhhh " Badan mungil Serena menabrak sesuatu yang keras, membuat keningnya merasakan Sakit dan terhuyung kebelakang.
"Kau baik-baik saja Nona..? " yang di tabrak Serena, tak lain adalah badan kekar seseorang.
"Ya Tuhan....Cantik Sekali " Sorak seseorang itu dalam hati.Seketika jiwa Casanovanya meronta-ronta.
"Astaga apa badanmu yang menabrakku tadi ? Kenapa terasa sangat keras sekali .? lihatlah karna dirimu menghalangi kau jalanku , aku semakin kehilangan jejak mereka kan... " Cerocos Serena Kesal , mengusap usap keningnya yang sedikit memerah.
__ADS_1
" Untuk apa masih berdiri di sini.. Cepat menyingkir , membuat kesal saja " Serena masih terus mengomel, mendorong badan Kekar di depan nya,dan pergi begitu saja.
" Kenapa jadi dia yang marah . Bukankah dia yang menabrakku tadi ? lagi pula untuk apa berlari celingak-celinguk kesana kemari di tempat seperti ini.. Apa dia pikir Ini tempat bermain..?"
"Tunggu-tunggu...mengapa dia pergi begitu saja , mengabaikanku. Ya tuhan... Apakah ke tampananku Sudah berkurang sekarang ?,hingga dia tidak memandangku. Aku harus meminta Jack untuk membawakanku cermin , aku harus memastikanya sendiri. " Pria itu kini tengah seperti orang gila , berjalan komat kamit tidak jelas.Mengabaikan tukang pembersih makam yang kini tengah menatapnya.
"Jack...." Teriak pria itu memanggil seseorang
" Uhukk uhukk byurrr ." Jack tersedak, saat mendenggar suara melengking meneriakinya.
Seketika cup minuman itu lepas dari gengammannya.
"Sial "Umpat Jack dalam hati
" Jack...." Suara itu kembali melengking
" Ya Tuan "
" Ya Tuhan . Ada apa denganmu Jack ? Siapa yang membuatmu begitu kesal ? Apakah Mama memarahimu lagi ?" Tanya pria itu begitu melihat wajah sang asisten sangat masam tak sedap di pandang.
" Bu bukan Tuan.."
" Cih tak sadar diri ,jelas-jelas kau sendiri Tuan yang membuatku begini. Kau tau ? kopi itu Kopi terahir uang aku beli di kedai sebrang.Demi mendapatkan kopi itu, aku harus mengantri 30 menit, berdesak desakkan . Belum aku menikmatinya sudah lepas , raib begitu saja karna suaramu yang melengking itu " Sambung Jack dalam hati.
" Ahh sudahlah lupakan... Jack cepat ambilkan aku cermin.." Perintahnya dengan se enak jidat.
" Cermin.. Untuk apa Tuan " Rasa penasaran Jack membuatnya bertanya.
" Tentu saja untuk bercermin, kau ini bagaimana...Tapi jika kau mau Aku bisa memukul kepalamu mengunakan cermin,biar otakmu itu sedikit cerdas..Cepat ambilkan aku cermin " Perintahnya lagi
" Benar juga...Aku tidak pernah membawa cermin. Sudahlah. Jack .Coba lihat aku baik-baik sekarang apakah ada sesuatu di wajahku ..? Apakah kulit di wajahku sedikit hitam ..? Apakah ada yang aneh di wajahku ? Apakah ketampananku berkurang " Tanya pria itu dengan memeganggi wajahnya
"Hah.. "
"Apakah sekarang Tuanku sudah gila .? Apakah baru saja Tuanku ke sambet setan makam ini ..? Ya Tuhan mengapa bulu kuduk ku merinding " Jack menelan salivanya bergumam tidak jelas, melihat gelagat majikannya.
"Jack.. Mengapa tidak menjawabku ? Cepat katakan apakah ketampananku berkurang ?" Ucap pria itu masih dengan pertanyaan yang sama.
" Tidak berkurang sedikitpun Tuan . Masih tampan seperti biasanya , bahkan setelah saya lihat lagi ketampanan Tuan lebih terpancar hari ini " ucap Jck semanggat , berusaha menjilat majikanya.Tentu saja dengan harapan bisa mendapatkan bonus bulan ini.
" Benarkah ?.. Tapi mengapa dia tidak memandangku sama sekali ?" tangannya menyanga dagunya,dia berpikir keras.
" Dia.. Dia siapa Tuan ? " Tanya Jack , pasalnya kejadian tadi Jack tidak mengerti apapun
" Tentu saja wanita yang menabrakku tadi Jack ? siapa lagi kalo bukan wanita itu ?yang aku maksud .Kau ini memang tidak mengerti apapun Jack , sangat payah, Jack kita ini sudah di Indonesia. Tapi mengapa otak kecilmu itu kau tinggalkan di Paris." Omel pria itu kini tengah habis-habisan membully asistennya.
" Hah " Rahang Jack terbuka lebar,mencerna setiap omelan majikanya itu.
"Mengapa jadi aku yang di bully di sini .? tentu saja aku tidak mengerti wanita yang kau maksud Tuan. Kau sendiri yang memintaku menunggu disini, bagaimanapun aku memang selalu salah dan kau yang Maha BENAR. Tuan " Jack mengerutu di dalam hati.meratapi nasibnya yang selalu di salahkan.
" Jangan mengerutu Jack.. Aku sangat mengerti apa yang sedang kau pikirkan
di otak kecilmu itu. Cepatlah kita pulang sekarang. Mama Sudah menungguku ... Aku ingin lihat wanita mana lagi yang akan di jodohkan denganku." Begitu menginjakan kaki di Tanah Air, sang Mama sudah mengatur temu janji dengan seorang wanita. Tentu saja hati sang Casanova tidak bisa menolak nya kan.
" Tak sadar diri jelas jelas dari tadi kau yang mengulur waktu Tuan, membuatku tidak bisa menikmati kopiku" Jack mengerutu mengusap kasar wajahnya , masih tidak rela kopi yang di dapatkan susah payah telah habis tumpah di tanah makam yang sekarang, tengah menjadi santapan semut-semut hitam itu.
__ADS_1
"Jack " Teriaknya dari dalam mobil
" Ya Tuan aku datang.. " Jack berlari menuju kursi kemudi
***
Tak terasa malam yang di tunggu-tunggu dua keluarga ternama itu pun tiba.Tentu saja mereka sangat antusias menanti malam ini,
senyum cerah tidak bisa di sembunyikan dari wajah pria paruh baya yang masih terlihat tampan dan segar itu . Siapa lagi kalo bukan Reza Dharmawangsa,pasalnya kelancaran pertemuan ini,sama dengan kelancaran rencana untuk masa depannya.
Namun berbeda dengan wanita cantik yang masih bermalas-malasan, yang tangah berada di ruangan pribadinya siapa lagi kalo bukan Serena.
" Mengapa malam cepat sekali tiba.Tidak bisakah waktu berhenti sekarang. " Wanita cantik berbalut gaun merah muda dengan model tanpa lengan itu,telah dengan malas menyisir rambut panjangnya.
Yah ! Setelah menabrak pria menyebalkan tadi. Serena benar-benar kehilangan jejak Helena,ahirnya dia memutuskan melanjutkan tujuan utamanya yaitu Caffe.
Menghabiskan 2 Jam di Caffe untuk bertemu 2 sahabatnya Alex dan Dinda.Mereka pun membahas Foto yang di berikan Serena sebelumnya ,namun sayang mereka belum menemukan petunjuk. Pasalnya menurut imformasi kecelakaan itu tidak ada saksi sama sekali.Tentu saja itu tidak benar, karna kejadian itu sudah di sabotase oleh pihak terkait.Alex masih membutuhkan banyak waktu untuk menggali petunjuk lebih lanjut. Mengingat Kecelakaan itu terjadi sudah sangat lama ,itu lah salah satu alasan yang membuat mood Serena semakin buruk.
Tok...Tok
" Kakak..Turunlah mereka sudah datang.." Helena mengetuk pintu kamar Kakaknya
"Huh Baiklah.." Serena menghela nafas panjang,dia tidak bisa menghindar .Semua ini memang harus dihadapinya.
Ceklekkk
Tak tak tak...
Langkah kaki Serena terdengar jelas,seketika semua penghuni ruangan megah Keluarga Dharmawangsa. Itu pun menoleh ke arah suara,langkah anggun Serena pun membuat Semua kagum. Tentu saja ada seseorang yang menatapnya dengan sinis,siapa lagi kalo bukan Helena kan.
" Maaf membuat semua menunggu lama..." Suara lembut Serena membuat mereka semua tersadar.
"Kau... " Pria itu bangkit dari sofa, ada rasa tidak percaya Wanita yang di jodohkannya adalah wanita yang mengabaikanya beberapa jam yang lalu.
" Kalian sudah saling mengenal...? " Tanya Nyonya Ariston, sedikit terkejut dengan tingkah Putra kesayanganya .
" Sudah.."
" Belum.."
Mereka menjawab dengan bersamaan.
"Hah " binggung mereka.
" Tidak masalah. Sayang perkenalkan mereka Keluarga Ariston...Tuan Victor Ariston , Nyonya Anita Ariston.. dan ini Putra tunggalnya Marvin Ariston. Ini adalah Serena Dharmawangsa Putri Pertamaku " Reza tersenyum mengembang memulai perkenalan itu.
" MARVIN ARISTON "
TBC
Haiii...
Selamat membaca...
Mohon dukungan Like dan komennya ya 😊
__ADS_1
Mohon Maaf bila masih banyak salah kata , banyak typo. ini novel pertamaku 🙏🙏🙏