Cinta Seorang Serena

Cinta Seorang Serena
Aku Putri Angga Dharmawangsa


__ADS_3

Malam terasa begitu Sunyi. Di ruangan luas dan Mewah terlihat seorang pria tampan yang terdiam namun banyak hal yang yang tengah di pikirkanya saat ini. menjadi penderitaan tersendiri bagi pria tampan itu Melihat Wanitanya Dengan keadaan sangat buruk.


Berbagai cara Ken lakukan untuk membuat Serena tenang Kembali, bukan mudah menenangkan Serena saat keadaannya seperti ini.Setelah Merasa tenang dan Nyaman Ahirnya membuat Serena tertidur pulas.


Ceklek


Kedua pria yang sejak tadi hanya menguping di depan kamar pun saat ini memberanikan diri masuk, merasa tidak mendengar suara tangisan Serena dari dalam kamar.


"Apakah dia sudah tenang ?" Tanya William, berjalan mendekati Ken dengan satu tangan di saku celananya.


"Aku tidak bisa melihatnya seperti ini Will. lihatlah dia sangat polos seperti bayi saat tertidur " Senyum di wajah pria tampan itu terpancar. saat melihat Wanita yang di cintainya tertidur pulas.


"Aku kecolongan kali ini Will..Aku pria brengsek tidak bisa menjaganya. Aku tidak bisa membayangkan bagaimana jika aku telambat sedikit saja Aku.." Lirih Kenan seketika suaranya tercekat di tenggorokan memikirkan kejadian tadi.


Dokter Muda itu memegang Pundak Sahabatnya.Seperti menyalurkan kekuatan pada pria yang berada di dalam penyesalan itu.


"Mike . Peritahkan Gerry untuk menjaga Serena, Aku mau Gerry Sendiri yang turun tangan. jangan biarkan Pria brengsek itu mendekati Serena." Titah Kenan melirik Adik angkatnya yang sejak tadi diam di Sofa menyimak percakapan mereka.


"Baik Kak."


"Tidak kah ini berlebihan Ken .Gerry.."


Ucapan William terpotong.


"Tidak Ada yang berlebihan jika menyangkut Serena. hanya Gerry yang bisa ku percaya Kemampuan Gerry selama ini belum pernh mengecewakanku. Dengan adanya Dia di sisi Serena Sedikit membuatku merasa tenang, untuk sekarang aku belum bisa selalu bersamanya." Tegas Kenan, menjelaskan panjang lebar.


***


Matahari pagi telah menampakkan sinarnya.Semburat Cahayanya belum terlalu terang, namun Cahayanya Cukup untuk menyinari Kamar tidur luas yang berisi Wanita Cantik yang masih terbungkus Selimut putih lembut.


Wanita itu baru saja membuka matanya, dari tidur nyenyaknya semalaman.Kini menyenderkan kepalanya di dinding Ranjang ukuran King Size itu.


"Ya Tuhan dimana ini ." Ucapnya dengan suara Serak.Pandangannya melihat sekeliling Kamar.


"Ken. Apa aku di kamar milik Ken. Aku ingat semalam sedang bersamanya." Ucapnya lagi mencoba mengingat apa yang terjadi.


Ceklek


Pintu Terbuka menampilkan Pria tampan dengan Wajah yang terlihat lebih segar dan senyum mengembang itu. membawa Nampan berisi Sarapan milik Serena.


"Selamat Pagi Nona.." Sapa Kenan melangkah maju.

__ADS_1


"Ken. ini kamarmu ?" Tanya Serena dengan Wajah Polos


"Haha Tentu saja ini Kamarku Nona. Bagaimana Apa Tidurmu nyenyak semalam ?" Ken tergelak Mendengar Pertanyaan Serena yang menurutnya konyol.


Serena menganguk Mengiyakan.


"Baiklah Habiskan sarapanmu dan minum obatmu ." Sambungnya lagi.


"Obat ?"


"Sebenarnya bukan Obat hanya Vitamin Saja.Semalam William Memberikannya padaku. memintamu untuk meminumnya."Jelas Ken lembut melihat tatapan bingung Serena.Tanganya menyelipkan rambut Serena ke belakang telinganya.


"William. Ah Apa Aku melupakan sesuatu Ken. Aku tidak menginggat apa pun tentang semalam ?"Tanya nya lagi. Serena menyipitkan matanya.


"Huh Syukurlah dia tidak menggigatnya. Aku sudah ketakukan setengah mati. Takut Serena akan Histeris seperti semalam, Trimakasih Tuhan " Batin Ken di dalam hatinya merasa lega.


"Ah Sudahlah Jangan di pikirkan . Ayo habiskan Sarapanmu." Ken mengibaskan tangannya , Menyuapkan Serena Tim ayam komplit dengan sayuran di dalamnya.


"Ken Apa yang terjadi semalam ? mengapa Aku bisa di sini. Aku hanya menggingat Marvin membawaku Secara paksa, dan melihatmu memukulinya Aku tidak mengingat yang lain lagi."


"Semalam kau tak sadarkan diri dan aku tidak bisa membawamu Ke Kediaman Dharmawangsa. itu sebabnya Aku membawamu kesini ." Kenan mencoba menceritakan kejadian Semalam. tentu saja tidak semuanya.


Tangan Kenan menyeka lembut membersihkan sisa Makanan yang ada di bibir Serena.


"Ya Serena .di masa depan kau tidak boleh Berada di dekatnya, Kau harus menghindarinya.Marvin tidak sesederhana yang terlihat, kau harus selalu mengingat ini Serena." Tegas Kenan


"Hem Aku juga tidak ingin bertemu denganya Ken." jawab Serena mengangguk.


"Ken Aku tidak bisa berada di sini terlalu lama. Aku harus pulang."


"Ya habiskan Sarapanmu dan bersihkan dirimu. Aku Yang akan mengantarmu." Kenan Mengelus pucuk Kepala Serena.


***


Waktu sudah menunjukan pukul 10.00 Sesuai janji Kenan. Dia mengantarkan Serena kembali ke Kediaman Dharmawangsa. Hari ini Kenan Melewatkan Rapat paginya dan meminta Mike mengantikannya.


" Kau yakin Memintaku mengantarnya hanya sampai di sini ?" Tanya Ken. Pasalnya tepat yang di minta Serena masih sedikit Jauh dari Kediaman Dharmawangsa. Namun Pagar Kediaman Mewah itu Sudah terlihat dari mobil Kenan Saat ini.


"Ya ken. jika kau mengantarku sampai sana orang Papa bisa melihatnya. Dan Aku tidak mau itu terjadi ." Ucap Serena menunjuk Kediaman Mewah itu.


"Huh Serena Setelah mengetahui Semuanya. Apa kau tidak ingin Segera keluar dari rumah itu.?" Tanya Ken bicara dengan hati hati.

__ADS_1


"Aku ingin pergi Ken tapi..." Ucapan Serena mengantung. padanganya menunduk.


"Baiklah jangan di pikirkan. Masuklah ." Kenan tau untuk saat ini Serena tidak ingin membahas Masalah itu.


Sebelum Serena turun seperti biasa Kenan mencium Keningnya. Entah mengapa Serena Selalu menyambutnya dengan senang hati. walaupun awalnya Canggung tapi perlahan Serena menjadi terbiasa dengan itu. Nyaman dan tenang yang di rasakanya.


Setelah Serena benar benar Masuk Pagar Kediaman Mewah itu.Hanya pada saat itulah Kenan melajukan Mobil meninggalkan tempat itu.namun sebelum itu Kenan memberi perintah pada Gerry untuk mengawasi Serena.


Serena melangkah masuk ke Ruang Utama Rumah yang selama ini di tempatinya.Banyak kenangan Manis yang di dapatkanya di rumah ini.Walawpun Perlahan kenangan manis itu berganti dengan kenyataan pahit yang harus


di terimanya Ahir ahir ini.


Sulit bagi Serena terus bertahan disini.Serena memejamkan mata Sebentar menarik nafas panjang.Seakan mencari kekuatan untuk menghadapi Apa yang akan terjadi.


"Dari mana Saja Kau ." Suara tegas mengelegar menyeruak ke telingga Serena.


"Sudah ku duga " Batin Serena


"Kau tidak ingin Menjelaskan Sesuatu Serena ?" Teriak Reza


" Apa Kau Akan mempercayaiku Papa ?" Jawab Serena Tenang.


Plakkkk


"Kurang Ajar. Aku membesarkanmu bukan untuk menjadi Wanita Murahan Serena. Kau Adalah Wanita terhormat tapi tidak kembali sepanjang malam." Teriaknya lagi.


Serena menatap Reza dengan tatapan sinis.Tangannya memegang pipi Memar karna tamparan Reza.


"Kau memang membesarkanku Pa dan Suatu Saat Aku Akan membalasnya. Tapi Kau jugalah yang membuatku Menjadi Anak Yang menyedihkan.Kau membuatku kehilangan Kedua Orang Tua ku ."Jawab Serena lirih Suaranya bergetar.


Deg---


"Apa Maksudmu ?"


"Aku bukan Putri Reza Dharmawangsa. Aku adalah Putri Angga Darmawangsa." Teriak Serena.Air mata Serena mengalir Deras menatap Reza Dengan kilatan kebencian bersamaan dengan Cinta dan kasih sayang yang masih ada.


TBC


Hai....


Selamat Membaca...

__ADS_1


Mohon dukungan Like dan komennya ya.Jangan lupa di masukan ke yang Ter Favorit


Mohon Maaf bila Masih ada salah kata dan typo ini novel pertamaku 🙏🙏🙏


__ADS_2