
"Nona..." Teriak Bibi May panik.
"Aghh...Panas.." Serena meringis kesakitan meniup tangannya yang sudah memerah,kedua mata berkaca-kaca.
Saat mengoreng ayam,wanita itu begitu ceroboh.Ketika tubuhnya ingin berbalik,Serena begitu sembrono,hingga tangannya dengan tidak sengaja meyenggol sutil kayu yang masih berada di pengorengan.Menyebabkan minyak panas itu tumpah mengenai tangan mulusnya.
Begitu panas dan perih yang di rasakannya,tidak lama kemudian tangannya berubah memerah.Sunguh menyakitkan,dapur mewah itu heboh karna kejadian ini,Kepala pelayan yang di belakang Serena berteriak.Menyebabkan pelayan lain berlari ke arah dapur.
"Cepat ambilkan kotak obat.." Perintah Bibi may.
"Apa yang terjadi...?" Suara bariton Kenan,mengagetkan mereka semua.
Kenan tengah selesai mandi dan berniat mencari istri tercintanya,baru saja tangannya meraih gagang pintu kamar,pria itu terkejut mendengar teriakan kencang istrinya.Tanpa pikir panjang Kenan berlari menuju dapur rumahnya.
Hatinya berdebar,memikirkan apa yang terjadi pada istrinya.Dugaannya terbukti saat mendengar teriakan Bibi May,meminta di ambilkan kotak obat.Dan benar yang di lihatnya sekarang,istrinya sedang duduk di lantai meringis menahan sakit.Bahkan istrinya sampai menangis,perasaan Kenan campur aduk melihat keadaan istrinya seperti ini.
"Sayang..." Teriak Kenan panik,berlari menghampiri istrinya.
Deg---
Sejak tadi wanita itu fokus meniup tangannya yang terluka,sehingga tidak mendengar sama sekali suara suaminya pertama kali.Tapi sekarang begitu Ken berteriak,Serena baru menyadarinya.Jantungnya berdetak cepat,ketakutan akan kemarahan suaminya itu.
"Sayang.." Isak Serena, berlari memeluk suaminya.Ada apa dengan Serena ? tiba-tiba memeluk suaminya di depan para pelayan.
"Kau terluka..? Tanya Kenan melunak,sebenarnya dia ingin memarahi istrinya karna begitu ceroboh.Mengingat istrinya terisak dan memeluknya,membuat pria itu merenungkan niatnya kembali.
Kenan mengusap lembut rambut istrinya,sesaat kemudian melepas pelukan istrinya dan menelisik seluruh tubuh istrinya.Dia ingin tau bagian mana ? tubuh istrinya yang terluka.
"Huuhhhhh...Bagaimana kau bisa mendapatkan luka separah ini Sayang ? mengapa begitu ceroboh." Pria itu membuang nafas kasarnya,dia tidak bisa membayangkan.Betapa panasnya tangan istrinya yang memerah ini,dan ini bukan hanya luka kecil.Pantas saja istrinya sampai menangis.
__ADS_1
"Aku tidak tau,akan seperti ini...Bagaimana kalau nantinya akan meninggalkan bekas luka Sayang ?" Serena terisak kembali,menengelamkan wajahnya di dada bidang suaminya.
Kenan mengendong istrinya dan membawanya ke kamar,hatinya sakit melihat istrinya terluka.Inilah salah satu alasan,untuk tidak membiarkan istrinya memasak.Kenan sangat tau jika istri cantiknya ini sangat ceroboh.Dia mengerutuki dirinya sendiri karnanya,mengapa dirinya bisa kecolongan pagi ini ? Sampai tidak menyadari,istrinya menyelinap ke dapur dan memasak.
"Kirimkan kotak obat ke kamar." Titah Kenan dengan suara tegas, menatap tajam semua pelayannya.Dia juga tidak bisa menyalahkan semua pelayannya,Ken tau betul, Serena yang memaksa untuk memasak.
Yang membuat pria itu kesal,setidaknya mereka bisa menjaga istrinya setiap bahaya berada di sisi istrinya.Apakah melakukannya mereka bahkan tidak mampu ?.
Semua pelayan,merasa sangat bersalah.Mereka merasa tidak berguna, tidak bisa melindunggi Nona Mudanya dari bahaya.
"Ayo...Bereskan semua ini."Ajak Bibi May.
***
"Sssttt..."Serena mendesis,saat tangannya di oleskan salep dingin suaminya.
"Kau masih ingin memasak lagi setelah ini ?" Tanya Kenan lembut,dia tau istrinya ini wanita yang tangguh.Tapi siapa yang tidak akan kesakitan,jika mengalami luka seperti ini.
"Aku hanya ingin memasak untuk suamiku..Bahkan ini pertama kalinya aku melakukannya,tapi aku gagal.."Lirih Serena,apa dia begitu tidak berguna ? hingga memasak saja,menjadi seperti ini.
"Apa yang kau pikirkan ?"Tanya Kenan,memegang lembut dagu istrinya, menghapus sisa air mata di pipi mulus istrinya.
"Apa aku menuntut untuk itu ? Sayang, aku menikahimu bukan untuk membuatmu memasak.Ada banyak pelayan disini yang bisa melakukannya,dan aku melarangmu bukan karna aku tidak ingin memakan masakan istriku...Sama sekali bukan, Sayang..Aku melarangmu,karna aku tidak mengiginkan istriku terluka seperti ini.Hatiku sakit melihatmu terluka Serena...Aku ingin menjagamu sebisa ku,bukan untuk membiarkanmu terluka seperti ini." Kenan menjelaskan dengan lembut,Memeluk erat istrinya.
"Maafkan aku..."Serena terisak,dia yang tidak mengerti cinta yang di tunjukan suaminya.
Hatinya menghangat,mendengar penjelasan suaminya.Serena merasa menjadi wanita yang beruntung,bisa mendapatkan cinta yang seperti ini.Dia berjanji tidak akan melepaskan suaminya,Kenan adalah miliknya ! hanya miliknya.
***
__ADS_1
Setelah mencemaskan keadaan istrinya,Kenan tidak bisa diam melihat kulit tangan istrinya yang mulai mengembung,dengan cairan bening di dalam gembungan itu.
Hatinya semakin cemas memikirkannya,Kenan segera menghubungi Willian.Memintanya,membuat temu janji dengan Dokter kulit siang ini.Sesaat setelahnya Dokter muda itu memberitau,Kenan untuk datang ke rumah sakit bersama istrinya.
Kenan pun bersemanggat mendengarnya,dia tidak ingin berlama-lama melihat istrinya kesakitan.Ken membangunkan istrinya dan mengajaknya ke rumah sakit.
"Apa tidak bisa besok saja Sayang ? Aku masih mengantuk."Protes Serena,setelah semalaman di hajar habis-habisan oleh suaminya.Dan bahkan Serena rela bangun pagi untuk memasak,sekarang setelah lelah dan berhasil tertidur.Justru dengan paksa di bangunkan suaminya,dan mengajaknya ke rumah sakit.
"Tidak Sayang...Aku tidak akan menunggu lama untuk masalah lukamu." Kenan mengelus kepala istrinya,yang berada di pangkuannya.
Istri tercintanya belum mau terbangun,dengan terpaksa Ken mengendongnya.Membawanya ke mobil dan menidurkan kembali di pangkuannya.
"Ayo bangun..Kita sudah sampai."Kenan menepuk bahu istrinya lembut,melihat istrinya masih memejamkan mata,Kenan tersenyum lebar.
"Sayang..."Pangilnya lagi.
"Gendong."Jawab Serena dengan malas,dia merentangkan tangannya ke atas,dengan mata terpejam.
"Baiklah.."Melihat kemanjaan istrinya,tentu saja membuat pria itu sangat senang.Kenan ingin selalu seperti ini dengan istrinya.
Kenan berjalan menelusuri koridor rumah sakit,dengan mengendong istri tercintanya yang masih tertidur pulas.Kenan tidak memperdulikan tatapan para perawat dan penghuni rumah sakit,yang menatapnya iri sejak memasuki pintu rumah sakit tadi.
Pandangan pria itu hanya fokus kedepan,sesekali menatap lembut wajah istrinya dengan senyum mengembang.Sunguh,membuat siapapun melihatnya dengan iri
"Kakak..."
"Serena..."
TBC
__ADS_1
Baca juga novelku yang lain ya 🙏