Cinta Seorang Serena

Cinta Seorang Serena
Sandiwara Ibu dan Anak


__ADS_3

Dorr dorr dorr


"Mommy..." Teriak gadis kecil,mengedor pintu kamar Mommynya.Sejak tadi Mikha menunggu orang tua barunya di bawah.Tapi sepertinya batas kesabarannya sudah habis,dari sarapan tiba hingga hampir makan siang kedua orang tuanya masih belum muncul juga.


"Mikha.."Gumam Serena,saat ini dia sedang mengeringkan rambut basahnya.


"Oh ya ampun...Dasar anak nakal itu,dia sudah kembali." Ken tergelak,mendengar gedoran pintu itu.Siapa lagi yang berani melakukannya jika bukan anak nakalnya.


"Ini semua karnamu Ken...Kau membuat kita semakin terlambat."Protes Serena,bibir merahnya mengerucut ke depan.


Betapa tidak ? Saat di kamar mandi suaminya bahkan memintanya lagi.Rencananya untuk berendam gagal sudah,betapa kuat stamina suaminya itu.Hingga tidak merasakan lelah sedikit pun.


"Ha ha...Maaf sayang.Aku mencintaimu.." Tawa Ken pecah memeluk istri cantiknya,sangat menggemaskan.Melihat istrinya sedang marah.


"Baiklah...Ayo kita turun,aku tidak mau di salahkan Mama karna membuat menantunya kelaparan." Ledek Kenan mencubit hidung mancung istrinya.


Dia tau saat ini istrinya sedang kelaparan.Karna dirinya istrinya tidak hanya melewatkan makan malamnya,tapi juga sarapan paginya.


Ajakan Kenan,mendapatkan anggukan dari Serena,benar dia benar-benar merasa lapar.


Ceklek


"Oho...Lihat..Mommy bahkan melupakanku,setelah menikah dengan Om Daddy."Kesal Mikha,tangan kecilnya bertolak pinggang.Menatap kesal Mommy dan Daddynya.


"Daddy sayang...Mulai sekarang panggil Daddy saja oke.." Sahut Kenan,merengkuh gadis kecil yang sedang marah.Membawanya ke dalam gendongannya.


"Turunkan aku...Aku sedang marah." Tolak Mikha berontak,dia masih marah saat ini ingat itu.Mereka harus berusaha keras untuk membujuknya oke pikir Mikha.


"Sayang...Kau tidak akan memaafkan Mommy ?" Tanya Serena dengan expresi sedih yang di buat-buatnya.


Dia sudah mengenal Putri nakalnya ini,Serena tau jika saat ini anak nakalnya sedang bersandiwara.Seolah sedang marah,yang sebenarnya Mikha hanya membutuhkan perhatian mereka saja.Beberapa hari ini perhatian mereka teralihkan,karna sibuk mempersiapkan pernikahannya.


Mikha masih tidak menangapi pertanyaan dari Mommynya,bibir mungilnya masih tertutup sangat rapat.Dalam hatinya dia tidak akan tega melihat Mommy tercintanya bersedih seperti ini.Namun Mikha berusaha bertahan demi,ingin menuntut syarat dari kedua orang tua itu.

__ADS_1


"Mikha tidak akan memaafkan Mommy ?" Tanya Serena lagi,kini bukan hanya expresi sedih lagi yang di perlihatkannya.Tapi dengan air matanya sudah mulai keluar dari sudut matanya.


"Ya Tuhan...Pintar sekali istriku ini berakting." Batin Kenan.


Melihat gelagat istrinya yang berpura-pura membuatnya hampir tertawa,tapi tentu saja di tahannya.Tidak ingin merusak akting sempurna istrinya di hadapan anak nakalnya.


"Ah Mommy...Ini tidak adil,Mikha yang harusnya marah kan ? Mengapa jadi Mommy yang menangis." Ucap Mikha,sudah tidak bisa tahan lagi melihat Mommynya menangis.Jadi dengan terpaksa Mikha harus memaafkan mereka tanpa syarat kan.


"Berhasil..." Girang Serena dalam hati.


"Jadi Mikha memaafkan Mommy..?" Serena berbinar.


"Hemm " Jawab Mikha bibir mungilnya cemberut.


"Ah sayang Mikha baik sekali...Mommy mencintaimu." Ungkap Serena girang,dia menciumi pipi gembul Putrinya dan memeluknya.


Mikha yang masih berada di gendongan Daddy nya pun membalas pelukan Mommynya,kekesalan yang ada sebelumnya sudah lenyap entah kemana.


"Aku akan menjaga kalian dengan kedua tanganku sendiri." Janji Ken dalam hati.


"Baiklah...Ayo kita turun." Ajak Kenan


" Ayo..." Jawab Ibu dan anak itu bersamaan.


***


Saat ini Keluarga Dharmawangsa telah berkumpul di ruang keluarga,ada 4 orang yang berada di ruangan itu.Suasana masih terasa hening,belum ada yang membuka suara dari orang-orang itu.Exspresi wajah mereka terlihat serius,kerutan di dahi mereka juga terlihat.Jelas jika ada suatu masalah yang membuat mereka seperti ini,dan pastinya masalah ini tidak mungkin sederhana kan.


"Pa..." Suara serak Helena,memecah keheningan itu.Gadis manja itu masih menangis manja di lengan Papanya.


Suasana hatinya masih buruk saat ini,gadis manja itu belum bisa menerima kenyataan yang baru saja di ketahuinya.Itu sebabnya Helena meminta Papa dan Pamannya untuk membantunya.


"Tenanglah sayang..Jangan menangis lagi.Serahkan semuanya pada Papa...Kami yang akan mengurusnya." Bujuk Reza menenangkan,mengelus rambut panjang Putrinya.

__ADS_1


Hatinya merasa teriris,saat melihat keadaan Putrinya seperti ini.Dan ini semua terjadi karna Anak itu,rahang Reza mengeras.Api kemarahan bergejolak di hatinya,terdapat penyesalan yang di rasakannya.


"Harusnya...Aku melenyapkannya,bersama denganmu Kak." Batin Reza.


"Bagaimana Papa akan mengurusnya ? Bahkan mereka sudah menikah Pa..? Tanya Helena ragu,dia tidak tau lagi apa yang akan di lakukan Papanya.Bukankah semua sudah berahir,posisi menantu satu-satunya di Keluarga Anderson.Sudah terlepas dari genggamannya.


"Ha..Ha kau meremehkan Papa sayang." Reza tertawa hambar.


"Papa bisa melakukan semuanya untukmu Helen..Dulu bahkan juga sekarang.Papa akan menjungkir balikan mereka hanya untukmu sayang." Ucap Reza percaya diri.


Di masa lalu bukankah Reza sudah melakukan segalanya untuk tujuannya.Maka sekarang pun dia juga bisa melakukannya lagi kan,tidak peduli apapun itu.Untuk Putrinya dia akan menempuh jalan apapun itu.


"Kau hanya perlu percaya pada Papa saja Helen...Kau mengerti." Sambung Reza.


"Iya Papa..." Jawab Helen,dia tau seperti apa Papanya ini.Tidak ada alasan untuk tidak percaya padanya.


***


Canda tawa menghiasi meja makan Keluarga Anderson,mereka saling bertukar cerita.Makan siang kali ini terlihat sangat berbeda,selain pasangan Pengantin baru itu,si gadis kecil Mikha juga membawa pengaruh besar untuk keceriaan yang terjadi siang ini.


Kebahagiaan terlihat di setiap wajah penghuni meja makan itu.Serena sangat menikmati suasana hangat ini,sudah lama sekali dia tidak merasakan kehangatan semacam ini.


"Mama dan Papa akan membawa Mikha ke London." Ucap Nyonya Clara.


"Oma pasti akan sangat senang jika bisa mengenal Mikha..Apa kau keberatan sayang ?" Tanya Nyonya Clara,menatap menantunya.


Dia yakin jika Serena tidak akan keberatan,namun bagaimana pun dia harus membicarakannya pada Serena terlebih dulu.Menginggat saat ini menantunya lah yang bertanggung jawab atas Mikha.


TBC


Mohon maaf ya 😊 untuk beberapa hari ini up nya tidak rutin.


Karna kesibukan dan anak sudah mulai sekolah 🙏

__ADS_1


__ADS_2