Cinta Seorang Serena

Cinta Seorang Serena
Sangat Menggemaskan


__ADS_3

Saat ini Serena tengah berada di balkon kamar miliknya.Betapa tidak ? Masion utama Keluarga Anderson kembali sepi,kedua mertuanya telah memutuskan untuk kembali ke London hari ini.Mereka tidak hanya pergi berdua saja,tapi juga membawa Mikha bersamanya.


Untuk pertama kalinya,Serena mengizinkan putrinya pergi jauh darinya.Ini bukan hal yang biasa untuknya,ada rasa kehilangan di dalam jiwanya.Serena bisa saja melarang anak nakalnya itu pergi,tapi dia tau jika kepergiaan Mikha,juga penting untuk anak seumurannya.


Serena tidak ingin membatasi ruang gerak Mikha,dengan membuatnya tetap berada di rumah.Dalam hatinya yakin jika Mikha akan sangat bahagia dengan perjalanannya kali ini,tentu saja.Serena menyungingkan senyuman mengingat mimik wajah lucu Putrinya saat berusaha membujuk dirinya.


"Sangat mengemaskan..." Gumam Serena tersenyum.


"Siapa yang sangat mengemaskan ?" Suara maskulin Ken,menimpali gumaman istrinya.


"Kau sudah selesai ?" Tanya Serena,tubuhnya berbalik menatap suaminya yang berjalan kearahnya.


" Siapa yang sangat mengemaskan ? " Ken mengulangi pertanyaannya lagi,berdiri di depan istrinya dan menatap wajah cantiknya.


" Mikha.." Lirih Serena menunduk,menyembunyikan kesedihannya.


Kenan pun mengerti jika istrinya sebenarnya berat melepas Mikha untuk pergi.Dia tau ikatan istrinya dan Mikha begitu dekat,sulit untuk di jelaskannya.


"Mengapa kau tidak melarangnya pergi ?" Ken meraih pinggang ramping istrinya,satu tanganya memegang dagu istrinya.


"Tidak mungkin aku menolaknya Ken..Kau lihat betapa bahagianya anak nakal itu ? Saat meminta izin padaku.Aku menghawatirkannya,aku tidak bisa lama berada jauh darinya.Tapi aku tidak bisa egois kan ?" Serena menjelaskan,tidak ada ikatan darah di dalam hubungan mereka.Tapi untuk memilikinya apakah aku begitu egois ? pikir Serena.


"Maka...Mari buatkan adik untuk Mikha,jadi saat kakaknya pergi untuk berlibur..Masih ada adiknya bersama kita." Canda Kenan mengedipkan matanya,menggoda istrinya.


Bug bug


"Ken.." Wajah Serena merona,tangan mungilnya mendaratkan pukulan ringan di dada bidang suaminya.

__ADS_1


"Aghh..Sakit Nona...Kau memukuli suamimu.." Ken berteriak,sekan benar-benar kesakitan karna pukulan ringan istrinya.Tentu saja hanya bercanda.


Ken tidak suka melihat istrinya terlalu lama bersedih,itu sebabnya dia menggoda istri cantiknya itu.Dan berhasil kan senyuman di wajah istrinya kembali tersenyum bahkan memerah seperti tomat,sunguh mengemaskan bukan.


Pria tampan itu menarik istrinya ke dalam pelukannya,pasangan bahagia itu saling memeluk erat.Serena menikmati wangi parfum di tubuh kekar suaminya.Dia sangat bahagia,Serena tidak meyangka akan menikah secepat ini.Dan akan mendapatkan suami sebaik pria yang di peluknya,andai saja orang tua kandungnya bersamanya pikirnya.


Sedetik kemudian pemikiran itu segera di tepis Serena,dia tidak ingin menghancurkan hatinya sendiri karna keinginan konyol nya.Bukan konyol, lebih tepatnya keinginan yang tidak akan pernah menjadi nyata.Karna pada kenyataannya mereka sudah tiada,itu lah yang Serena ketahui saat ini.


***


"Kau akan pergi ke Indonesia Sayang..? Tanya Surya pada istrinya,dengan suara penuh penekanan.


"Iya.." Jawab Saira singkat.


Saat ini Saira sedang mengemas baju-bajunya,memasukannya ke dalam koper besar yang telah di siapkannya.Dengan pertimbangan yang panjang,wanita paruh baya itu memutuskan untuk kembali beberapa waktu.


Banyak rencana yang sudah di pikirkan pria licik itu,tidak ada yang perlu di khwatirkan Surya.Di masa lalu tidak ada seorang pun yang mengetahui semua konspirasinya di masa lalu,karna semua bukti dan orang-orang yang terlibat sudah di singkirkan Surya dengan rapi.


"Tapi ingatlah dengan janjimu Saira ?" Surya mengingatkan,dia tidak akan mengkhawatirkan apapun.Pada ahirnya istrinya tidak punya keberanian untuk melawannya,dan dia sangat yakin untuk itu.


"Aku masih mengingatnya...Jangan Khawatir." Tegas Saira.


Di dalam hati Saira,sama sekali tidak ada niat melanggar semua sumpah dan janjinya pada pria yang telah menjadi suaminya itu.Saat ini Saira hanya ingin,melihat Putrinya dari jauh.Tidak akan melebihi itu,janji Saira dalam hati.


"Bagus..Aku percaya kau tidak akan mengingkarinya." Surya berpuas diri,penepuk kepala istrinya dan berjalan keluar.


"Aku tidak akan pernah melawanmu Surya." Batin Saira.

__ADS_1


***


Malam telah berlalu dengan sangat cepat,Bulan dan Bintang yang bersinar terang di malam hari.Sudah di gantikan dengan Matahari pagi,semburat cahaya indahnya menyinari Masion utama Anderson.


Setelah menikah,Kenan dan Serena memutuskan untuk tinggal di Masion utama.Sebenarnya Kenan sudah membangun istananya sendiri yang akan di tempatinya bersama dengan istri dan anaknya nanti.Namun untuk sekarang mereka belum ingin menempatinya.


Orang tua Kenan,meminta Putra dan menantunya untuk tinggal di Masion utama sementara waktu.Mengingat Masion utama sering di tinggalnya,karna kedua Orang tua Kenan lebih banyak menghabiskan waktu di London.Tentu saja pengantin baru itu tidak keberatan,Serena juga tidak menolaknya sama sekali.Wanita itu tidak terlalu memperdulikan,memutuskan dimana mereka akan tinggal.


Serena akan pergi kemana pun suaminya juga pergi.Pagi ini waktu masih menunjukan pukul 6 pagi,wanita cantik yang sudah berstatus istri itu.Sejak tadi sudah kerepotan,menyibukan dirinya di dapur mewah milik Keluarga Anderson.Sulit baginya untuk bisa terlepas dari pelukan erat suaminya,Serena harus bergerak pelan menyingkirkan tangan kekar suaminya yang memeluknya erat.


Dan ahirnya dia bisa,mengendap-endap menuju dapur untuk menyiapkan sarapan suaminya,ini pekerjaan pertamanya sebagai seorang istri.Serena cukup antusias untuk hal kecil ini,dia juga tau jika suaminya tau maka dia akan melarangnya dan terus memeluknya erat.


"Nona Muda...Biarkan kami yang meneruskannya." Bujuk Kepala pelayan,sejak tadi membujuk Nona Mudanya untuk berhenti.Tapi sama sekali tidak di hiraukan Nonanya.


"Bibi May...Apakah tidak bosan ? sejak tadi membujukku ?" Tanya Serena tanpa mengalihkan perhatiannya dari pengorengan di depannya.


Tangan putihnya terlihat membalik Ayam yang di gorengnya,Serena sangat geram sejak tadi kepala pelayan itu mengawasinya dan membujuknya untuk berhenti.Penolakan Serena pun tidak di hiraukannya,seakan Bibi May tidak mendengarnya.


"Tapi Nona...Jika Tuan Muda tau..?"


"Agh.." Pekik Serena.


TBC


Hai...


Mohon dukungannya ya,baca juga novelku yang lainnya 😊🙏

__ADS_1


__ADS_2