Cinta Seorang Serena

Cinta Seorang Serena
Siapa dia ?


__ADS_3

Setelah kembali dari rumah sakit,pasangan suami istri itu ahirnya kembali ke Masion Anderson. Mobil mewah yang di tumpangi mereka terlihat sedang berada di tengah kemacetan,jalanan Ibu Kota.Wanita cantik yang sejak tadi bermalas-malasan itu,dengan setia bersender manja di dekapan suaminya


Semenjak menikah Serena,menjadi sangat berbeda.Tidak ada lagi rasa malu , saat harus menunjukan kemesraan mereka di depan umum.Pada pria yang sudah menjadi suaminya,semakin kesini Serena merasakan cinta semakin besar untuk suaminya.


"Sayang..Aku sangat lapar." Rengek Serena Manja,kepalanya bersender di bahu kekar suaminya.


Kenan sangat menikmati kemanjaan istri tercintanya,memang ini yang di inginkannya sejak lama.Mendengar suara manja istrinya,tangan Ken berhenti,dari menggeser tombol-tombol gawai mahalnya.Sejak tadi dia membaca email yang di kirimkan Mike padanya.


"Bagaimana kalau kita berhenti di Restaurant langganan kita.." Tawar Kenan


"Setelah itu,kita akan ke kantor sebentar.Ada berkas penting yang harus di tanda tangani hari ini." Lanjutnya lagi.


"Hem..." Jawab Serena mengangguk,dia tidak terlalu peduli dimana akan makan.Lapar yang melandanya sudah tidak bisa di tahan lagi.


"Ke Restaurant xx Pak." Titah Kenan,pada supir pribadinya.


"Baik Tuan." Jawabnya patuh.


***


Tidak membutuhkan waktu lama,mobil mewah Kenan sampai di tempat tujuan.Pasangan suami istri itu turun dari mobil,terlihat Kenan membukakan pintu mobil untuk istrinya.Senyum di wajah Serena terpancar sempurna.


Mereka bergandengan tangan dengan mesra,memasuki pintu Restaurant.Banyak pasang mata,menatap pasangan pengantin baru itu,tatapan memuji mereka lontarkan untuk Kenan dan Serena.Tapi pasangan serasi itu hanya melangkah acuh dan tidak menghiraukannya sama sekali.


Kenan menuntun istrinya menuju ruang VIP,yang biasa di tempatinya.Betapa tidak ? saat Serena menyutujui untuk makan disini,Ken mengirim pesan pada Adiknya.Guna menyiapkan ruangan VIP untuknya dan istrinya,lengkap dengan hidangan favorite istrinya.Ken tidak ingin istrinya terlalu lama menunggu nantinya.


Memasuki pintu ruangan mereka di sambut ramah oleh pelayan.Kedua mata Serena berbinar,melihat meja terisi penuh dengan semua makanan fevoritnya,dengan semangat wanita itu menoleh ke arah suaminya.


"Kau sudah menyiapkan segalanya .." Pekik Serena,senyum manisnya menghiasi wajah cantiknya.


" Kau menyukainya..?" Tanya lembut Kenan,dia tidak mengira hal sekecil ini dapat membuat istri cantiknya begitu bahagia.


"Suka.." Girang Serena,tanpa malu melompat ke dalam pelukan suaminya.Kedua kakinya melingkar di pinggang suaminya.

__ADS_1


Tindakan spontan istrinya,membuat Kenan tidak siap dan terhuyung sedikit.Segera tangan kekarnya memeganggi pinggang istrinya memeluknya erat.Senyum menawan di wajahnya mengembang.


"Aku mencintaimu.." Ungkap Serena,moodnya membaik melihat perhatian suaminya yang menurutnya luar biasa.


"Kau harus membayarnya untuk semua ini Sayang." Bisik Kenan dengan senyum menggoda.


"Hah...Kau sudah sangat kaya Sayang, dan masih memintaku untuk membayar semua makanan ini...Issshh kau sunguh keterlaluan." Gerutu Serena,melepaskan diri dari tubuh kekar suaminya.


"Siapa yang memintamu membayarnya dengan uang ?" Ken bertanya,menatap wajah cemberut istrinya.


"Lalu ?"


"Tentu saja dengan yang lain..."Ken tergelak melihat wajah polos istrinya.


"Biar ku lihat bagaimana kemampuanmu malam ini Sayang."Bisik Kenan mengedipkan sebelah matanya,


Blusss


"Wajahmu memerah Sayang." Goda Kenan,menyelipkan helai rambut istrinya.


"Ken..." Serena memincingkan matanya.


"Haha..Sudah ayo makan,bukankah kau sudah kelaparan.?" Tawa Ken pecah,dia suka sekali menggoda istri cantiknya itu.


Keduanya menyantap hidangan yang tersedia di meja dengan hening,hanya dentingan sendok yang dapat di dengar dari ruangan itu.Serena sangat suka,semua makanan yang ada di sini.Dia pernah di ajak makan disini,saat selesai melakukan vitting baju pernikahan beberapa minggu yang lalu.


"Aku kenyang.."Ucap Serena,menyeka bibir merahnya dengan lap yang sudah di sediakan.


"Sayang..Aku ke toilet dulu." Izin Serena,beranjak dari kursi.


"Mau ku temani ?" Ken menawarkan diri.


"Tidak Sayang..Kau selesaikan makananmu,aku akan segera kembali." Tolak halus Serena,tersenyum lembut.Dan segera meninggalkan ruangan.

__ADS_1


Beberapa menit Serena selesai merapikan make up nya di toilet wanita,setelah mencuci tangan dan mengelapnya dengan tissu.Serena berjalan keluar,tanpa sengaja tubuh mungilnya menabrak seorang wanita dari arah depan.


Brukkk


Kedua tubuh yang bertabrakan itu terhuyung,tangan serena yang melepuh pun berbenturan dengan badan yang di tabraknya.Wajah Serena meringgis kesakitan.


"Aghk..Maaf Nona...Aku tidak sengaja,apa kau baik-baik saja?." Serena meminta maaf pada wanita yang baru saja di tabraknya.


"Apa kau tidak memiliki mata untuk melihat."Bentak kasar wanita itu,jelas dia tidak menerima permintaan maaf dari wanita yang di tabraknya.


Deg---


Mendengar bentakan wanita itu,Serena menatap wajahnya kedua matanya terkunci.Tubuh Serena mematung,wajah wanita ini mengapa sangat familiar ? tapi dia belum bisa menginggat dengan jelas.


"Siapa dia..?" Tanya Serena dalam hati.


"Maaf Nona...Aku tidak melihatmu tadi,jadi.."


"Ah sudahlah,aku tidak ingin membuang waktuku denganmu...Orang tidak penting,minggir jangan menghalanggi jalanku." Ucap wanita itu dengan sombongnya.


Mendorong Serena yang masih mematung,tubuh Serena menatap ke tembok sedikit keras hingga siku putihnya memerah karna memar.Tapi anehnya Serena sama sekali tidak merasakan sakit,entah tidak sakit atau karna dia masih memikirkan mirip dengan siapa wanita yang di tabraknya ini.


Dengan sedikit linglung,Serena berjalan menuju ruang dimana suaminya berada.Belum sampai ruangan VIP,suara maskulin suaminya menggagetkannya.


"Sayang..." Pangil Kenan mendekat.


"Ya.." Jawab singkat Serena,menunjukan senyuman menatap suaminya.Serena belum sadar jika terdapat memar di sikunya.


"Mengapa lama sekali ? Aku mengkhawatirkanmu." Kenan membelai lembut pipi istrinya,terdapat kelegaan melihat istrinya baik-baik saja.Tapi manik matanya menajam saat melihat siku memar istrinya.


"Serena apa ini .?" Tanya tajam Kenan,memegang siku istrinya.


TBC

__ADS_1


__ADS_2