Cinta Seorang Serena

Cinta Seorang Serena
Kekecewaan Serena


__ADS_3

Sudah setengah jam berlalu,suami istri yang terlihat mesra di depan umum beberapa saat yang lalu kini masing-masing kembali terdiam.Kenan masih dengan pendiriannya,untuk mempertahankan kebungkamannya.Bukan karna sedang marah kepada istrinya,tapi lebih kepada ingin istrinya mengerti jika tidak seharusnya istrinya kabur dari rumah dengan keadaanya yang sedang seperti sekarang.


Kenan tidak akan pernah bisa marah terhadap istrinya,tapi saat ini Kenan sedang ingin istrinya memahami kecemasan dirinya.Serena sendiri pun masih keras kepala dengan pendirianya,wajah cantiknya sedang tidak baik-baik saja.Serena mengerti jika suaminya sangat mencintainya,dan ke khawatiran terhadapnya agak sedikit berlebihan menurutnya.


Namun tidak di pungkiri,jika Serena juga menyukai suaminya yang seperti itu.Ada satu alasan yang membuatnya membantah dan kekeh untuk keluar dari rumah hari ini.Hatinya kecewa saat mengetahui kebenaran,tentang suaminya yang selama ini di percayanya.


Rasanya tidak bisa percaya jika suami yang selama ini menjadi satu-satunya orang yang di percayanya,saat ini sedang menyembunyikan kebenaran tentang dirinya.Entah sampai kapan,suaminya akan terus menyembunyikan hal besar ini darinya.Jika saja,saat itu dia tidak sengaja mendengarnya maka bisa di pastikan dirinya tidak akan mengetahuinya sampai saat ini.


"Kau tau apa kesalahanmu hari ini sayang.?" Kenan membuka suaranya,tangan kekarnya mencengkeram setir kemudi.Sedikit melirik istrinya yang masih setia dengan wajah cemberutnya.


"Tidak.." Jawab datar Serena,wanita cantik itu tidak mau menoleh ke wajah tampan suaminya.


Ciiiitttt


Begitu mendengar jawaban dari istri cantiknya,Kenan menginjak rem mobil dengan mendadak.Menyebabkan mobil mewahnya dengan tiba-tiba berhenti.Sontak membuat Serena terkejut,menyebabkan tubuh mungilnya terhuyung ke depan.Dengan segera Kenan memingirkan mobilnya,dan berhenti.


"Ken..." Pekik Serena,mengelus keningnya yang terbentur,mengakibatkan sedikit memerah.


"Maafkan aku sayang..." Sesal Kenan,dia terkejut mendengar jawaban yang di berikan istrinya tadi.Hingga membuat kakinya mendadak menginjak rem,tapi Kenan tidak berniat membuat istrinya dalam bahaya.


"Apakah sangat sakit ?" Kenan mengusap lembut kening istrinya yang memerah,namun segera di tepis istrinya.


Plakkk


"Jangan sentuh aku." Tolak Serena.


"Maaf sayang aku tidak sengaja melakukannya."Bujuk Kenan,masih berusaha menyentuh kening istrinya.

__ADS_1


"Mengapa kau melakukannya Ken..? Mengapa kau mengangapku seperti orang yang bodoh ? Sampai kapan...Sampai kapan kau akan bersandiwara seperti ini padaku ..?" Pekik Serena,air matanya mengalir deras.Sudah cukup dia selama ini diam,Serena sudah tidak mampu menahannya lagi.


Deg---


Jantung Kenan berdetak kencang mendengar setiap kata yang meluncur dari bibir mungil istrinya,wajah linglung tidak bisa di sembunyikan Kenan saat ini.Melihat air mata istrinya mengalir deras,pria tampan itu terperangah kebingungan.


"Kau tidak menginginkan anak dariku..? Kau tidak menginginkan aku menjadi ibu dari anak-anakmu ? Kau memberikan pil kb,yang selalu kau bilang jika itu vitamin ?" Sinis Serena,tangisnya semakin menjadi.


Mengapa hidupnya selalu dalam kepalsuan,bahkan suaminya sendiri juga melakukan hal ini.Apakah kesulitannya selama ini belum cukup untuknya ? Hingga masih harus mengalami ini lagi.Beberapa hari yang lalu,Serena tidak sengaja mendengar pembicaraan suaminya dan Dokter Willian,di dalam pembicaraan itu Serena dengan jelas mendengar jika suaminya meminta pil kb yang sengaja di isinya di dalam botol vitamin yang selama ini di minumnya.


Serena tidak menduga hal ini akan terjadi padanya,namun dirinya tidak ingin gegabah dan diam-diam mengambil sample vitamin yang di minumnya untuk di tanyakan pada Alex sahabatnya.Alex sedikit mengerti tentang ilmu medis,dia yakin jika masalah seperti ini sahabatnya itu akan mengerti.


Dan benar,jika Alex mengatakan ini bukan vitamin untuk daya tahan tubuh.Namun pil kb,saat itu Serena sangat marah dan kecewa.Tapi dengan bijak Alex memberi nasehat untuknya,jika Suaminya melakukan itu pasti ada alasan yang kuat,dan Alex meminta Serena untuk bertanya dengan hati yang dingin.Serena pun menyetujuinya,sayangnya entah mengapa saat ini hati Serena sedang buruk hingga memilih cara ini untuk menanyakannya.


Deg---


Jantung Kenan seakan berhenti berdetak,dia tidak menyangka jika akan secepat ini istrinya mengetahuinya.Terlihat jelas penyesalan di wajah tampan Kenan,niatnya pria itu akan memberitau istrinya saat waktunya tiba.Namun takdir tidak berbihak padanya,istrinya sudah mengentahuinya lebih dulu.


"Aku ingin segera pulang." Ketus Serena,wajah sembabnya menoleh ke jendela.Saat ini dia sedang marah dan kecewa terhadap suaminya,kepercayaanya sedang goyah pada suaminya.


"Sayang,,dengarkan aku..Aku akan menjelaskannya padamu,aku.." Ucapan Kenan di hentikan Serena.


"Aku tidak mau mendengarnya..Aku ingin pulang sekarang." Tolak Serena,wanita itu mengangkat tangannya memberi isyarat.Saat ini tidak ingin mendengarkan apapun.


"Baiklah kita pulang sekarang." Pasrah Kenan,saat ini dia harus mengalah terlebih dulu.Kenan akan memberikan sedikit waktu untuk istrinya.


Semua ini memang salahnya,menyambunyikan kebenaran besar.Kenan mempunyai alasan untuk itu,dan jika istrinya belum mau mendengarnya,maka dia akan menunggunya.Bagaimana pun ini semua memang salahnya,ke khawatiran terlihat jelas di wajahnya.Dengan perlahan Kenan menjalankan kembali mobilnya.

__ADS_1


***


Satu jam berlalu,mobil yang di kendarai Kenan sudah terlihat memasuki pekarangan luas kediaman utama Anderson.Pria tampan itu menoleh istrinya,yang terlihat sudah tidak sabar untuk membuka pintu mobilnya.Sejak tadi istrinya tidak mengatakan apapun,begitu mobilnya berhenti Serena turun dari mobil dan berlari masuk.


"Jangan berlari sayang." Kenan panik,pria itu sedang merasa tidak berdaya saat ini.


"Maafkan aku sayang." Gumam Kenan menatap sendu sosok istrinya yang sudah menghilang.


***


Saat makan malam tiba Serena masih setia dengan mengurung diri di kamarnya,sejak tadi pun wanita itu tidak melihat sosok suaminya.Entah kemana suaminya itu pergi,saat ini Serena sedang tidak ingin memikirkannya.Serena menyibak kasar selimut yang membungkus tubuh mungilnya.


Wanita itu berniat turun dan menuju kamar mandi,saat kakinya ingin melangkah.Serena mendengar pintu kamar terbuka.


Ceklek


Pintu terbuka lebar dengan menampilkan sesosok pria tampan,membawa nampan berisi makanan yang terlihat sangat lezat.Melihat istrinya melirik ke arahnya,senyum lembut terlihat di wajah tampan Kenan.


"Sayang..Ayo makan dulu,aku sendiri yang memasaknya untukmu." Pangil Kenan lembut,melangkah maju ke arah istrinya.


"Aku tidak lapar."Jawab acuh Serena,wanita itu beranjak ke arah kamar mandi mengabaikan suaminya.Saat melewati suaminya,langkahnya terhenti karna merasa tangannya di cekal suaminya.


"Lepaskan." Tegas Serena.


TBC


Maaf ya pembaca setia "Cinta Seorang Serena"

__ADS_1


beberapa hari tidak up,karna Author sedang tidak enak badan.InsyaAllah mulai besok udah up rutin lagi.


Jangan lupa tingalkan jejak ya 😊🙏


__ADS_2