Cinta Seorang Serena

Cinta Seorang Serena
Keraguan


__ADS_3

"Sella..Kau disini ?" Tanya Saira,kedua matanya membulat.Tidak bisa menutupi keterkejutannya,melihat putrinya berada di sini.Bukankah seharusnya Sella masih di London pikirnya.


"Ya Ma..Papa yang memintaku datang menemani Mama.Papa khawatir Mama akan kesepian disini." Jawab Sella,menjatuhkan bokongnya di sofa.


Sella tau bagaimana hubungan kedua orang tuanya,selama ini secara diam-diam Surya telah mencuci otak anak itu.Dan tentu saja Sella dengan siap berada di sisi Papanya,dia tidak akan membiarkan siapapun merusak kebahagiaan keluarganya.Ibunya hanya miliknya saja pikirnya.


Saira sampai di Indonesia beberapa jam lalu,dia segera menempati rumah mewah milik pria yang menjadi suaminya,juga ayah dari Sella putrinya.Rumah itu dulunya milik keluarga Pratama,dan sempat di tempati Bibi dari Surya.Namun beberapa tahun lalu Bibinya meninggal dunia,dan sekarang rumah itu di rawat dengan baik oleh orang-orang suruhan Surya.


"Kau memata-mataiku melalui putrimu Mas."Batin Saira.


Dia sangat tau jika suaminya selama ini,tidak mempercayainya sama sekali.Untuk itu suaminya,mengirimkan Sella untuk memantau setiap penggerakan dirinya.Saira tidak keberatan untuk itu,sejak awal dia tidak menginginkan untuk melawan.Melihat dari jauh putrinya saja sudah cukup baginya saat ini.


"Ma..Jangan membuat Papa marah,Mama tidak perlu menunjukan wajah di depan mantan putrimu.Aku adalah putrimu yang sekarang." Sella memperinggatkan Saira.


Karakter anak itu memang seperti ini,bicara tanpa berfikir terlebih dulu.Mana ada mantan anak ? jelas tidak ada.


"Tidak ada yang namanya mantan anak Sella.." Bantah Saira,dia tersenyum sinis dalam hati.Bagaimana bisa ? Surya dan Sella cara berfikirnya bisa begitu sama pikirnya.


"Jangan mendebatku Ma...Itu tidak akan baik untukmu pada ahirnya ." Ucapnya lagi,Sella menyeret kopernya kembali menuju kamar.Meninggalkan Ibunya.


Sella memang sama seperti Surya,sangat sombong dan ceplas-ceplos dalam berbicara.Tapi di balik semua itu,dia sangat menyayanggi wanita yang di panggil Mama itu.Cintanya pada Saira sangat besar,hingga tidak akan membiarkan Ibunya pergi jauh darinya.


"Serena...Dia adalah kakakmu Sella,mau tidak mau.Kenyataan itu tidak akan bisa berubah,darahku mengalir dalam diri kalian." Gumam Saira lirih,pipi keriputnya basah karna air mata.


***


Kini Serena tengah berada di balik selimut tebal,sesaat sampai di kamar suaminya mengejarnya dan merayunya.Hingga mau tidak mau wanita itu terpancing dengan godaan dari suami tampannya itu.Entah mengapa Serena sendiri bahkan tidak bisa menolak pesona suaminya.


Perlakuan suaminya,membuatnya luluh dan tak bisa menolaknya.Dan tentu saja setiap sentuhan dari suaminya membuat otak wanita itu,tidak bisa bekerja dengan baik.Awalnya dengan lantang Serena menolaknya tapi pada ahirnya mereka melakukan kenikmatan penyatuan,dan tidak cukup sekali saja mereka melakukannya.

__ADS_1


Serena terlihat mengerjapkan kedua matanya,dengan pandangan yang belum jelas.Wanita itu melirik jam yang menempel di dinding kamarnya,kepalanya menoleh mencari keberadaan suaminya.Namun tepat dimana suaminya seharusnya berada,kini sudah kosong.Serena tidak menemukan suami tampannya.


"Sayang.."Panggil Serena dengan suara serak khas bangun tidur.


Tidak ada sahutan sama sekali,Serena memutuskan untuk bangun.Membersikan diri,perutnya terasa sangat lapar,betapa tidak ? Sinar Matahari sudah menghilang, malam sudah tiba.Dia tertidur hingga malam hari.


Wanita itu berjalan pelan,dengan selimut yang menutupi tubuh mungilnya.Setengah jam berlalu dengan cepat,wanita cantik itu sudah terlihat segar kembali.Tangan mungilnya sibuk mengeringkan rambut basahnya,tanpa menyadari sesosok pria tampan di belakangnya menatapnya dengan bersender di dinding tembok.


Kenan tersenyum menatap istri cantiknya,pria itu berjalan mendekati Serena.Memeluknya dari belakang,mencium pucuk kepala istrinya.Aroma wangi dari shampo yang di gunakan Serena,membuatnya memejamkan matanya.Kenan menyukai aroma wangi istrinya,sangat menyukainya.


"Aku punya berita bagus untukmu." Bisik Kenan lembut.


Hembusan nafas Kenan membuat kulit Serena berdesir." Apa..?" tanya Serena dengan memejamkan matanya.


"Aku mencintaimu." Ungkap Kenan mengoda istrinya,dia tau kini istrinya tengah mencoba menahan godaan darinya.


"Haha...Sabar sayang." Ken tertawa mencubit pucuk hidung mancung istrinya,membuatnya memerah.


"Aku sudah meminta Pengacara,untuk mengurus surat adopsi Mikha."Lanjut Kenan,membelai pipi mulus istrinya.


"Benarkah..."Binar Serena semanggat,tangannya memegang erat tangan kekar kenan.


"Kau senang.?" Tanya Kenan.


"Tentu saja sayang...Sudah sangat lama aku menginginkannya,dia akan menjadi milikku."


Ungkap Serena,bahagia yang di rasakanya saat ini.


"Milik kita sayang.." Ralat Kenan,dia ingin menjadi bagian terpenting untuk Serena atau pun Mika.Dia ingin istri dan anaknya bergantung padanya,hanya padanya saja.

__ADS_1


"Ya sayang milik kita." Senyum Serena,memeluk erat tubuh kekar suaminya.


Drett drettt


Serena melepas pelukannya saat mendengar getar ponselnya,dahinya menyerit saat melihat nama yang tertera di layar datar ponselnya.


"Ya Dinda..." Jawab Serena,menempelkan ponselnya di telinganya.


"Bisakah kita bertemu...Ada hal penting yang ingin aku bicarakan denganmu." Ucap Dinda tanpa basa-basi,terlihat dinda mengigit bibir bawahnya.


"Apakah penting.?" Tanya Serena mencari tau,tidak biasanya sahabatnya seperti ini pikirnya.


"Tidak...Maksudku...Ya." Jawab Dinda penuh keraguan.


"Baiklah..Besok aku akan menemuimu di Caffe." Sahut Serena,dia sangat yakin jika ada yang di sembunyikan darinya.Tapi tidak tau apa itu.


"Baiklah sampai jumpa besok."Dinda memutuskan panggilannya,semoga keputusannya benar pikirnya.


"Ada apa ?" Tanya Kenan penasaran.


"Hem entahlah,aku juga tidak tau..Ken besok bolehkah aku menemui Dinda di Caffe.?" Izin Serena,saat ini dia sudah menjadi seorang istri.Dan kemana pun dia pergi,maka harus mendapatkan izin dari suaminya.


"Tentu...Aku yang akan mengantarmu." Kenan mengizinkan.


Serena tersenyum memeluk suaminya,entah mengapa hatinya gelisah sejak berbicara dengan Dinda tadi.Seperti akan ada sesuatu yang terjadi,tapi tidak tau apa itu.


"Semoga semuanya baik-baik saja." Batin Serena.


TBC

__ADS_1


__ADS_2