Cinta Seorang Serena

Cinta Seorang Serena
Aku Sangat Takut


__ADS_3

Beberapa Saat Setelah Mike Menghubunggi Gerry. Tidak lama kemudian Gerry berhasil menemukan Lokasi Mobil yang Membawa Serena Pergi.


Kenan dan Mike tidak ingin membuang Waktu.mereka menuju ke lokasi , Saat Sampai di lokasi Ken pun tertegun Pasalnya tempat yang di tujunya Adalah sebuah gedung Apartemen.Seketika fikiran Ken melayang , merasa gelisah memikirkan Apa yang akan terjadi.


Dan keberuntungan pun berpihak padanya,begitu sampai di pakiran mereka berpapasan dengan Jack.tentu saja ini kesempatan Kenan untuk membuat Jack membawanya pada Tuannya.


Mike Tau jika Jack Adalah Asisten Marvin. dan tidak sulit baginya untuk mengali informasi itu.Tidak Sulit Bagi Ken melumpuhkan Asisten itu.Dengan terpaksa pun Jack membawa kedua orang itu Menuju lantai tujuh.


***


Dua Orang Pria yang berada di Sebuah ruangan Mewah di lantai tujuh pun Masih Saling beradu Jotos.Namun kilatan Amarah Seorang Kenan membuatnya lebih unggul.Belum Ada satupun pukulan yang di layangkan Marvin mengenai dirinya.


Berbanding balik dengan Marvin sendiri.kini Wajah tampannya sudah di penuhi luka memar, bibirnya pun sudah mengeluarkan Darah.Melihat Lawannya Sudah di penuhi luka bahkan tidak membuat Kenan berniat Berhenti memukulinya.Serena yang melihatnya pun Semakin Ketakutan.


"Mike hentikan Kenan , Dia bisa mati." Serena memohon.Kepalanya sejak tadi sudah berdenyut melihat Darah di wajah Marvin.


" Kak hentikan kak. Kau bisa membunuhnya ." Mike Berusaha menghentikannya.Melepaskan Tangan Kakaknya yang mencekal Kemeja Marvin yang sudah tidak berbentuk itu.


Jack yang Sejak tadi di Cekal Mike pun kini berusaha menolong Tuan nya yang sudah tidak berdaya.


"Menyingkirlah Mike..Jangan menghalanggiku. Akan Ku bunuh dia Sekarang juga." Teriak Kenan, mendorong Mike yang berdiri di hadapannya.


"Ken Cukup..Hentikan Ken..hikss." Ucap Serena dengan suara bergetar. berlari memeluk tubuh Kekar itu dari belakang.mencoba menghentikan Amarahnya.


Deg---


Seketika Amarah Kenan mereda, merasakan Pelukan erat, punggungnya basah karna air mata Serena. Wanita itu terisak.Karna di Kuasai Amarah yang begitu besar membuatnya lupa Akan kondisi Serena.


Segera Kenan Berbalik dan Memeluk Wanita itu.


Tiba-tiba Kenan Merasakan Tubuh Wanita yang di peluknya itu merosot.Serena tidak sadarkan diri.Tangan Kekar pria tampan itu menahan tubuh Serena Agar tidak terjatuh.


"Serena... Sayang.."Kenan menepuk pelan pipi basah Serena.


" Kak kita harus Segera membawanya Kembali." Ucap Mike


Tanpa Pikir Panjang Kenan pun melepaskan Jasnya, dan menyelimutinya di tubuh Serena.Ken Mengendong Tubuh mungil itu Segera membawanya Keluar.


"Cepat Mike hubunggi Wiliam.Suruh datang dalam 10 Menit ." Panik Kenan


Di ruangan yang berantakan itu hanya tersisa dua orang saja.Pria yang babak belur dan Asistennya.Jack memapah tubuh lemas Marvin Menuju Sofa.

__ADS_1


"Sialan . mengapa Kekuatan pria itu begitu besar ." Umpat Marvin. Meringis merasakan sakit di seluruh tubuhnya.


"Duduklah Tuan Aku Akan memanggil dokter." Ucap Jack Tangannya meraih ponsel.


***


Begitu Sampai di dalam kamarnya Kenan Membaringkan pelan tubuh mungil itu.Wajahnya saat ini sangat panik.Tidak mungkin dalam keadaan seperti ini Kenan membawa Serena ke Kediaman Dharmawangsa.


Dia Memutuskan untuk Membawanya ke Rumah Mewah Milik Kenan Sendiri.Rumah Mewah itu yang di tempati Kenan dan Mike Selama ini.Rumah itu berbeda dengan Masion Utama yang di tempati Tuan dan Nyonya Anderson.


"Di mana Dokter sialan itu Mike mengapa belum sampai ?" Geram Kenan mondar mandir menunggu Wiliam. Dokter pribadinya yang tak lain Sahabatnya sendiri.


"Aku Sudah..." Ucapan terpotong


"Aku datang..aku sudah datang." Ucap Dokter muda itu.dengan nafas naik turun sangat jelas jika dia baru saja berlari.


"Apa kau tidak bisa lebih cepat Willi..Aku baru saja akan meratakan Rumah Sakitmu itu." Ucap dingin Ken melotot tajam menatap Sahabatnya itu.


"Cepat Periksa dia."Sambungnya lagi.


Tanpa Bantahan William mengeluarkan Alat-Alat yang dia butuhkan dari Tas yang di bawanya.


"Memang apa yang Aku lakukan..Tentu saja untuk memeriksanya ?" ucap William sinis.menatap Kenan yang menanyakan pertanyaan bodoh itu.


"Memeriksa. Atau Melecehkannya ? Mengapa membuka bajunya."


"Ya Tuhan Kenan. Bagaimana Aku memeriksanya kalau tidak membuka sedikit bajunya ?" Dokter Muda itu tengah di buat geram Kenan.


"Mengapa kau tidak membawa dokter Wanita kemari. Kau ingin Mencari kesempatan bukan " Tuduh Kenan.


"Bagaimana Aku tau Kau membutuhkan dokter Wanita..Kau tidak memberitauku sebelumnya ?" Kini Suara Dokter itu pun tidak kalah tingginya.


"Ya Tuhan. Apa mereka tidak melihat jika ini bukan Waktunya berdebat." Batin Mike tengah Jengah melihat kedua Pria itu Berdebat tidak ada hentinya.


"Kau..."


"Cukup.."Teriak Mike menghentikan mereka.


"Apa kalian Akan terus berdebat seperti ini ? Tidakkah Kalian lihat Nona Serena harus Segera di periksa ?" Tanya Mike, sukses membuat kedua pria itu berhenti. seketika menoleh Melihat Wanita yang masih tak sadarkan diri itu.


"Will Lakukan tugasmu .?" Titah Mike menatap William.

__ADS_1


"Mike Dia.."


"Kak ..jangan kekanakan. untuk kali ini Saja biarkan William memeriksanya. Keadaan ini sangat darurat, Akan lama jika menunggu Dokter Wanita Datang." Ucap Mike bijak.entah mengapa dalam hal ini Mike Terlihat lebih Bijak dari Sang Kakak.


"Huh Baiklah. Ingat Will untuk kali ini saja dan Jangan melewati batasanmu." Titah Ken Tegas.


"Dasar Beruang kutub, Dia Sudah gila." Gumam William mulai memeriksa Wanita yang tak berdaya di depannya ini.


"Aku mendengarnya Will." Kenan tidak terima mendengar gumaman Dokter itu.


"Will Apa kemampuanmu sudah hilang ?Sejak tadi kau memeriksanya tapi tidak ada tanda-tanda Serena bangun." Protes Kenan.


William tidak menghiraukan protesan dari pria gila itu.jangan Salah mereka selalu seperti ini jika bertemu.namun Persahabatan Mereka sangat Kuat Layaknya Seperti Saudara.


"Kemungkinan Dia Tak Sadarkan diri Karna Kelelahan, Atau bisa juga karna terlalu Ketakutan Karna melihat sesuatu." Jelas William merapikan Alat-Alat yang baru saja di gunakan.


"Apa termasuk ketakukan Saat Melihat Darah ?" Tanya Kenan Mencari Tau.


"Bisa jadi..Tapi tidak Berbahaya , Tidak Lama lagi dia Akan Sadar. Aku Akan Kembali." Ucap William.


"Siapa yang Menyuruhmu Kembali . Mike akan mengantarmu Ke Kamar Sebelah.Jika terjadi Sesuatu Padanya Kau bisa Memeriksanya lagi." Perintah Kenan menatap Mike.


"Huh Baiklah." William tidak membatahnya.berjalan keluar di mengikuti Mike.


"Jangan...Ku Mohon Lepaskan Aku Marvin. Ku Mohon Lepaskan Aku ." Gumam Serena Air matanya mengalir deres, Namun matanya Masih Terpejam.


"Serena..Sadarlah. Ini Aku Serena ."Ucap Kenan menepuk Lembut Serena. berharap wanita yang tengah mengigau ini segera tersadar.


"Ahh..Kenan..Hikss hikss " Serena berhasil membuka Matanya. begitu melihat Ken di depannya dia Langsung memeluknya erat.


"Hikss..Hikss Aku takut Ken." Ucapnya Terisak.


TBC


Haiii....


Sslamat Membaca...


Mohon dukungan like dan komennya ya.Jangan lupa Di Masukan Ke Yang Ter Favorit


Mohon Maaf Bila masih ada salah kata dan banyak typo ini novel pertamaku 🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2