
Dengan raut wajah yang lesu,Serena memasuki kawasan parkir.Dia menuju mobil suaminya berada,sejak mengantarkan istrinya ke Caffe.Kenan tidak meninggalkan Caffe,alih-alih menunggu istrinya di mobil.
Jelas Serena tidak mengizinkannya,dia menawarkan agar Kenan menunggu dan mengerjakan pekerjaannya di ruang miliknya.Tapi dengan lembut Kenan menolaknya dan Serena pun tidak bisa memaksanya.Melihat raut wajah istrinya Ken mengerutkan keningnya,dengan segera dia keluar dari mobil.
"Sayang..."Panggil Kenan,dia tau jika ada yang membuat mood istrinya buruk.
Serena tidak menjawab,wanita itu menghambur ke pelukan suaminya.Air beningnya mulai mengalir,saat ini hatinya sedang buruk.Dan itu di sebabkan oleh orang yang selama ini di cintainya,keluarganya !.
Serena hanya wanita biasa,yang mempunyai hati rapuh.Apakah pada ahirnya mereka harus saling melawan ?,beberapa waktu lalu jelas wanita itu dengan siap untuk melawan keluarganya.Tapi sebenarnya dalam hatinya menolak keras untuk ini,bagaimana pun masih ada kasih sayang dan cinta yang tersisa jauh di lubuk hati Serena.
Kenan merasakan jas mahal miliknya basah karna air mata istriny,tangannya mengepal.Dia tidak suka melihat istrinya seperti ini,namun pria itu berusaha keras untuk menahan emosinya dan mencoba menenangkan istrinya terkebih dahulu.Itu jauh lebih penting sekarang.
"Apa ada masalah ?"Tanya Kenan lembut,mengusap lembut punggung istrinya yang bergetar.
Serena masih tidak mau menjawabnya,dia semakin terisak dan mengelengkan kepalanya di dada bidang suaminya,untuk mencari ketenangan.
"Apa kau percaya padaku...?" Tanya Kenan kembali.
"Hem.." Serena menjawab singkat.
"Lalu..Katakan padaku apa yang terjadi.Apakah ada masalah ?aku penasaran,masalah apa yang bisa membuat istri cantikku ini menangis." Bisik Kenan
"Tidak ada.." Serena mengelak,ada banyak hal yang di pikirkannya saat ini.
Bukan maksudnya tidak ingin berbagi dengan suaminya,tapi dia takut jika suaminya akan melakukan hal yang membahayakan dirinya.Dia tau kemampuan suaminya luar biasa,dan dia juga tau jika Reza bukan orang yang biasa juga.Serena memiliku ke khawatiran yang besar untuk ini.
__ADS_1
"Kau tidak mau berbagi denganku." Kenan terdiam sebentar,melepas pelukan istrinya dan memegang kedua bahu istrinya.Kini mereka saling memandang." Kau tidak percaya padaku sayang ?" Lanjutnya lagi.
"Tidak sayang...Bukan seperti itu,aku percaya padamu...Tapi...Aku belum bisa mengatakannya sekarang,aku..." Serena menunduk mengigit bibir bawahnya.
Pada ahirnya Kenan tidak memaksa istrinya untuk bicara,dia bisa saja mencari tau sendiri apa yang terjadi.Tapi pria itu ingin mendengar langsung dari bibir mungil istrinya,dan dia tidak keberatan saat istrinya menolak bicara untuk saat ini.Dia sangat percaya istrinya dan kembungkaman Serena hari ini tidak akan mempengaruhi apapun.
"Ayo kita pulang." Ajak Serena menarik tangan kekar suaminya.
Kenan tidak menolaknya,mereka masuk ke dalam mobil.Mobil mereka melaju segera meninggalkan Caffe.
"Dia putriku..."Gumam seorang wanita,sejak tadi semua pembicaraan dan ucapan sepasang suami istri itu di dengar dengan jelas olehnya.
Saira ! ya dia adalah Saira,dia sengaja datang kesini untuk melihat dari jauh putri yang selama ini di tinggalnya.Rasa rindu membuncah,rasa bahagia,rasa kesedihan mendalam yang di rasakan wanita paruh baya ini.
Setelah sekian tahun,dia tidak sama sekali melihat putrinya,sekarang dia tumbuh begitu cantik.Sangat cantik,senyumnya membuat siapa pun yang melihatnya merasakan kedamaian,ingin sekali Saira memeluk putrinya.Tapi janji yang di ucapkannya terngiang di telinganya,dan dia tidak bisa melanggar janji yang dia buat sendiri.Bukankah melihatnya dari jauh itu sudah lebih dari cukup pikirnya.
"Kau tumbuh dengan baik sayang,mereka merawatmu dengan baik."Lirih Saira dengan senyum menyedihkan.
Andai dia tau apa yang terjadi dengan kehidupan putri tercintanya,apakah Saira akan tetap pada dengan janji-janji yang dia ucapkan ? entahlah,hanya waktu yang akan menjawab segalanya.
"Kau lihat Ma...Dia hidup dengan baik tanpamu,berhenti memikirkannya mulai sekarang.Ada aku..Ada aku denganmu,aku juga putrimu Ma." Sahut Sella dari arah belakang.
Dia datang ke Indonesia dengan tujuan untuk mengawasi setiap pengerakan dari Ibunya,sesuai dengan arahan dari Surya.Dan mudah saja baginya untuk tau,kemana Saira pergi.Tentunya untuk menemui putri yang selama ini di cintainya kan ! Sella sangat cemburu karnanya,dia merasa kasih sayang yang Saira berikan untuknya tidak nyata.Dan itu terjadi karna Serena pikir Sella.
"Dia juga Kakakmu sayang." Jawab Saira lembut,dia juga sangat menyayanggi putri keduanya ini.
__ADS_1
Terlebih bagaimana mereka bisa menghasilkan Sella,entah karna paksaan atau cinta,tapi Sella tetaplah darah dagingnya.Dan itu tidak akan merubah apapun,sayangnya untuk Sella begitu tulus,tapi dengan mudah di ragukan putrinya sendiri.Tentu saja karna hasutan dari Surya,pria yang sekarang menjadi suami dan Ayah dari putri keduanya.
"Dia tidak akan pernah bisa menjadi saudariku Ma...Jangan mengatakannya lagi.Aku tidak menyukainya." Tegas Sella berjalan meninggalkan Ibunya.
***
Satu bulan telah berlalu,Serena telah menjadi istri dari Kenan Olivier Anderson,tidak terasa sudah mencapai satu bulan.Usia pernikahan yang masih sangat dini,kedua pasangan itu semakin terlihat mesra dan bahagia.
Hubungan mereka sangat kuat,kepercayaan dan cinta telah menjadi akar dan tiang yang kokoh untuk hubungan mereka.Hari ini adalah hari dimana putri angkat Serena kembali dari liburan panjangnya,Serena sangat menantikan hari ini.
Kerinduan yang dalam,sudah tidak bisa lagi di tahannya.Serena sengaja bangun di pagi hari untuk menyiapkan makanan kesukaan putrinya,sejak tragedi di dapur waktu itu dia tidak di perbolehkan memasuki area dapur,terkecuali di dampinggi oleh kepala pelayan.Dan wanita cantik itu tidak membantah sama sekali,dia juga masih merasa takut membayangkan semua kejadian waktu itu.
"Apa semua sudah selesai ?" Tanya Serena pada kepala pelayan,dia melihat ada banyak sekali menu sudah tertata rapi di meja makan.
"Sudah Nona Muda..."Jawab ramah kepala pelayan.
Semua menu ini adalah favorite putrinya,Serena sudah tidak sabar melihat kegembiraan yang akan di lihatnya dari wajah mungil putrinya itu.Membayangkanya saja sudah membuatnya tersenyum sendiri,dia melirik jam dan mulai tidak sabar menunggunya.
"Berapa lama lagi mereka sampai ?Bukankah Mama bilang,sudah keluar dari Bandara." Gumam Serena.
Baru saja wanita itu akan melangkah meninggalkan meja makan untuk,menemui suaminya di kamarnya.Tapi langkah kakinya berhenti,merasakan ada yang salah di tubuh wanita itu.Keringatnya mulai membasahi dress coklat muda yang di kenakannya,kakinya melemas tidak berdaya.Perutnya terasa sakit.
Tangan Serena menncengkeram pingiran meja makan dan meringgis,satu tanganya memegang perutnya.
"Agghh..." Lirih Serena,tubuhnya melemas dan sedetik kemudian tubuh mungilnya ambruk.
__ADS_1
"Nona Muda..." Teriak semua pelayan.
TBC