Cinta Seorang Serena

Cinta Seorang Serena
Serenaku


__ADS_3

"Sayang...Kau masih tidak mengizinkanku untuk pergi ...? Protes Serena,dengan wajahnya yang cemberut.Dia dengan malas memasangkan dasi di leher suaminya.


Sudah sebulan berlalu setelah ambruknya dia saat itu,tapi tetap saja sampai sekarang suaminya belum memperbolehkannya untuk keluar dari rumah.Sebulan ini Kenan benar-benar ketat padanya,dari mulai makan dan segala macam vitamin Kenan sendiri lah yang memberikannya padanya.


"Tidak sekarang sayang..Em begini saja,hari minggu aku akan mengajakmu berbelanja,bersama Mikha juga,Oke."Bujuk Kenan kedua tanganya melingkar di pinggang ramping istrinya.


"Ah itu terlalu lama sayang,sebenarnya aku hanya keluar bersama Dinda sebentar saja." Rengek Serena,dia masih belum menyerah untuk mendapatkan izin dari suaminya.


"Tidak lama sayang,hanya tinggal 4 hari lagi..Bersabarlah sebentar lagi." Dengan sabar Kenan menjelaskan.


Semenjak William memintanya untuk extra menjaga Serena,pria tampan itu benar-benar tidak ingin kecolongan sama sekali.Dengan terpaksa Kenan memasukan pil kb untuk istrinya secara diam-diam,setiap kali mereka selesai berhubungan.Dia tidak mengatakannya pada Serena,bukan tanpa alasan Kenan melakukannya.


Dia terlalu takut untuk berterus terang pada istrinya,dia berjanji dalam hati akan mengatakannya jika keadaan istrinya sudah baik-baik saja.Itu sebabnya sebulan ini,Kenan melarang istrinya keluar rumah tanpa dirinya.


Saat ini banyak sekali yang di pikirkan pria itu,bukan hanya tanggung jawabnya yan semakin berat sebagai pemimpin di Anderson Group,tapi surat adopsi Mikha juga menjadi penyebabnya.


Surat itu bahkan belum selesai hingga saat ini,sejauh ini ada pihak yang mengatakan jika orang tua gadis kecil itu masih ada dan bahkan berniat mengambil putrinya dari mereka.Satu persatu masalah,entah mengapa silih berganti menghampiri kehidupan pria itu.Dan saat ini belum waktunya istrinya tau,keadaan Serena belum memungkinkannya untuk mengetahui semua masalah yang di hadapinya saat ini.


Drett drett


Ponsel Kenan bergetar,dengan cepat dia merogohnya dari saku celananya," Ya Joe...Baiklah aku akan segera datang." Jawab Ken dan segera mengahiri panggilan itu.


"Jadilah anak baik,Oke..Aku harus segera ke kantor,ada rapat pagi ini." Pesan Kenan,dia mencium lama kening istrinya.


"Jangan lupa meminum semua vitamin yang sudah aku siapkan,nanti kepala pelayan akan memberikannya padamu." Sambungnya Kenan tersenyum,Ken melanjutkan langkahnya tanpa menunggu jawaban dari istrinya yang masih mematung.


Wajah cemberut Serena semakin menjadi,moodnya benar-benar buruk pagi ini.Suaminya menjadikannya tahanan rumah selama sebulan ini,hanya makan dan tidur saja yang di lakukannya.Setiap dia menanyakan alasannya pun Kenan hanya akan menjawab,untuk menjadi dirimu saja tidak perlu melakukan hal yang lain lagi.


Namun Serena adalah wanita yang keras kepala,dia akan tetap melakukan apa yang di inginkannya selama itu tidak membahayakan dirinya dan tidak menyalahi aturan,Tangan lentiknya mengirim pesan pada sahabatnya itu.


Serena : Aku akan sampai 1 jam lagi..


Dinda : Apa suamimu sudah mengizinkanmu ?

__ADS_1


Serena : Tidak...Tapi jangan khawatir,dia tidak akan pernah marah padaku.


Dinda : Aku percaya itu 😋


Serena : Jangan mengejekku 😠


Dinda : Baiklah Nona muda,sampai ketemu satu jam lagi.


Serena : "..."


"Kau melarangku,,,tapi aku akan tetap pergi sayang." gumam Serena dengan senyum semirik ,dia bergegas menuju kamar mandi.


***


Brakkk


"Selidiki siapa mereka Joe.." Titah Kenan.


Semakin sulit bagi mereka untuk menyelidikinya,jika mereka tinggal di sini akan lebih memudahkan Kenan mencari tau.Tapi jika mereka tinggal di Negara lain,tentu saja membuat pria itu semakin sulit untuk melakukan penyelidikan.


"Dengar...Terus selidiki mereka,dan jangan sampai istriku mengetahuinya." Titah Kenan mutlak.


"Baik Tuan,"Patuh Joe menunduk,kemudian segera undur diri.


Kenan memeriksa GPS yang ada di ponsel mahalnya GPS itu terhubung dengan GPS yang terpasang di ponsel milik istrinya,dari sana Kenan dapat melihat jelas pengerakan GPS istriny,kemana istrinya pergi pria tampan itu dapat mengetahuinya.


Kenan mengerutkan dahinya,dia mengelengkan kepalanya dengan pelan dan bergumam." Dasar anak nakal." Senyum Kenan.


Dia menggeser tombol kontak istrinya dan menghubungginya,Kenan dapat mendengar panggilan itu tersambung.Tapi nampaknya istrinya tidak berniat menerima panggilannya.


Kenan mengelengkan kepalanya,dia sangat gemas pada istri cantiknya itu.Pria itu tau jika istrinya sangat keras kepala,itu sebabnya diam-diam Kenan memasang GPS di ponsel istrinya.Tidak ingin sesuatu yang buruk terjadi pada istri tercintanya.


Pria tampan itu bergegas keluar dari ruangan miliknya,"Beritau Joe...untuk menghandel rapat siang ini." Pesan Kenan datar pada sekertarisnya.

__ADS_1


"Baik Pak..." Diva menunduk patuh pada perintah atasanya itu,Diva menatap sendu punggung Kenan yang perlahan menghilang dari hadapannya.


"Kau tidak menginggatku Ken." Batin Diva.


***


"Oh ya ampun lihat ini Serena...Ini sangat cocok untukmu,kau sangat cantik saat memakainya." Puji Dinda girang.


Saat ini kedua sahabat itu sedang berada di Mall xx,mereka berdua dengan semangat kesana kemari untuk mencari barang-barang yang mereka inginkan.Kedua wanita itu bahkan dengan bergantian mencoba setiap barang yang mereka dapatkan.


Sudah lama sekali mereka tidak melakukan kesenangan yang seperti ini,kesibukan dan kehidupan masing-masing membuat mereka mengabaikan secuil hoby dari mereka.Serena memang tidak menyukai sesuatu yang berlebihan,dia hanya mencari apa yang di butuhkannya saja.


"Tidak..Ini buruk sekali,aku tidak menyukainya." Tolak Serena,saat ini dia sedang mencoba sepatu yang akan di belinya.Tapi sepatu itu belum cocok di pakainya menurutnya.


"Kau yakin ? Ini sudah cantik sekali jika kau pakai." Tanya Dinda,dia sangat memahami sahabatnya ini.Jika soal berbelanja sahabatnya ini terlihat lebih ribet dalam hal memilih dari pada dirinya.


"Ya..Aku akan mencarinya di sebelah sana." Tunjuk Serena ke arah lainya.


"Baiklah,aku akan menunggumu disini.Aku sangat lelah dari tadi mengikutimu mencari sepatu yang cocok untukmu."Omel Dinda,dia menjatuhkan bokong di kursi tempat dia berada.


Dengan senang hati Serena hati-hati menelusuri setiap,model-model sepatu yang tertata rapi di depannya.Dia berharap ada yang cocok dengannya,saat pandangan Serena teralihkan ke arah lain tiba-tiba dia menabrak seseorang.


Brukkk


Serena mendongak,berniat meminta maaf.Namun saat akan mengucapkan sesuatu,Serena terkejut melihat seseorang yang di tabraknya.


"Mama Saila..." Gumam Serena.


*Deg---


"Serenaku..." Batin prempuan itu dengan jantung berdebar*.


TBC

__ADS_1


__ADS_2