
"Apa maksud dari perkataanmu Nona..?" Tanya Serena dengan nada tidak suka,Serena tidak mengerti mengapa wanita ini tiba-tiba muncul dan mengatakan hal seperti itu.
"Tidak perlu terburu-buru," Sella tersenyum,mendekati Serena.
"Maaf,jika tidak ada yang penting...Maka aku permisi." Serena menghindari Sella,entah mengapa ada perasaan tidak enak,saat wanita di depannya ini berjalan di dekatnya.
"Kau tidak ingin tau,siapa ibu kandung dari gadis kecil yang baru saja kau antar Nona Serena...?" Sella sengaja memberikan pertanyaan membingungkan seperti ini,niatnya hanya mempermainkan orang di depannya, yang sangat dia benci.
Deg---
"A Apa maksudmu..?" tanya Serena tergagap,hatinya gelisah mendengar ucapan wanita ini.
Keringat dingin,mulai membasahi gaun coklat muda yang di kenakan Serena.Perasaannya sangat sensitif,jika ini menyangkut Mikha.Seakan Serena mengetahui apa yang akan terjadi.Tubuh mungil Serena,terhuyung kebelakang menatap mobil mewah yang masih berada di belakangnya.
Sella tersenyum sinis,melihat reaksi Serena yang seperti ini.Tidak salah papanya menyarankan,untuk melakukan semua ini.Kelemahan terbesar Serena memang ada pada putri kandung,yang telah dengan segaja di buangnya.
"Mengapa kau yang bertanya padaku,Nona.? Bukankah kau yang lebih tau tentang masalah ini." Senyum licik Sella,melangkah lebih maju mendekati Serena.
"D Dia putriku,dia miliku.." Bantah Serena, hatinya sangat terguncang.
Bukankah selama ini,dia yang membesarkannya,memberinya cinta dan kasih sayang.Tentu saja Mikha adalah putrinya,miliknya.Serena sangat mencintai putrinya,masalah ini membuatnya sangat tertekan.Tangan Serena gemetar,tubuhnya merasa lemas tidak berdaya,Serena berpengangan mobil di belakangnya.
"Benarkah...? Coba tatap aku,Nona..Bukankah wajah putrimu mirip seperti diriku.?" Tanya Sella,semakin memojokan Serena,dia sangat menikmati raut wajah Serena yang ketakutan seperti ini.
Deg---
"K Kau...? Apa maksudmu." Hati Serena terguncang,setelah Serena menatap wajah cantik wanita di depannya.Dan benar saja,Serena sekilas seperti melihat Mikha di wajah wanita itu.
__ADS_1
Kedua bola matanya,bibir mungilnya,hidung mancungnya,semuanya mirip.Serena membulatkan kedua matanya,kedua tangannya menutup bibir merahnya yang gemetar.Air matanya mengalir deras,tanpa permisi.
Jika memang benar,wanita ini ibu dari putrinya.Apakah itu artinya,dirinya akan kehilangan Mikha ? Apakah ibunya akan memisahkan dirinya dan Mikha ?,belahan hatinya,apakah akan meninggalkannya ?,hatinya hancur saat memikirkanya.
"Ya....Aku ibunya,aku yang melahirkannya...Dalam darahnya mengalir darahku,dia putriku,dia miliku...Serena Anderson." Teriak Sella,telunjuknya menunjuk tepat di wajah menyedihkan Serena.
"Aku ibunya....Aku,ibu kandung putri yang selama ini kau besarkan Nona Serena.." Teriaknya lagi.
Membuat menderita Serena,adalah tujuan utama Sella datang kemari.Tujuannya harus tercapai,dirinya harus membuat Serena hancur,hingga tidak mampu berdiri lagi.
"TIDAK..." Pekik Serena,menutup kedua telinganya.
"Dia putriku,dia miliku....Aku ibunya,aku yang membesarkannya.,Kau tidak berhak apapun padanya."Sambung Serena mengebu.
Tidak peduli apakah,wanita di depannya ini ibu kandungnya.Selama lima tahun,dirinya lah yang bersamanya,membesarkannya,memberinya cinta.Lalu mengapa ? orang asing datang,mengaku sebagai ibunya sekarang.Dimana ibunya,saat bayi merah itu tergeletak menyedihkan di pinggir jalan ?,sekarang dengan beraninya datang dan mengakuinya sebagai putrinya ?.
"Kau bisa saja mengelaknya,,tapi dia tetap putriku,darahku.Dan aku akan merebutnya darimu." Ancam Sella.
"Sayang.." Panggil Kenan.
Serena menoleh,menatap lega saat suaminya datang.Tanpa pikir panjang Serena berlari,menuju suaminya dan menghambur di tubuh kekar suaminya.
Greppp
"Ken..." Serena terisak di dada bidang suaminya.
Kenan baru saja,memulai rapatnya dengan rekan bisnisnya.Tapi kemudian ponselnya berbunyi,Kenan terkejut melihat supir yang mengantar istri dan putrinya memanggilnya.Dengan perasaan cemas,Kenan menerima panggilan itu.Dan benar,Kenan seakan hilang akal saat mendapat kabar yang baru saja di dengarnya.
__ADS_1
Tanpa membuang waktu,dan tanpa menghiraukan rekan bisnisnya.Kenan berlari, menuju sekolah putrinya tanpa mengatakan apapun.Begitu sampai,Kenan mendapati istrinya dengan keadaan yang sangat menyedihkan.Amarahnya memuncak,tapi Kenan berusaha menahannya,saat ini yang terpenting menenangkan istrinya terlebih dulu.
Hati Kenan sangat sakit,melihat istrinya dengan keadaan seperti ini.Ahir-ahir ini kesehatan istrinya baru saja membaik,dengan masalah ini Kenan gelisah kesehatan Serena akan memburuk kembali.
"Sayang tenanglah,ada aku disini." Bujuk Lembut Kenan,mencium pucuk kepala istrinya dengan lembut.
"Mikha miliku Ken,dia putri kita,dia putriku." Serena mengelengkan kepalanya,semakin terisak.
"Tentu saja sayang...Kau yang membesarkannya,dia milikmu,dia milik kita..Tenanglah oke." Ucap Kenan menengangkan.
"Tidak Ken...Wanita itu akan mengambilnya dariku.." Serena tidak mendengarkan apa yang di ucapkan suaminya,di dalam fikirannya hanya memikirkan wanita itu membawa putrinya jauh darinya.
"Sayang tenanglah,jangan seperti ini..Ada aku,aku yang akan mengurus segalanya.Ku mohon tenanglah sayang." Kenan memohon,tidak sangup hatinya melihat istrinya yang terguncang seperti ini.
Kedua tangannya mengepal,Kenan tidak mengira semuanya akan terjadi begitu cepat.Wanita itu benerapa minggu ini,sudah membuat fikirannya kacau karna mempersulit surat adopsi Mikha sebelumnya.
Kenan sudah mengenal Sella,bahkan Kenan sudah bertemu Sella sebelumnya.Kenan berfikir bisa bicara dengan perlahan,untuk melepas Mikha.Tapi ternyata Kenan salah,justru wanita ini dengan sengaja membuat istrinya seperti ini.Sella berniat bermain-main dengannya,melalui istrinya.Mulai sekarang,Kenan tidak akan membiarkan Sella lepas begitu saja.
Kenan merasakan ada yang tidak beres dengan istrinya,semakin lama tubuh mungil istrinya semakin melemas dan merosot.Kenan menunduk,menatap wajah istrinya.Benar saja,saat ini Serena sudah tidak sadarkan diri di dekapan Kenan.
Kenan semakin panik di buatnya,Kesehatan istrinya tidak baik-baik saja ahir-ahir ini.Segala pikiran buruk,mulai memenuhi Kenan.Kenan mengendong tubuh mungil istrinya,menuju mobil.Kedua mata Kenan,tidak sengaja bertemu mimik wajah Sella yang terlihat sekali, sedang memancarkan kebahagiaan.Kenan menatap tajam,wanita licik di depannya itu.
Dalam hati,kenan bersumpah tidak akan pernah membiarkan Sella hidup dengan tenang.
"Kembali ke rumah." Titah tegas Kenan,memangku tubuh mungil istrinya yang sudah tak sadarkan diri.
Melihat mobil yang membawa Serena pergi,Sella menyeringai licik.Inilah yang di inginkannya,langkah pertama yang di ambilnya sudah membawa kesuksesan besar untuk wanita licik seperti Sella.
__ADS_1
"Permainan baru di mulai...Serena." Seringai licik Sella.
TBC