Cinta Seorang Serena

Cinta Seorang Serena
Memalukan


__ADS_3

" Baiklah Aku akan segera melakukanya " Huhhhh. Helena menghela nafas panjang.


" Bagaimana caraku membujuk kakak ? mengajaknya ke tempat yang dia minta.Kalau Papa sampai tau habislah aku. bahkan selama ini aku hanya bisa menjalankannya diam diam.


"Pasti ada cara . Helen ayo pikirkan sesuatu, kemana otak cerdikmu selama ini Helena " gumam Helena menggigit kuku kuku lentiknya. tengah berpikir keras . Yah ! beberapa saat yang lalu Helena tengah bicara dengan seseorang misterius. Seseorang itu yang membantu dan memfrovokasi Helena Selama ini.


Helena bertemu orang itu tidak di sengaja namun itu hanya menurut Helena saja. kenyataanya Adalah pertemuan Helena dengan orang itu memang sudah lama di rencanakan oleh sekutunya itu.


Rasa Benci ,dendam dan iri Helena membuatnya mudah Sekali terpancing dan Melakukan sesuatu yang menyimpang.Tentu saja membuat seseorang misterius itu dengan mudah mengunakanya sebagai alat.Saat ini mereka siap melakukan rencana yang sudah mereka susun.tidak bisa menunggu lebih lama lagi pikir mereka.


" Kakak habislah kau kali ini , sudah terlalu lama kau menikmati Keyamanan sebagai Putri Pertama Dharmawangsa.Perlahan lahan Semua Akan Menjadi miliku Selamanya " seringai licik Helena menatap Foto Serena.Tanggannya mencoret coret Foto itu mengunakan Spidol Merah.


***


Sore hari nampak sanggat tenang, Waktu menunjukan pukul 16.00 Dua insan yang tadinya saling memeluk erat di dalam ruangan, kini tenggah duduk Berdampingan.Bercengkerama.


"Serena setelah pertemuan dengan Dokter Sena minggu depan, Aku berjanji akan meengatakan segalanya padamu. Segalanya " Tanggan kekar Ken mengusap lembut pucuk kepala Wanita yang bersender di dada bidangnya. Sejak Tadi yang banyak bicara adalah Ken.Sesekali Serena menanggapi namun lebih banyak mendengarkan.


"Ken mengapa begitu lama . Mengapa tidak Sekarang ..?" Tawar Serena. bangkit menatap Wajah tampan itu.


"Tidak lama Serena , hanya perlu menunggu 4 hari saja kan.Serena . aku juga ingin memastikan kalau semua ini tidak akan membuatmu kesakitan ,tolong bersabarlah sebentar lgi " Suara lembut Ken memberikan penjelasan.


"Kesakitan " tanya Serena Polos


"Ya . Serena di malam saat kau tak sadarkan diri .bukankah karna kau melihat sesuatu mengerikan yang di berikan helena .?" Ken Menginggatkan Kejadian malam itu


Dengan Segera Serena mengangguk, banyak kejadian ahir ahir ini hingga membuatnya lupa mencari tau soal Video itu.


"Karna yang kau lihat itu kejadian yang Kau lupakan di masa lalu, itu membuat kepalamu sakit.Karna dirimu belum siap menerima apa yang kau lihat.dan Aku tidak mau , apa yang aku ceritakan nanti akan membuatmu kesakitan." Jelas Ken berharap Serena akan sedikit mengerti.


" Baiklah Aku mengerti " Serena mengalah bibir mungilnya cemberut maju ke depan.membuat Ken sanggat gemas


"Gadis pintar" Ken Mencubit pucuk hidung mancung Serena.


Belum sempat Ken mengatakan Sesuatu, dering Ponsel Milik Ken bergetar di saku celananya.


" Ponselmu berbunyi " ucap Serena


" Biarkan Saja ,aku sedang tidak ingin di ganggu"Jawab Ken acuh, saat bersama Serena dia sedang tidak ingin siapapun menganggunya.


Belum semenit benda pipih itu berhenti berdering. kini sudah berdering kembali.membuat Serena Gemas , terganggu dengan suara nyaring ponsel milik Ken.


"Angkat Ken...Siapa tau Penting. Berisik sekali" ucap Serena kesal.merogoh ponsel itu dan memberikanya pada pria tampan itu


" Sialan Mike..mengganggu Saja" umpat Ken saat melihat nama di layar ponselnya

__ADS_1


"Mike...Jika yang ingin kau katakan ini tidak penting maka kau tidak akan menerima gajimu bulan ini " ancam Ken , begitu menerima panggilan itu dengan suara Melengking.


Deg


Baru ingin mengatakan Apa tujuannya menghubunggi Presdir Muda itu .Terhenti saat suara melingking Menyeruak Ke gendang telingga nya.Segera ponsel miliknya di jauhkan dari telingganya.


" Habislah Aku." Gumam Mike dalam hati.Sepertinya kali dia melakukan kesalahan besar.


"Cepat Mike Katakan ..Kau itu menganggu sekali Mike, Aku Sedang Bersama Kakak iparmu dan kau terus saja menelfonku. kalau aku tidak menerima panggilanmu sekali artinya aku sedang tidak ingin di ganggu kau tau ..Mike apa kau masih disana ?" cerocos Ken bahkan tidak membiarkan Penelfon di seberang sana itu bicara.


" Ma Maaf tuan..maksudku Maaf Kakak.."


"Cepat katakan. aku sedang tidak punya waktu untuk meladenimu Mike" Tanya Ken dengan tidak sabarnya.


"Kakak ..Papa Dan Mama..Baru saja kembali dari London dan memintamu, maksudku Kita untuk Ke Masion Utama malam ini" ucap Mike memegangi Dadanya, merasa lega telah mengatakan tujuanya.


"Baiklah. Kau bisa kembali dulu..Aku akan tiba saat makan malam " dengan malas Ken menjawabnya memutuskan panggilan itu dengan sepihak.


"Kebiasaan..Dasar beruang kutub .mudah sekali dia marah , apa salahku aku hanya menyampaikan Pesan mama.Cih Berteriak Semaunya membuat telinggaku sakit saja.Saat mama hamil dulu mama ngidam apa ? sehingga watak putranya itu bisa menyebalkan seperti itu." Mike keluar dari ruangan miliknya dengan mulut komat kamit.


***


Angin Malam ini terasa kencang. membuat rambut panjang wanita cantik yang berdiri di balkon kamarnya itu berkibar mengikuti arah angin. bibir yang biasanya semerah cerry kini sedikit membiru karna kedinginan, kedua tanggan nya memeluk tubunya sendiri. bibir munggilnya sedikit terangkat menyunggingkan senyumman, menginggat perlakuan pria tampan yang di temuinya tadi.


Setelah Ken menyudahi panggilan dengan Asisten pribadinya.Ken kemudian berpamitan.sebelum benar benar pergi Ken mencium kening Serena dan mengelus pucuk kepalanya.Membuat pipi mulusnya memerah seperti tomat.


Ciuman tadi membuat jantungnya serasa ingin melompat keluar, merasakan seperti ada ribuan kupu kupu menggelitik perutny.Indah Sungguh indah.membuatnya ingin merasakan lagi dan lagi.menginggatnya membuatny tertunduk malu.


" Aiisshh apa yang ku pikirkan..bagaimana bisa aku ingin mengulanggi ciuman itu lagi, sanggat Memalukan. sadarlah Serena" Gumam Serena mengeleng gelengkan kepalanya.


Tok..tokk


ceklek


Seketika pintu kamar itu terbuka.


"Nona . Ada Tuan Muda Marvin di bawah, Ingin bertemu denganmu" ucap Pelayan dengan kepala menunduk.


"Hah..Katakan padanya untuk menunggu Sebentar" perintah Serena.pelayan itu pun mengiyakan dan undur diri.


"Untuk Apa dia Datang..bukankah aku memintanya untuk berpura pura..Apa keputusanku memintanya membantuku itu benar " ucap Serena meragukan keputusanya.


Setelah Serena berganti pakaian , Serena turun menemui pria yang tenggah menunggunya di taman Kediaman Dharmawangsa.


"Apa yang membuatmu ingin menemuiku Tuan Muda Marvin " Ada rasa tidak suka melihat pria tampan itu datang

__ADS_1


"Ya Tuhan , bahkan tanpa Make up di wajahnya pun dia terlihat sanggat Cantik ,imut sanggat menggemaskan..Ingin Sekali membawanya pulang , menikahinya dan Mengurungnya" Dalam hati Marvin berkelana kemana mana.melihat Serena berjalan anggun, dengan rambut nya tergerak mengikuti arah angin membuatnya tidak bisa berpikir dengan benar. pertanyaan Serena pun seakan tidak mendengarnya.


" Apa kau mendengarku tuan.?" Kesal Serena melihat tingkah pria aneh ini


"Ekkhmm..." segera Marvin tersadar dari lamunannya.


"Silahkan duduk Nona .jangan berdiri di sana. Apa kakimu tidak lelah Dari tadi berdiri." dengan tak tau dirinya Marvin menawari Serena duduk


"Tidak malu, Aku ini tuan rumahnya mengapa jadi dia yang mempersilahkanku duduk " Batin Serena ,mendudukan bokongnya di kursi taman. mengerutkan keningnya dari tadi menatap Marvin dengan kesal.


"Jadi apa yang membuatmu kemari " tanya Serena dingin


"Mama yang menyuruhku datang, mama menyuruh Putra tersayangnya ini untuk Menemui Calon menantunya ,Aku tau kita hanya berpura pura saja , tapi Mama tidak mengerti apapun dan mengira Putri Pertama Dharmawangsa sebagai Calon Mantunya. Aku bahkan tidak bisa menolaknya "jawab Marvin Alasan itu sudah di siapkan Marvin saat ingin datang Ke Kediaman Dharmawangsa.


Tentu saja ucapanya tidak semuanya benar.sang mama hanya menayakan perkembanggan hubungannya Dengan Serena,Dan pertanyaan Nyonya Anita yang membuatnya berpikir menemui Serena.mengunakan Sang mama sebagai alasan.


"Uhukk" mendengar kata Menantu membuat Serena tersedak Salivanya.


"Astaga apakah ini yang namanya senjata makan tuan..? Tidak bisa aku harus segera menyelesaikan masalah ini secepatnya.Aku tidak bisa terus terusan berbohong seperti ini,Calon Menantu Mengapa terdengar sanggat menggerikan " Batin Serena pikiran nya sanggat gelisah saat ini.


"Apa kau baik baik saja " tanya Marvin melihat ada yang tidak beres sejak tadi.


"Ti Tidak maksudku aku baik baik saja "


"Benarkah..tapi mengapa wajahmu terlihat pucat apa kau sakit ? " Tanya Marvin panik menempelkan punggung Tangannya ke kening Serena.


"Tidak.. Aku hany sedikit lelah saja. Ya Aku baik baik saja "Jawab serena tidak ingin Marvin curiga dengan apa yang di pikirkanya saat ini.


Yang di pikirkan Serena saat ini hanya Segera mengahiri Sandiwara ini, tidak ingin melibatkan banyak orang.Serena semakin yakin Keputusannya waktu itu benar benar keliru.


"Marvin Bisakah Kau kembali Sekarang ..?Aku sanggat lelah hari ini. saat aku punya waktu aku akan berkunjung Ke Kediaman Ariston." Usir Serena halus.


"Benarkah Kau akan berkunjung " tanya Marvin, dalam hatinya bersorak gembira


"Hemm Aku pikir tidak ada salahnya mengunjunggi Nyonya Ariston..Ada sesuatu yang ingin Aku bicarakan padanya " Janji serena.Saat itu lah Serena ingin mengahiri dan Meminta Maaf pada Keluarga Ariston.


"Baiklah..Mama pasti akan sangat senang mendengar Calon Menantunya datang" seyum manis terpampang nyata di wajah tampan Marvin.


"Aku akan Kembali Sekarang. Masuklah udara disini sangat dingin .Selamat Malam, Segeralah istirahat " Pamit Marvin. menggusap pucuk kepala Serena dan berlalu.


"Huhh Maafkan Aku Marvin, Kau pria yang baik. tapi aku tidak menyukaimu. aku tidak bisa menikahimu.Banyak hal yang tidak kau Ketahui tentang aku tentang Keluarga Dharmawangsa.Bahkan Perjodohan ini tidak lebih untuk keuntunggan Papa sendiri. dan aku tidak bisa melibatkanmu dalam hal ini. ini terlalu rumit. setelah ini aku tidak bisa membiarkanmu menggenalku lebih jauh." Batin Serena 2 butir Bening itu jauh membasahi pipiny.


TBC


Haiii....

__ADS_1


Selamat Membaca...


Mohon Dukungan Like dan komennya ya Mohon Maaf Bila Masih ada banyak salah kata ini novel pertamaku 🙏🙏🙏


__ADS_2