
Flashback On
Setelah Saat urusan di Bandung selesai Reza memutuskan untuk kembali ke Jakarta. tidak ada yang di lakukan Reza selain mengamuk, memaki semua pengawal di Kediamannya.
Bahkan Saila yang tidak tau apapun tentang kejadian itu pun juga terkena imbasnya.
Bagaimana tidak sebelumnya Reza sudah mewanti wanti untuk menjaga Serena tapi Saila malah sibuk memanjakan dirinya ke Salon dan berbelanja.
Setelah Sampai di Kediaman Saila pun di buat terkejut dengan keadaan Rumahnya, yang membuatnya lebih terkejut adalah saat mengetahui Serena telah di bawa pergi.
hati Saila sangat gelisah, takut akan kemarahan Suaminya. dan benar ketakutannya pun terjadi.
" Cih Aku tidak mengharapkan ini darimu Saila. Kau sama seperti keponakanmu itu mulai menjadi pembangkang." Maki Reza menatap tajam Saila.
"Paa Aku.."
" Jangan membantahku Saila. kau tidak di izinkan bicara saat ini." Suara Reza mulai meninggi.
Setelah mendengar Reza mengatakan itu membuat Saila menunduk. bukan tidak tau sejak dulu jika Reza sedang seperti ini dia sama Sekali tidak suka di bantah, bodoh jika Saila tetap berani membantahnya.
" Aku membawamu kesini untuk membantuku menanggani keponakanmu itu. jangan karna aku memiliki perasaan padamu kau jadi besar kepala dan sombong Saila. ingatlah jika Aku bisa membawamu kesini maka Aku juga akan dengan mudah menendangmu keluar dari sini." Ancam Reza Ada Sebuah rahasia yang selama ini di simpan Reza sendiri. bahkan Saila sendiri tidak akan tau jika di masa depan rahasia itu yang akan perlahan menghancurkannya.
" Papa.." teriak Helena berlari menghampiri Sang Papa dan memeluknya.
" Sayang . Kau sudah kembali ? Apakah liburanmu bersama Pamanmu sangat menyenangkan .?" Tanya Reza pada Putri tercintanya.
Setelah mendengar teriakan Helena. Raut Wajah Reza yang Sedang Marah pun tergantikan dengan Senyuman Manis dan mulai menyambut pelukan putri manjanya itu.
" Hem. Sangat menyenangkan Papa..seandainya Papa ikut bersama kami pasti lebih menyenangkan." Jawab Helena dengan suara manjanya.
Semenjak Helena Kecil dia memang lebih dekat dengan Reza alih-alih Saila.Reza adalah Segalanya untuk Helena begitu juga sebaliknya.
" Oh Sayang . kau memang putri tercintaku." Reza mencium pucuk Kepala Helena melepas rindu sudah benerapa hari Reza tidak melihat putrinya itu.
" Helena Dimana Paman Faisal ?" Tanya Reza kembali. Sejak tadi menatap pintu Masuk berharap bertemu Faisal hari ini. ada banyak hal yang akan Reza bicarakan dengan Dokter Senior itu.
" Paman Masih Di Mobil Pa. sedang bicara di telfon dengan Seseorang." Jawab Helena bergelayut Manja di lengan Reza.
" Apa ada yang mencariku ." Faisal muncul dari pintu menuju ke tiga orang itu. kedua tangannya membawa banyak tas belanjaan milik Helena.
" Ah Paman. Papa Sedang mencari Paman. Aku melupakan semua Belanjaanku dan Paman Sudah membawanya. trimakasih Paman aku menyayangimu." Helena berjalan menghampiri Faisal dan meminta semua belanjaan miliknya. tidak lupa Helena meninggalkan kecupan di pipi Pamannya itu.
__ADS_1
Faisal yang mendapatkan kecupan sayang itu pun tersenyum senang dan mengelengkan pelan kepalanya.
" Maa.. ayo ikut aku.Ada banyak hal yang mau aku tunjukan pada Mama ." Ajak Helena tangannya menarik Saila .entah mengapa sejak tadi hanya diam menyimak saja. bahkan Saling bahagianya Helena tidak menyadari Kemurungan di sorot mata sang Mama.
"Apa Ada yang ingin kau Katakan Reza ?" Tanya Faisal menjatuhkan bokongnya di Sofa, sebelah Reza. setelah memastikan Helena benar-benar sudah pergi.
Melihat dari Sorot mata Reza dia tau jika Ada sesuatu yang terjadi.yang di sembunyikan dengan rapi dari Helena.
" Kau benar Faisal Anak itu sudah mengetahui Segalanya..Aku sudah menguncinya d gudang. tapi sialnya saat aku pergi ke Bandung dia berhasil keluar dari gudang itu di bantu orang yang di belakangnya selama ini." Jelas Reza memijat pelipisny, dia menjelaskan yang sebenarnya Dan tidak ada yang di tutup tutupi sama sekali.
"Dan Semua pengawal tangguhmu tidak Mampu menghentikannya. yang Artinya Orang di belakang Serena Bukan orang biasa," Tebak Faisal, dia bukan orang yang bodoh sehingga tidak menyadari semua itu.
" Anderson .menurut informasi putra tungal Anderson yang membantu Anak itu." Jawab Reza serius menatap Faisal.
" Kali ini lawanmu bukan orang biasa Reza. Kau tidak bisa sembarangan bertindak, Kau harus Segera menekan mereka. jika tidak mereka yang akan menekanmu. Seluruh keluarga Anderson tidak pernah main-main dalam melakukan sesuatu, dan aku sangat yakin Mereka sudah merencanakan sesuatu untuk melawanmu. Tidak peduli apa hubungan Serena dengan keluarga itu, tapi ini sangat berbahaya untukmu Reza." Suara Faisal tenang dan jelas.
Tipe orang Seperti Faisal memang selalu tenang dalam menghadapi situasi apapun. berbeda dengan Reza yang masih mudah mengandalkan emosinya.dan sejujurnya Faisal adalah musuh yang berbahaya, semua Kelicikan Reza berasal dari otak Faisal.
" Anak itu sudah tidak bersama kita. Akan sulit bagiku menekannya ." Reza menggepalkan kedua tangganya. setiap menggingat Serena emosi Reza kembali membuncah.
" Ya.. kau benar. tapi kau masih bisa mengunakan orang lain untuk menekannya."
Seringai licik Faisal.
" Panti Asuhan. bukankah Anak itu mempunyai Sesuatu yang berharga di sana." Sambung Faisal kembali
"Hahaha... Kau benar Faisal. Aku bahkan melupankannya. Hahaha Serena Aku akan memberikan hadiah istimewa untukmu." Suara Tawa Reza terdengar di seluruh ruangan itu.
Flashback Off
***
Dua jam berlalu kini Kenan keluar dari ruang rapat. kakinya melangkah menuju ruangan Presdir miliknya. Karna Mike sedang berada di Masion Anderson maka Kenan sendiri yang memimpin rapat kilat kali ini.
Senyum Cerah di wajah tampannya tidak hilang sedikut pun dan itu semakin menambah Pesona Seorang Kenan.Presdir Muda itu melakukan Rapat kilat karna tidak akan membiarkan Wanita yang di cintainya terlalu lama menunggu di ruangan miliknya.
Ceklek
Kenan membuka pintu ruangan itu dengan senyum di wajahnya. namun senyum itu hilang setelah melihat Wanitanya duduk melamun. dan tidak menyadari Keberadaannya.
" Wanita ini. kenapa sangat Ceroboh sekali bagaimana jika Orang jahat yang Masuk. Melamun seperti ini di sembarang tempat. Sepertinya aku harus meminta Gerry menjaganya lagi." Batin pria tampan itu melangkah menuju wanita yang masih melamun.
__ADS_1
"Sayang . Apa aku terlalu lama ?" Tanya Kenan membuyarkan lamunan Serena.
"Ken.." Mendengar Suara Kenan membuatnya tersadar dari lamunannya.
Dengan Segera memeluk pria yang baru saja bicara dengannya itu.Entah mengapa setelah Kenan Datang membuat kecemasan di hatinya sedikit berkurang.
"Sayang apa terjadi sesuatu ?" Tanya kenan membalas pelukan itu. dia merasa Serena menjadi aneh tidak seperti saat di tinggal ke ruang rapat tadi.
"Ken . Apa kau sudah selesai ? Ayo kita ke panti sekarang ." Rengek Serena melepaskan pelukan itu .saat ini Fikirannya hanya tertuju pada Anak nakalnya itu. entah dia sendiri juga tidak tau mengapa.
" Baiklah Ayo kita berangkat "Kenan mengiyakan di Tau perasaan Serena bukan perasaan biasa yang di rasakanny. di hatiny Pun juga menjadi Cemas.
***
50 Menit yang harus mereka habiskan untuk sampai di Panti Asuhan.Selama itu juga kecemasan di hati kedua orang itu semakin bertambah. Mobil mewah yang di tumpanggi mereka pun sampai di Pekarangan Panti.Dengan Segera Ken memarkirkan Mobilnya.
Tanpa menunggu lama mereka keluar dari mobil dengan terburu buru. dan langsung melangkahkan Kakinya menuju pintu Panti.Namun begitu sampai di depan pintu mereka mendengar suara tanggisan seseorang.
" Bunda..." Panggil Serena bingung melihat Bunda Kania Menanggis di kerubunggi Anak-Anak lainnya.
Jantungnya semakin berdetak kencang.pasalnya di sekian banyak Anak-Anak yang ada di sana Serena Sama sekali tidak melihat Anak Nakalnya.
" Serena.." Tanggis Bunda Kania berhenti mendengar suara Serena memanggilnya.perhatian Anak-Anak pun teralihkan menatap Arah pintu.
" Bunda Di Mana Anak Nakal itu ?" Serena bertanya tanpa Basa Basi.kedua matanya menyapu seluruh ruangan luas itu.
" Mikha...Mommy datang Sayang. Ayo tunjukan dirimu jangan bersembunyi." Teriak Serena. tanpa menunggu jawaban Bunda Kania. Serena berteriak memanggil putrinya.
"Mikha .." Melihat tidak Ada jawaban Serena kembali berteriak.
" Mommy... Mikha di Culik." Ucap Salah satu Anak Panti memberitau Serena.
Deg---
TBC
Haiii...
Selamat Membaca...
Mohon dukungan like dan komennya ya.
__ADS_1
Jangan lupa di masukan ke yang Ter Favorit
Mohon Maaf bila masih ada salah kata dan typo ini novel pertamaku 🙏🙏🙏