Cinta Seorang Serena

Cinta Seorang Serena
Mengadopsi Mikha


__ADS_3

Deg---


Masih merasa terkejut dengan permintaan Mikha kini Serena kembali terkejut karna lamaran pria di depannya ini. Tapi di dalam hatinya entah mengapa ada pancaran kebahagiaan yang Serena rasakan. Menatap wajah serius Kenan, dia menjawab.


" Ken Aku "


Tanpa menunggu Serena melanjutkan ucapanya Kenan berbicara lagi.


" Jika hatimu masih bingung maka jangan di jawab sekarang Serena. Kau masih bisa memikirkannya dan aku akan menunggumu." Kenan sangat tidak siap jika nantinya Serena akan menolaknya. karna itu dia dengan sabar memberikan Serena waktu yang cukup.


Sepasang mata Serena memandang pria tampan itu dan tersenyum lembut.


" Tidak Ken. Aku rasa aku sudah tidak membutuhkan waktu lagi, aku bisa menjawabnya sekarang." Tolak Serena dalam hatinya sudah yakin akan keputusan yang akan dia ambil.


Dalam hati Kenan benar-benar merasa takut. takut akan merasakan patah hati karna di tolak. Telapak tangannya sudah mengeluarkan keringat.namun pria itu tidak mengatakan apapun.


Telapak tangan Serena yang merasakan basah karna keringat dari telapak tangan lebar itu pun tersenyum dalam hati.


"Bahkan telapak tangannya berkeringat. Apa dia sedang gugup." Batin Serena dalam hati.


" Aku Bersedia " jawab Serena tiba-tiba


Deg---


Kedua mata Kenan melebar, bahunya terangkat ke atas. Dia benar-benar memastikan jika apa yang di dengarnya ini nyata.


" Apa..?" Tanya Ken memastikan.


" Ya Ken. Aku bersedia Menikah denganmu, menjadi istrimu. Aku bersedia hidup denganmu, menjadi ibu dari Anak-Anak mu dan Aku bersedia menjadi Menantu Keluarga Anderson." Tegas Serena dalam suaranya tidak mengambarkan keraguan sedikit pun.


"Ya Tuhan " Karna merasa sangat bahagia pria tampan itu tidak memikirkan apapun. dia langsung memeluk wanita yang baru saja menerima lamarannya itu.


Greep


"Kau tau Serena aku seperti bermimpi mendengarnya. Trimakasih Serena trimakasih " Ken menangis bahagis mengeratkan pelukanya.

__ADS_1


" Aku yang harusnya mengatakan itu Ken. Kau tiba-tiba datang dalam hidupku dan menjadi penyelamatku. Sebelumnya aku belum pernah dekat dengan pria manapun.Aku belum mengerti rasa yang aku rasakan saat bersamamu ini hanya sekedar nyaman atau lebih. Semakin kau di dekatku aku semakin yakin jika itu perasaan cinta. Jantungku berdebar saat bersamamu, Aman dan nyaman saat kau di dekatku." Jelas Serena mengingkapkan isi hati yang di rasakannya selama ini.


"Aku mencintaimu Serena " Ungkap Kenan, mendengar yang baru saja di katakan Serena membuatnya menangis bahagia.


Penantian panjang yang selama ini di tunggunya berahir sudah. Apa lagi yang lebih membahagiakan dari ini. Segera Kenan melepaskan pelukannya dan membingkai wajah cantik Serena kemudian mencium kening Serena.


" Apa kau bahagia Serena ?" Entah mengapa secara tiba-tiba Ken menanyakan itu.


"Apa yang kau pikirkan Ken ? tentu saja aku bahagia Aku..."


Ehemmm


Ucapan Serena terpotong mendengar deheman kecil seseorang. Seketika pandangan keduanya menoleh ke arah suara itu.


" Oho Jadi aku di lupakan ?" Rajuk gadis kecil yamg berdehem tadi. dia merasa sangat bahagia dengan yang terjadi di depannya ini.Tapi juga merasa kesal karna di lupakan mereka seakan hanya mereka berdua saja yang ada di dalam sini.


"Ah Sayang kemarilah.." Undang Serena merentangkan tangan menunggu putrinya yang kini sedang cemberut.


Karna terlalu bahagia mereka melupakan gadis nakal itu. bahkan bagi Kenan karna gadis nakal itu lah yang membuatnya melamar wanita yang di cintainya saat ini.


" Mikha apa kau bahagia sekarang ? Tanya Kenan.


Kruyukkk Kruyukkk


Tawa mereka pecah mendengar suara perut seseorang.


"Hahaha.." Mereka tertawa bersama. namun pipi seseorang merona menahan malu karna perutnya berbunyi.


"Haha Mommy lihat cacing di perut Mommy sudah berdemo ." Mikha cecikikan menggoda Serena yang menunduk malu.


"Sayang sudah jangan menggoda Mommy lihat Mommy sedang malu " Ken terkekeh pelan. sebenarnya dia sangat senang bisa melihat wajah Serena yang sedang malu terlihat sangat mengemaskan.


Bug bug


Serena yang melihat Ken ikut menggodanya pun memukul lengan kekar di depannya Kedua matanya melotot.

__ADS_1


"Mikha istirahatlah sayang bukankah kau masih sakit." Ucap Serena mengalihkan pembicaraan. mengelus rambut panjang Anak nakalnya.


"Hemm dan Mommy harus memelukku." Mikha patuh dia memang masih merasa lemah dan mengantuk karna obat yang baru saja di minumnya.


"Oh kemarilah sayang Mommy akan memelukmu." Serena tersenyum lembut saat ini dia benar-benar merindukan kemanjaan Mikha padanya.


"Semua hal buruk sudah berlalu. Mommy berjanji Sayang setelah ini Mommy akan bersamamu dan Mommy akan membawamu kemanapun Mommy pergi " Batin Serena memejamkan mata sepintas dalam ingatanya menginggat kejadian yang baru saja mereka alami membuatnya bergidik ngeri.


" Tidurkan Anak nakal itu karna kau harus segera makan." Bisik Kenan seakan dia tau jika Serena sedang memikirkan kejadian itu.


Mendengar bisikan Kenan pun Serena membuka kedua matannya dan melihat kedua mata Mikha yang sudah terpejam. dengan pelan dia melepaskan pelukanya meletakan Kepala Mikha di bantal dengan hati-hati. Setelah menyelimutinya Serena turun dari ranjang.


"Ah " Pekik Serena merasakan tubuhnya melayang.


"Pelankan suaramu Nona atau kau akan membuatnya terbangun." Bisik Kenan tersenyum melihat wanita yang di gendongnya terkejut.


"Isshh Kau selalu mengagetkanku Ken, tanpa mengatakan apapun kau selalu membuat tubuhku melayang." Omel Serena mengalungkan kedua tangannya di leher Kenan.


Kenan hanya membalasnya dengan senyuman. melangkah keluar dari kamar setibanya di meja makan Ken menurunkan Serena tepat di kursi meja makan.


Tangannya dengan lincah mengisi piring milik Serena menyendokkan nasi , sop ayam dan perkedel kentang kesukaan wanita itu.


"Cukup Ken Aku tidak makan sebanyak itu. kau mengambilkan terlalu banyak perutku tidak akan cukup." Serena mengerutu melihat piringnya penuh dengan nasi dan sayur. baru saja terbangun dari pingsan mana mungkin akan makan sebanyak ini kan.


" Ayo buka mulutmu Aaa.." Kenan menyuapkan sendok berisi nasi dan sayur di depan bibir Serena. dia tidak mendengarkan gerutuan wanita ini


Tanpa menolak Serena membuka mulutnya.dia tau jika menolak pun tiada gunanya Sekarang.lagi pun dia juga merasa sangat lapar melihat semua menu favoritnya terhidang di meja lebar itu.


Tanpa terasa kini Kenan menyuapkan sendok terahir membuat wajah tampannya tersenyum.


" Tadi mengerutu tidak akan habis. tapi lihat bahkan tidak tersisa sedikit pun" Batin Ken mengelengkan kepalanya pelan.


"Setelah kita menikah Kita akan mengadopsi Mikha ." Kenan Membuka suara menatap wajah Serena menunggu reaksi wanita itu.


" Benarkah ?" Serena berbinar bahkan dia baru saja memikirkan ini dan Ken sudah mengatakannya.

__ADS_1


" Ya akan lebih leluasa untuk kita jika mengadopsinya segera. dia akan menjadi milik kita. kita bisa menjaganya, membahagiakanya, kita jadikan dia anak kita yang sesungguhnya. Aku tau kau sangat menyayanginya kau mencintainya dia pun juga begitu padamu. Aku akan menjadikan dia milikmu Serena " Kenan menjelaskan


TBC


__ADS_2