Cinta Seorang Serena

Cinta Seorang Serena
Pertemuan Pertama


__ADS_3

Setelah mendapatkan panggilan beberapa menit yang lalu tanpa membuang waktu kini Serena langsung berangkat menuju Panti Asuhan dengan perasaan cemas.


"Non Serena tenanglah .. Tidak akan terjadi sesuatu pada Nona kecil,, dia hanya sedang mencari perhatian Non Serena saja. Karna sudah 3 hari Non Serena tidak Menemui Nona kecil." Pak Firman Menenangkan Nona muda nya yang sedang cemas saat ini.


Pak Firman pria yang berusia 47 Tahun.Pak Firman adalah Sopir pribadi Serena, dia


telah menjadi saksi tumbuhnya seorang Serena.Pasalnya dia sudah mengabdi di Keluarga Dharmawangsa sejak Serena masih berumur 1 Tahun.Mengetahui banyak rahasia yang sebenarnya Tidak ingin di ketahuinya,oleh karna itu dia memilih diam dan diam menurutnya itu yang terbaik untuknya.


"Benar. Aku telah mengabaikan gadis nakal itu 3 hari ini,, Dia sekarang pasti tengah membuat ulah. Dan membuat semua orang kwalahan karnanya. Selama 5 Tahun ini kehidupanku menjadi sanggat berwarna karna dirinya, dia seperti Putriku sendiri hanya saja...takdir tidak menginginkan dia tinggal bersamaku.." Lirih Serena Menunduk. kedua tangannya meremas ujung dres yang di kenakannya.Saat mengingat kilas balik bersama dengan gadis nakalnya.


"Saat melihatnya aku seperti melihat diriku di masa kecilku hanya saja... Aku tidak bisa menginggat semuanya." Sambung Serena lagi memalingkan wajah sendu ke jendela kaca mobil.Kedua pupil mata indahnya dapat melihat dengan jelas banyaknya kendaraan yang berlalu lalang.


"Akan lebih baik Nona tidak mengingatnya atau itu hanya akan membuatmu kecewa Nona.." Batin Pak Firman memandang Nona mudanya di Kaca Sepion dengan tatapan yang sulit di artikan.


45 Menit berlalu mobil yang di kendarai Pak Firman memasuki halaman luas Panti Asuhan Cahaya Ibu.Dengan terburu-buru Serena membuka pintu mobil,melangkah setengah berlari menuju pintu masuk utama Panti.Dan tepat pada di depan pintu Serena mendengar teriakan gadis nakalnya.


"Aku tidak mau....Aku mau Mommy Sese,,Bunda Kania berbohong padaku. 3 hari Mommy tidak menemuiku, Mommy tidak mengatakan apapun.Aku tidak mau minum obat aku tidak mau .." Jerit Mikha sambil menangis,air matanya mengalir deras membasahi kedua pipi bulatnya ! Sejak semalam Mikha mengingau memanggil Mommy Sese. Dan suhu badannya tinggi dia menangis sambil berdiri di sofa dan berteriak menutupi bibir pucatnya dengan kedua tangan. Menolak Bunda Kania yang membujuknya meminum obat.


"Mikha...Dengar sayang Bunda sudah menghubunggi Mommy. sebentar lagi Mommy datang, sekarang Mikha harus minum obat dulu" Bujuk Bunda Kania dengan sabar pada Mikha.Bunda Kania adalah Ibu Panti yang selama ini bertanggung jawab pada anak-anak asuhny.


"Tidak mau...Tidak mau..." Tolak Mikha mengeleng cepat.Hampir saja tangan mungilnya siap merebut obat cair itu namun belum sampai itu terjadi


"Sayang...." Serena memandang Putrinya dengan tatapan sendu.Langkahnya perlahan mendekati gadis Kecil yang tengah menanggis Itu.


"Mommy.....Mommy..." Pekik Mikha melompat turun dan berlari menuju Serena.


"Jangan berlari dayang.Hati-hati..." Teriak Serena dengan panik.


"Mommy...hikkss... hikksss... hikkss.Mommy ahirnya Mommy datang. Mikha menunggumu.. sangat lama,Mikha sangat merindukanmu hikkkss... hikkks... lihat Mikha sakit, karna merindukanmu, hikkksss... Mikha tidak berbohong.." tangis Mikha semakin menjadi saat berada di gendonggan sang Mommy.Menyenderkan kepalanya di leher Mommynya.


Rindu yang di rasakan selama 3 hari ahirnya di lampiaskan lewat tangissan-nya air mata Mikha membuat dres yang di kenakan Serena menjadi basah.


"Maafkan Mommy sayang....Mommy tidak menemuimu beberapa hari ini,coba lihat bukankah sekarang Mommy sudah datang.sekarang minum obat nya Mikha..Bukankah Mikha mau ketaman ? bermain bersama Mommy ?" Serena mengeratkan pelukannya pada Putrinya.


"Benarkah. Mommy mau mengajakku kesana ? " Mikha menatap Serena dengan polos.. nafas yang sengukan karna terlalu lama menanggis.


"Tentu saja.. Mommy sudah berjanji padamu kan ? maka Mommy akan menepatinya.Tapi Mikha hrus sembuh dulu, baru kita bisa pergi dan bermain sepuasnya.." jelas Serena dengan nada yang lembut,mendudukan bokong di sofa, menenangkan Putrinya yang masih senggukan di gendongannya.Tangan Serena meraih sendok uang berisi obat yang sejak tadi di pegang Bunda Kania. Kemudian menyuapkan obat cair itu ke bibir pucat Mikha.Dengan mudah dan patuh Mikha menerima suapan itu.


"Gadis pintar... Sekarang datang ke pelukan Mommy dan istirahatlah, tidurlah..Mommy akan menemanimu" Bisik lembut Serena ke telingga munggil Putrinya, tanggan nya menggelap bibir munggil Mikha, membersihkan sisa air putih yang dia berikan setelah menyuapkan bbat.Menghapus sisa air mata di pipi bulat Mikha,mengelus pipi , dan pucuk kepala Mikha dengan lembut.


Kini gadis kecilnya telah tidur pulas di pelukanya.Segara Serena memindahkannya ke kamar tidur Mikha dan membaringkanya,di tariknya selimut warna pink,, warna favorit Mikha untuk menutupi tubuh mungil Mikha.


"Maafkan Mommy sayang. Mommy berjanji tidak akan mengulanginya." Serena berkata dengan nada lirih penuh sesal,sambil mencium pucuk kepala Mikha. Pekerjaan nya yang padat membuatnya tidak bisa menemui Mikha 3 hari lamanya.

__ADS_1


***


Setelah menidurkan Mikha.Serena menemui Bunda Kania menanyakan keadaan Mikha selama 3 hari terahir.Serena menceritakan alasan tidak bisa berkunjungnya dia ke Panti selama 3 hari kemarin. Setelah di rasa cukup Serena pamit menuju Caffe miliknya.


Caffe yang sudah 3 Tahun ini di kelolanya.Wanita muda itu membeli Caffe dengan mengunakan tabungan yang selama ini di milikinya sejak lama. Serena memang tidak kekurangan uang tetapi Serena selalu berhati hati dalam mengunakannya untuk hal yang tidak penting.Namun selalu loyal dalam membantu orang-orang di sekelilingnya , yang memang pantas di bantu. Dan ini adalah salah satu kelebihan Serena.


Dalam waktu 3 Tahun. Caffe itu telah berkembang pesat, omset tiap bulannya selalu meningkat dan inilah salah satu yang membuat Helena iri padanya. Helena tertinggal jauh di belakangnya, namun keberuntungan dan cinta dari Reza dan Saila membuat Helena menjadi wanita sempurna dan berhasil menutupi banyak kekurangan dalam dirinya di mata publik.


Sesampai di parkiran Caffe Serena keluar dari pintu mobil. Berjalan masuk menuju pintu utama Caffe. Langsung di sambut pelayan yang berlalu lalang melayani tamu-tamu di dalam Caffe itu.


"Siang Bu Bos..." sapa Dinda pada Serena. Yang kemudian di ikuti oleh pelayan lain.Dinda aalah menejer Caffe yang tak lain sahabat Serena sendiri.


"Siang semua..." Balas Serena dengan senyum manisnya.


"May tolong buatkan aku kopi dann antarkan ke ruanganku.Kau Dinda ikut ke ruanganku sekarang." Perintah Serena pada Maya dan Dinda.


"Baik Nona ." Balas Maya dengan tersenyum dan anggukan Dinda,kemudian berjalan mengikuti Serena masuk ke dalam ruangan.


Kini 2 wanita cantik itu telah memasuki ruangan milik Serena.Kedua sahabat itu menjatuhkan bokong ke tempat duduk masing-masing.


"Bantu aku menyelidiki ini dan bagaimana pendapatmu ?" ucap Serena membuka awal pembicaraan menatap mimik mata shabatnya. Kemudian menjatuhkan amplop coklat meminta Dinda untuk membukanya.


"Ini...Apa .aksudnya ini ?" tanya Dinda terbata mata Dinda membulat saat mengetahui isi amplop ooklat itu. Dengan nada meninggi.


"Tapi ini...ucapan Dinda terpotong karna terdengar suara ketukan pintu.


"Permisi Nona ini kopi mu.." Gadis berseragam pelayan itu melangkah dengan senyum di wajahnya, kemudian meletakan kopi di meja Nona nya.


"Trimakasih Maya.." Serena tersenyum lembut, di balas anggukan Maya dan melangkah keluar dari ruangan.


"Serena... Bukankah ini dirimu ? dan Tante Saila.. ? Tapi siapa pria di sampingmu ini ?, mengapa begitu mirip denganmu ? ini bukan Om Reza ? " Dinda meluncurkan kembali banyak pertanyaan saat tangannya menatap Foto di amplop itu.


"Entahlah Dinda aku sendiri belum menemukan jawabanya, aku bahkan tidak menginggat apapun, gadis kecil di Foto itu seharusnya umurnya sekitar 7 Tahun.Tapi aku bahkan hanya mengginggat saat aku Berumur 8 Tahun, sebelum 8 Tahun aku tidak mengingat apapun.. Apa yang mereka sembunyikan dariku ?.. Aku tdak mengerti apapun ." Serena menunduk berkata dengan nada lirih.


"Baiklah... Jangan dipikirkan,, tapi dari mana kau mendapatkan Foto ini ? " Tanya Dinda


mencoba mengalihkan pembicaraan.


"Helena...Helena yang memberikannya padaku semalam ! Dia tidakenjelaskan banyak.. Hanya menyuruhku mencari tau ini. dan ini ada hubunganya denganku di masa lalu. "Jelas Serena memijit pelipisnya begitu banyak pertanyaan di kepalanya, tetapi tidak tau harus menanyakanya pada siapa.


"Dari mana anak itu mendapatkan ini..? Baiklah secepatnya aku akan membantumu mencari tau. Tenanglah cepat atau lambat semua pertanyaan yang ada di otak kecilmu itu pasti akan terjawab.." Dinda mencoba mencairkan ketegangan yang di rasakan sahabatnya Itu.


6 Tahun menjalin persahabatab dengan Serena membuatnya memahami watak sahabatnya itu. Dinda sangat tau ada banyak hal yang terjadi di kehidupan Serena, masa lalu Serena yang sama sekali tidak di ingat Serena perlahan membuatnya menemukan teka-teki yang selama ini di tutup rapat oleh Keluarga Dharmawangsa yang terkait.

__ADS_1


Serena sendiri pernah bertanya langsung pada mama Saila dan Papa Reza perihal masa lalunya namun di balas bentakan dari sang Papa,, dan benar apa yang di katakan Helena kalau sampai masalah ini sampai ke telingga Reza . Maka dapat di pastikan Serena tidak akan pernah bisa membayangkan apa yang akan terjadi.. Itu sebabnya Serena berharap Dinda bisa membantu memecahkan teka-teki Ini.


"Baiklah... Aku akan kembali kedepan.Aku ada janji dengan Alex sore ini. Dia akan menemuiku 5 menit lagi,aku akan meminta bantuan alex untuk menyelidiki ini. " Dinda beranjak dari kursi nyaman itu.Tangan nya meraih amplop coklat milik Serena.


Alex adalah kekasih Dinda,, mereka bertiga sahabat yang rukun saat masih sama-sama di bangku kuliah..itu sebabnya membuat mereka akrab bagaikan saudara hingga sekarang,, jika salah satu dari mereka mengalami masalah. Maka sudah di pastikan 2 di antaranya akan dengan senang hati membantu.


"Baiklah...Trimakasih Dinda, pastikan jangan ada orang lain yang tau. Aku tidak ingin anak buah Papa mengetahui ini " pinta Serena setelah tersadar dari lamunanya.


"Aku mengerti..." Sebelum keluar dari ruangan,, Dinda menepuk pundak sahabatnya. Menyalurkan kekuatan untuk sahabatnya yang kini tenggah gelisah.


Menjadi Putri pertama Dharmawangsa membuatnya paham bahwa dia tidak bisa sembarangan bertindak.Karna banyak anak buah sang Papa yang tersebar di Sekitarnya, sanggat mudah untuk mencari tau apa saja yang Serena lakukan selama di luar rumah. Karna itulah pengerakan sedikit saja maka Reza akan mengetahui segalanya.


"Kenapa aku tidak bisa mengingatnya sama sekali ..? " gumam Serena memijit pelipisnya yang terasa sedikit pening. Sedikit terkejut mendengar ketukan pintu ruangannya.


Tookkk...Tookkk...Tookkk


"Masuk..." Teriak Serena dari dalam.


"Nona ada seseorang yang ingin menemuimu..Dia sedang menunggumu di uuar.." Ucap Vina dengan ramah.. Menyampaikan tujuannya datang.


"Menemuiku...? Apakah Helena ?" Beo Serena dengan tatapan bingung.


" Bukan Nona..Dia seorang pria ,dia mengatakan ingin menemui Nona " Vina menjawab pertanyaan Serena.


"Baiklah. Aku akan menemuinya..." Serena berdiri dari kursi kebesaran-nya dengan sedikit kebingungan.Pasalnya dia sedang tidak ada janji dengan siapa pun sore ini.


***


Kini Serena berjalan dengan anggun, menuju ruangan VIP entah mengapa dengan perasaan yang tak menentu...Tidak pernah Serena merasakan perasaan seperti ini sebelumnya.


Tepat di depan pintu ruangan itu tangan mungilnya mendorong pintu. Mematung sejenak,, dengan pupil mata cantik menatap sesosok badan putih , kekar, pria itu mengenakan setelan jas hitam. Dengan tenang menunggu kedatanganya, pria yang tengah duduk membelakangginya itu terlihat gagah.


"Maaf ..Permisi..." Suara indah , lembut Serena terdengar ke telingga pria yang tengahenunggunya, tangan kekarnya berhenti bergerak menekan layar benda pipih, yang terlihat mahal yang di pegangnya.


Wajah tampannya menoleh menatap pemilik suara indah itu.Kini kedua mata mereka saling menatap dan mengunci..Wajah tampan itu terpesona menatap wajah wanita cantik, menawan di depan nya Itu.


Kedua bola mata yang indah, bulu mata yang lentik, hidung mancung nan munggil, pipi mulus putih yang terlihat sedikit memerah, Dan bibir mungil yang berwarna merah semerah ceri..


Pemandangan ini membuat pria tampan itu mematung sejenak..Terdapat kerinduan yang mendalam di tatapan keduanya.


"SERENA...."


TBC

__ADS_1


Selamat membaca 😊 Mohon Dukungan Like Dan Komennya Ya, Jangan Lupa Jadikan Yang Ter Favorit Ya.Mohon Di Maklumi Bila Ada Banyak Salah Kata Dan Typo Ini Novel Pertamaku 🙏🙏🙏


__ADS_2