Cinta Seorang Serena

Cinta Seorang Serena
Hari Pernikahan


__ADS_3

Waktu berjalan begitu cepat, tidak terasa dua minggu sudah berlalu.Hari ini adalah hari dimana sepasang kekasih yang sedang merasa bahagia,akan melakukan sebuah pernikahan.Bukan pernikahan mewah yang akan mereka jalani,hanya sebuah pernikahan sederhana.


Namun pernikahan ini,mampu membuat orang-orang di sekitarnya bahagia.Di sebuah ruangan terdapat seorang wanita cantik,sedang di kelilingi perias pengantin handal,yang sengaja di siapkan calon suaminya.Siapa lagi jika bukan Serena Dharmawangsa.Tidak bahkan sebentar lagi marga yang akan di gunakan,bukan lagi Dharmawangsa.Tapi marga pria yang akan di nikahinya hari ini.


"Pengantin kita terlihat sangat cantik,aura di wajahnya terlihat keluar.Sangat sempurna." Puji salah satu Perias Pengantin,benar.Siapa pun yang melihatnya tidak bisa untuk menahan diri memujinya.


"Ah benar sekali,aku bahkan sebagai wanita merasa sangat kagum melihatny." Sahut Perias Pengantin satunya.


Serena yang mendengar pujian-pujian itu tersenyum malu,pipinya terlihat semakin merona.Serena melihat dirinya di cermin,senyum di wajahnya mengembang sempurna.Mahkota kecil di atas kepalanya membuatnya semakin sempurna.Dia seperti seorang Putri Raja.


"Kalian Keluarlah.."Perintah Kenan. Suara bariton dari depan pintu mengagetkan,seisi penghuni ruangan itu.Tanpa pikir panjang,mereka menunduk keluar.


Sesuai para Perias Pengantin Keluar.Ken menutup pintu kamar dan melangkah maju,mendekati wanita yang tidak lama lagi akan di jadikan istri olehnya.


"Ken jangan menatapku seperti itu." Serena gugup,melihat pria tampan di belakangnya menatapnya dengan senyum menawan di wajahnya.


Siapa pun yang di tatap seperti itu,pasti akan merasa tersipu kan.


"Akkhh.Sayang mengapa kau terlihat sangat cantik hari ini ! aku bahkan tidak rela jika para tamu akan memandangmu nanti." Protes Kenan posesif,dia sudah membayangkan jika para tamu yang hadir akan mencuri pandang Serena.


"Para tamu ? bukankah yang kita undang hanya orang-orang kita saja Ken." Suntuk Serena,mengerutkan kening.Betapa posesifnya pria di depannya ini pikirnya.


"Mereka juga pria Sayang.Aku tidak suka jika pria lain melotot menatapmu di depanku." Elak Kenan,mendengus kesal.Kedua tangan Ken melingkar di perut Serena,kepalanya di senderkan di pundak calon istrinya.


"Baiklah..Kalau jika begitu kita tidak perlu menikah kan." Ketus Serena

__ADS_1


"Apa ?" Kenan mendongakkan kepalanya,menatap cermin.Beradu pandang dengan Serena di pantulan cermin.


Belum Serena menjawab Kenan,terdengar suara pintu terbuka.


Ceklek


"Apa kalian akan terus disini ..?Tanya Nyonya Clara, kedua tangannya bertolak pingang.mengelengkan kepalanya melihat kelakuan putranya.


Yang benar saja,beberapa saat lalu dia menyuruh Kenan untuk melihat calon menantunya.Dan membawanya turun,namun apa yang terjadi,Nyonya Clara melihat Putra tersayangnya sedang mengoda Serena.


"Oh Ya Tuhan..Menantuku terlihat cantik sekali."Kagum Nyonya Clara,melihat wajah menantunya membuatnya melupakan kekesalannya pada Putranya.


"Ma.." Serena tersenyum bahagia,selama Serena bertemu dengan Nyonya Clara kembali.Kesepian dan kesedihannya akan rindunya terhadap orang tua kandungnya seketika terobati.


Lalu mengapa jika dia yatim piatu sekarang,masih ada ibu yang lain.Dengan tulus menyayangginya pikir Serena menghibur diri.


Membalas pelukan Nyonya Clara,Serena meneteskan air mata.Namun segera di hapusnya,tidak akan membuat mereka semua mengetahui jika dia tengah menanggis.Setidaknya biarkan hari ini dia egois,untuk merasa bahagia demi dirinya sendiri tanpa memikirkan apapun dan siapapun.


"Ah sudah..Ayo kita turun,semua sudah menunggu kedua Pengantin kita hari ini."Ajak Nyonya Clara,membenahi Mahkota Serena yang sedikit miring akibat pelukannya.


Sebenarnya dalam hati Nyonya Clara,terluka melihat jalan hidup Serena.Yang bahkan sejak kecil sudah mendapatkan ketidakadilan,walaupum begitu dia tidak bisa berbuat banyak.Dia bertekat akan memberikan kebahagiaan,kasih sayang dan cinta untuk Putri sahabatnya ini.


" Mama mencuri Pengantin wanitaku." Protes Kenan,mamanya benar-benar menganggu waktu berharganya dengan Serena.


Mendengar protesan Kenan pun,Serena tersenyum.

__ADS_1


"Setelah ini kau bisa menikmati waktumu sepuasnya dengan istrimu Ken." Jawab Nyonya Clara,melambaikan tangannya acuh.Berjalan menuntun calon Pengantin wanita keluar kamar.


Mereka bertiga menuruni tangga panjang,mewah kediaman utama Keluarga Anderson.Acara yang mereka langsungkan hanya sederhana saja,tidak ada media ataupun kolega-kolega bisnis yang di undang.Itu sebabnya mereka mengadakan upacara Pernikahan di Kediaman Anderson sendiri.


Namun dekorasi yang terlihat di ruangan itu,terlihat begitu mengesankan.Siapapun yang melihatnya akan merasa kagum.Serena pun merasa terkesan dengan dekorasi indah dan penuh bungga,sungguh kesederhanaan yang sempurna pikirnya.


"Kau menyukainya sayang .?" Bisik Kenan


"Sangat menyukainya,trimakasih Ken ."Jawab Serena tersenyum,pandangannya tetap lurus kedepan.


Nyonya Clara yang mendengar sepasang Pengantin itu saling berbisik pun,tersenyum bahagia.


"Semoga kebahagiaan selalu bersama kalian." Batin Nyonya Clara.


"Tapi..Ucapan saja tidak cukup sayang." Bisiknya lagi,dengan senyum menggoda.


"Lalu ?"


"Kau harus bertrimakasih dengan cara yang benar nanti malam." Kenan mengedipkan matanya,menatap wajah merona Serena.


Mendengarnya pun Serena melotot,menatap pria tidak tau mau di sampingnya ini.Dengan pipi yang merona.Bagaimana jika Mama mendengarnya pikir Serena.


TBC


Jangan lupa sempatkan baca novelku yang lain ya.

__ADS_1


"Pernikahan Kedua"


🙏🙏🙏


__ADS_2