
Bibir mungil Serena manyun,sepanjang jalan perjalanan menuju Masion pria yang menjadi suaminya itu,mengerutu,mengomelinya.Apa lagi ? jika bukan karna siku tangannya yang memar.
Bahkan Serena sendiri tidak mengetahui jika sikunya memerah,hanya merasakan sedikit sakit saja.Tapi coba lihat suaminya bahkan dia tidak berhenti mengomel sepanjang jalan,apa ini tidak berlebihan pikir Serena.
"Sudah sayang...Jangan mengomel seperti ini,aku janji akan hati-hati lain kali." Bujuk Serena,dia sangat menyukai setiap perhatian dari suaminya.Namun dia tidak menginginkan yang terlalu berlebihan juga.
"Baru sebentar saja,kau jauh dari pengawasanku sayang.Dan coba lihat ini...Kau kembali padaku dengan tangan seperti ini." Protes Kenan,rupanya masih belum puas mengerutu.
"Maafkan aku sayang." Lirih Serena dengan suara penyesalan,dia juga tau suaminya sangat peduli padanya.Itu sebabnya Kenan,tidak ingin melihat istrinya terluka sedikit pun.
"Tapi Sayang..." Kenan ingin melayangkan protesannya kembali,tapi terhenti karna ada sesuatu yang menabrak bibirnya.
"Emmmmp"
Tidak ada pilihan lagi pikir Serena,dia harus melakukan sesuatu untuk membuat suaminya berhenti mengomel dan membuat kembali mood pria ini membaik.Dengan tidak tau malunya Serena,membungkam bibir suaminya dengan bibir merahnya.
Mendapat serangan tiba-tiba dari Istrinya,membuat Kenan terkejut.Tapi sedetik kemudian keterkejutannya menjadi kegembiraan di dalam hatinya.Jika marah bisa membuat istrinya seperti ini,maka dia bersedia memarahi istrinya sesering mungkin pikir Kenan.
Dengan senang hati Kenan membalas ciuman lembut istrinya,tangan kekar Kenan menekan tengkuk istrinya.Mereka memperdalam ciuman mereka,tanpa menghiraukan sopir pribadinya yang bahkan belum turun dari mobil.Serena yang awalnya hanya ingin meredam amarah suaminya pun,justru malah terbawa arus oleh gairah mereka sendiri.
Drett drett
Ciuman itu semakin panas,tapi tiba-tiba ada sesuatu yang menganggu aktivitas panas mereka,menyebabkan Kenan yang sedang terbakar gairah mengumpat dalam hati.
"Sial.."
Terlihat gawai mahal Kenan bergetar,menandakan ada pangilan masuk.Serena berusaha melepaskan ciuman itu,tapi suaminya tidak akan membiarkan istrinya terlepas begitu saja.
__ADS_1
Drreett drreett
Ponsel pria itu bergetar kembali,Serena mengigit bibir suaminya.Tidak ada pilihan lagi kan untuk menghentikan itu ! Dan benar saja gigitan itu membuat suaminya melepaskannya.
"Hah..Hah hah.." Nafas mereka memburu,ciuman panas itu menyebabkan pasangan bergairah itu kehabisan oksigen.
Drettt drettt
"Sialan..Kau merusak segalanya Mike.."Teriak Kenan,mengumpat.Dia ingin sekali memukul kepala Adiknya itu.
*Deg---
"Habislah aku.." Batin Mike*
"Ka Kak...Ini.." Mike terbata,tengorokannya tercekat.Entah mengapa sulit sekali mengatakan apa tujuanmu itu Mike.
"Sial...Gajiku akan terpotong bulan ini."Umpat Mike mengusap telinganya.Sungguh suara melengking Kenan membuat gendang telinganya berdengung.
Wajah cantik Serena cemberut,suaminya ini dasar ! Mengapa suka sekali memarahi dan menindas orang.Wanita cantik itu membuang wajahnya,dan turun dari mobil dengan kaki yang di hentak-hentakkan.
"Sayang...Kita belum selesai."Teriak Kenan,tidak terima melihat istrinya turun dan meninggalkannya.Bukankah dia belum selesai menyiram padi di sawah,pikirnya.
"Aku sudah tidak mengignginkannya." Balas Serena dengan berteriak.
Melihat punggung istrinya sudah tidak terlihat lagi,pria tampan itu berguman tidak jelas.Mimik wajahnya sangat jelek saat ini,biarpun begitu sejelek-jeleknya wajahnya dia masih tetap terlihat tampan lho.
"Kau harus membayar kesalahanmu ini Mike...Aku akan memotong gajimu bulan ini." Pria itu melangkah masuk,dengan bibir yang terus mengomel.
__ADS_1
***
Seorang wanita paruh baya,dengan kerutan di wajahnya.Meskipun begitu pesona kecantikannya masih sangat jelas terlihat,senyumnya sangat manis di kala bibir nya melengkung.Tapi sayang,senyuman itu sudah sangat lama sekali tidak terlihat.
Ada begitu banyak kejadian menyakitkan dalam hidupnya,yang membuat senyumnya menghilang.Saira ya ! Wanita itu adalah Saira,telapak tangan lembutnya mengusap foto bayi kecil yang berada di gendongannya,di sebelahnya,terdapat seorang pria yang memeluk dirinya.
Orang-orang di foto itu tidak lain adalah orang-orang tercintanya,sudah lama sekali ! sangat lama.Hatinya hancur melihat kenyataan yang harus di laluinya,tidak sanggup.Tentu saja siapa yang akan sanggup jika di paksa terpisah dengan belahan jiwanya,dia hidup tapi hatinya mati.
Namun dia sekali lagi di paksa bertahan,dalam keadaan ini.Dan sekali lagi dia akan mampu bertahan,demi kehidupan putri dan suaminya berada dalam kedamaian.Tidak akan ada lagi penyesalan di hatinya nanti,di melakukan ini untuk mereka orang-orang yang di cintainya pikirnya.Seandainya wanita itu tau,jika kehidupan keduanya tidak baik-baik saja.Bahkan suaminya telah berada di dunia yang lain.
"Berbahagialah kalian...Saila kau harus menjaga mereka untukku." Batin Saira
Cerita itu lah yang dia tau hingga saat ini,tidak ada kebenaran yang sampai di telinga wanita itu hingga pada saat ini.Tidak akan tau,wanita itu sampai kapan akan berada dalam kepalsuan dan kepalsuan.Entahlah hanya bisa menunggu sang waktu dan takdir,memihak pada kehidupannya,dan waktu itu tidak dapat di tentukan.
"Mama..." Teriak seorang wanita,memanggil Saira.
Saira menoleh ke sumber suara,matanya membulat saat melihat sesosok wanita muda menatapnya,dengan menggeret koper besar di tanganya.
"Sella..."
Ya ! Dia adalah Sella Pratama, putri kandungnya bersama dengan Surya Pratama.
TBC
Hai...
Baca juga novelku yang lain ya,mohon dukungannya.
__ADS_1
Maaf ya jika ada kesalahan dalam penulisan,begitu ada waktu luang nanti saya revisi 🙏