CINTA SI GADIS TOMBOY

CINTA SI GADIS TOMBOY
Konflik 1


__ADS_3

Anton langsung melihat kearah sumber suara tersebut, dia tertawa dan menatap tajam kearah sumber suara tersebut.


Melisa langsung menatap tajam kearah Anton, tatapan yang penuh kebencian, tatapan yang penuh dengan rasa marah, Yang awalnya biasa aja, balapan hanya sekedar hiburan, membuag suntuk kini menjadi malam luar biasa. Tak seperti malam malam sebelumnya.


"Hah ternyata seorang gadis." Anton menganggapnya remeh ibarat barang yang sudah tak terpakai.


"Kenapa jika seorang gadis?!" Melisa menjawab dengan suara lantang.


"Neng seharusnya kamu jadi pengagum bos aja, laki laki aja banyak yang keok apalagi kamu hannya seorang perempuan." Ejek anak buah Anton.


Melisa mengepal tangannya ingin sekali ea menghajar anak buah Anton. Sudah lama dia tak menghajar preman preman seperti mereka, tetapi semua itu masih bisa di tahan olehnya karena tujuannya adalah memberi pelajaran kepada Anton. Seorang yang angkuh sombong dan tak punya moral.


Erik dan Leon merasa khawatir mereka tak ingin terjadi sesuatu terhadap sahabatnya Melisa, sementara Ja'far langsung menghampiri Melisa, supaya melisa mengurungkan niatnya untuk tidak balapan dengan Anton.


"Mel jangan kamu bertanding dengannya, kami takut terjadi apa apa dengan mu." Leon merasa khawatir.

__ADS_1


"Ea Mel lebih baik kamu mengurungkan niatmu untuk balapan dengan dia." Erik.


"Ea Mel kami tak mau kamu kenapa napa." Ja'far juga menasehati.


Tetapi Melisa masih dalam pendiriannya. Maka dari itu Melisa termasuk gadis keras kepala, apa yang menjadi pendiriannya itu takbisa di larang. Apa yang menjadi tujuan utamanya harus dia capai walaupun Melisa harus bekerja keras.


"Bos seorang gadis, mana bisa jadi pembalab. Eh neng lebih baik di rumah aja jadi Ibu rumah tangga, hahahaha ea ndak bro." Dari salah seorang anak buah Anton.


"Jika aku seorang gadis emang kenapa?! Aku takkan takut jika harus balab motor dengan Tuan Anton yang terhormat." Suara Melisa semakin menantang.


Para penontonpun sebagian mendukung Anton dan sebagian lagi mendukung Melisa, karna mereka juga tau jika Melisa walaupun seorang wanita dia tak bisa diremehkan. kecepatannya dia balap motor juga tak bisa diragukan.


Sementara Ja'far, Erik, dan Leon berjaga jaga, takut Anton dan anak buahnya menyakiti Melisa.


Melisa tersenyum menyungging terhadap Anton. Menunjukkan bahwa dia tak suka atas keberadaan Anton.

__ADS_1


"tak usah basa basi, muak aku dengan basa basimu!" Dengus Melisa kesal.


Gadis Aneh, baru kali ini ditantang seorang gadis, seumur hidupku tak ada seorang gadis yang berani menantang diriku. kebanyaan gadis gadis selalu ingin mendapat perhatianku.


"Wow ternyata dia galak bro." Anton.


"Ea Bos galak seperti macan beranak." Anak buah Anton.


"Sebaiknya Neng mengalah saja buang buang waktu, pasti kalah neng." Anak buah Anton.


"Urusanku bukan sama kalian, tapi sama Bosmu." suara Melisa semakin meninggi.


Antonpun memberi kode kepada anak buahnya untuk tak menyampuri urusan kali ini.


Lomba kali lebih berat dari sebelumnya. Lawan yangku dapat hari ini mungkin lebih berat tetapi aku harus bisa mengalahkannya bukan karna hadiahnya tetapi yang no satu adalah kesombongan yang dia punya.

__ADS_1


Melisa dan Antonpun bersiap lomba segala perlengkapan mereka pakai. Anton, Erik, dan Ja'far dan yang lainnya bersorak sorak Mendukung Melisa, begitu pula dengan pendukung Anton.


Ayo teman dukung terus. dukungan kalian yang kami harapkan .


__ADS_2