
Pagi pagi Anton udah siap siap untuk berangkat kerja, ea memakai jas Hitam dan celana coklat serta dasi batik yang serasi dengan warna celananya.
"Sarapan dulu sini sama Papa sama Mama" . Mama.
"Ea Ton sekali kali Papa ingin kita sarapan sama kamu, jangan selalu sibuk terus". Papa.
Antonpun duduk mengikuti keinginan orang tuanya, eapun tak merasa heran kenapa adiknya itu gak ikut sarapan bareng.
"Oh ya Ton Papa ingin bertemu dengan pacar kamu, lagi pula kamu suduh kepala umur Papa ingin kamu berumah tangga , Papa sama mamamu ini ingin menimang cucu". Papa seperti memohon kepada Anton.
"Anton belum mau untuk berumah tangga Pa, Anton masih ingin kejar karir". Sebut Anton singkat, padahal Anton masih mengharapkan seseoran yang sudah ea pacarin dulu, ea masih enggan membuka hatinya untuk wanita lain, walaupun ea banyak deket dengan wanita wanita cantik tapi itu semua hannya untuk kepuasan belaka bukan Cinta.
Papa dan Mama Anton tak bisa memaksa apa apa yang udah jadi keputusannya itu.
"Karir itukan bisa Ton bekerja sama dengan istrimu" Papa.
"Gak ada yang cocok Pa lagi pula Anton masih pingin enak sendiri". Anton.
Antonpun menghabiskan makanannya lalu dia berangkat tanpa menoleh atau pamitan kepada Papa dan Mamanya.
"Ma apa Papa dulu Papa terlalu keras kepada Anton sehingga Anton bisa begini?". Papa.
"Enggak Pa dia belum ngerti aja apa yang Papa lakukan ini semua pasti demi masa depannya Pa". Mama.
__ADS_1
Anton berjalan melewati Feliska yang duduk di ruang tamu keduanya terdiam tanpa bergeming sedikitpun.
Anton berjalan menuju mobil pribadinya sementara Feliska masih sibuk denga WAnya.
Dan tak lama kemudian Melisa datang setelah Anton pergi kurang lebih 5 menit setelah Anton pergi.
"Assala mualaikum". Suara Melisa.
Feliskapun langsung menghampiri suara Melisa.
"Walaikum salam". Feliska sambil membuka pintu.
"Melisa, aku menantimu". keduanya berpelukan melonjak lonjak seperti anak anak padahal umur mereka sudah menginjak dewasa.
"Ada kamu disini aku ada temen". Feliska.
"Kan ada Abang kamu Fel, Mama kamu, Papa kamu serta Asisten Mama kamu". Melisa .
"Kan mereka gak asyik Mel apa lagi Abang Anton paling malas aku sama dia nyebelin gak ada senyum senyumnya". Tutur Feliska.
Rumah sebesar ini sunyi seprti tak ada yang nempati semuanya diam padahal penghuninya ada.
"Ayok aku antar ke kamar kamu". Feliska menarik Melisa.
__ADS_1
Melisapun mengikuti apa apa yang Feliska tuju.
"Ini pat kamu Mel mulai sekarang lok kamu capek kamu istirahat disini, so kata mama aku kamu gak boleh terlalu capek apalagi kamu habis sakit". Feliska.
"Tapi Mel kalau aku malas malasan disini entar yang lain iri dong". Melisa.
"Enggak dong Mamaku juga seperti itu kok sama yang lain, Mama gak harus memporsi harus kerja jika sakit mama suruh istirahat .
Melisapun tajup melihat kamar yang begitu megah serta lemari yang begitu cantik, kasurnya sangat empuk, Serta di kamar tersebut sangat luas beda dengan tempatnya Melisa yang paspasan.
"Fel dapurnya dimana?". Tanya Melisa.
"Hemz disana ayok aku antar". Ajak Feliska.
Feliska melangkah lebih awal dari Melisa dan menunjukkan dimana dapurnya.
**Buah Mangga Buah kelapa
Ditarok di atas meja
yang baca semoga suka
cukup sekian ucapan saya**
__ADS_1