
Sudah cukup lama Mama Anton ngobrol dengan Melisa dan Ibunya, Mama Anton sangat asyik beda dengan Anton yang sangat arogan.
sementara itu temen temen Melisa yang tak jauh duduk mata mata nakal mereka mulai beraksi, mereka melihat sosok Feliska yang mereka tak tau orang yang di taksir oleh Ja'far, tetapi Ja'far tak pernah mengutarakan cintanya dia hanya memendam saja.
"Bro kalau ada bidadari seperti ini betah kita lama lama di rumah Melisa." Bisik Erik kepada teman temannya.
Ja'far terlihat kesal atas apa yang di lakukan teman temannya serasa ingin dia membungkam itu mata mata nakal temannya.
"Ea Bro akupun juga betah Bro kalau sama yang bening bening begini." Leonpun mengutarakan apa yang ada di benaknya.
Dasar kalian takkan kubiarkan seseorang mendahului aku, tetapi bagaimana caranya aku mengungkapkan apa yang ada di benakku ini, mungkinkah aku bisa mendapatkan cintanya wahai gadis pujaan hatiku, semoga harapanku dan cintaku tak bertepuk sebelah tangan, serasa ingin ku tinju mereka tapi apalah dayaku kau bukan milikku.
Melisapun melihat tingkah teman temannya yang memandangi Feliska secara diam diam.
"Dasar mereka tak bisa melihat yang bening bening." Melisa menggeritu.
"Kenapa Mel?". Tanya Feliska yang tanpa sengaja mendengar sebagian ucapan dari Melisa.
"Ah enggak kok ayok kita kedepan aku sangat jenuh ". Ajak Melisa dengan menggandeng tangan tangan Feliska.
"Ibu Melisa kedepan Melisa jenuh". Izin Melisa dan Ibu Melisa mengizinkan.
__ADS_1
"Tante Feliska ku ajak ya Tante". Mama Anton tersenyum dan mengizinkan mereka.
Temen temen Melisapun sedikit kesal melihat Melisa pergi begitu saja, karna Melisa memang sengaja meninggalkan mereka yang tersenyum senyum melihat kecantikan temannya Feliska.
Bagi mereka gak asyik Melisa mengganggu saja, sementara Ja'far menghela nafas lega karna Melisa mengajak pergi Feliska sang pujaan hati.
"Bro ikut yuk kenalan sama itu Bidadari". Erik yang masih melihat Melisa dan Feliska keluar.
"Bibik, tante kami mohon izin mau keluar dulu". Leon dan dikuti Erik dan Ja'far.
Mereka bertigapun keluar mengikuti Melisa dan Feliska yang duduk di teras Rumah yang terlihat indah walau tak sebegitu luas halaman Rumah Melisa tapi sangat terlihat indah karna susunan bunga bunga Mawar yang beraneka jenis, karena Ibu Melisa sangat menyukai bunga terlebih bunga Mawar.
"Ah kamu ini bukan aku yang merawat dan nanam tapi Ibu aku kebetulan ibu aku sangat cinta bunga". Melisa menjelaskan.
"Kalau kayak gini betah aku Mel suasananya enak sejuk bunganya cantik cantik". Feliska memuji.
"Kenapa kamu gak jualan bunga mawar aja Mel?". Feliska memberi saran dan saran Feliska di terima oleh Melisa.
"Ea ya aku kok gak kefikiran". Melisa.
temen temen Melisapun ikut bergabung.
__ADS_1
"Kenalan dong". Erik menyodorkan tangannya.
"Erik". Feliskapun menerima perkenalan itu.
"Feliska." Jawab Feliska.
"Leon".
"Feliska".
"Lah lo Far kok gak kenalan sih kesempatan lo far sapa tau antara kita ada yang kecantol". Bisik Erik.
"Udah kenal aku." Ja'far.
"Wah lo far udah kenal duluan kita ketinggalan." Erik.
"Ah kalian ni bisik bisik aja kerjaannya". Melisa.
Merekapun akhirnya ngobrol bersama dan menjadi teman.
Maaf gaes autor baru abdet bab baru karna masih ada kegiatan lain semoga terhibur.
__ADS_1