
Romi sudah duduk menunggu sahabatnya itu, ea duduk bersantai dan sambil merokok seolah olah dirinya itu tak ada masah satupun.
Antonpun datang untuk menemui sahabatnya itu .
"Hai Bro". Sapa Romi.
"dah lamakah kau nunggu?" Anton.
"Eanggak cuman sebentar bro sampai jenuh padahal". Romi.
"Agi males bro aku di rumah". Anton.
"Napa tu wajahmu habis di hajar Bro?" Romi memandang Anton sambil cengengesan.
"Habis aku di hajar bro sama Asisten Mama gue". Anton.
hehehehehehe Romi tertawa.
"Napalo bisa di hajar lo cari masalah?" Romi.
"Tak bisa ku jalasin , lagian gak penting juga guekan harus fokus cari Erika aku perlu penjelasannya" Anton.
"Kenapa Bro harus cari Erika, kasihan tau ama tunangan kamu". Romi.
__ADS_1
Antonpun Merasa aneh dengan ucapan Romi yang asal.
"Ah Ellu gue gak punya tunanangan Bro". Anton jujur menang ea sama sekali belumpunya tunangan.
"Yang lagi viral Bro". Romi menjelaskan singkat.
"Apaan sih?" Anton yang tau bahwa sewaktu dirinya di rumah sakit ea sama sekali tak sadar bahwa apa yang Anton lakukan di rumah sakit ada yang merekam.
"Coba Bro di Fb itu banyak Bro yang komen dan fotonya jelas itu dirimu bro dengan seorang cewek, itukan bukan Erika". Romi sambil menepuk pundak Anton pelan.
Antonpun langsung mencari unformasi tersebut di hpnya, ternyata banyak sekali yang memberikan komen selamat, dan ada juga yang menghujadnya.
"Brengsek siap yang mau main main sama aku apa sebenarnya yang mereka harap". Romi.
"Tapi yang gue harap bukan itu cewek yang ku harap cuman Erika". Anton yang masih menunggu kedatangan Erika.
"Udahlah Bro cewek itu gaksah di tunggu tunggu yang cantik, sexsi, dan yang menarik , tinggal pilih dengan modal duit". Tutur Romi.
"Dasar ellu perempuan aja kau fikir". Anton.
"Itu so pasti dari pada ellu mengharap tak pasti , Perempuan tak jelas". Romi.
Bener bener brengsek sungguh, bila ketemu aku akan beri mereka pelajaran, aku akan memberi pelajaran juga pada orang yang telah menghajarku tak akan ku beri ampun.
__ADS_1
"Sial mulu aku Bro tu cewek Singa ada di rumah, jadi gak betah aku di rumah". Anton.
"La napa lo gak kabur aja Bro dari rumah?" Romi.
"Papa gue gak kasih idzin ". Anton.
Romi cuman nyeringai saja melihat Anton berwajah kusut dan lagi kesal dengan seseorang lebih lebih kabar dirinya punya calon istri sudah menyebar, padahal ucapan Anton itu secara terdesak supaya dikter langsung menangani Melisa.
---------
Melisapun sampai di rumah ea duduk di ruang tamu dengan memakan cemilan yang ea beli di jalan.
"Mel gimana kerjanya, kamu betah?" Ibu.
"Baik Bu Melisa betah kok Tante dan Feliska baik dan lainya juga ramah kok Bu". Melisa yang cuman menceritakan yang menurutnya baik, Melisa tak menceritakan Anton yang menurutnya menyebalkan, tapi ea juga cukup puas sudah memberinya pelajaran.
Ibunyapun duduk di sebelah Melisa sambil mengusap kepala Melisa, dan sifat manja Melisa tumbuh ingin di pijat kepalanya dengan sang Ibu, sang Ibupun menurti Melisa memijat pelan kepala putrinya itu.
"Pijatan Ibu paling enak udah beberapa hari Melisa tak meresakan." Melisa.
Sementara Ibu terus memijat kepala Melisa.
jangan lupa gaes berika like ya supaya Autor rajin abdet terus
__ADS_1