
Melisa duduk di kursi khusus, dia merasa risih para kariyawan disitu memandangnya sangat tak suka dan sebagian juga ada yang sangat ramah terhadapnya.
"Masak ada sih Tuan Anton suka sama cewek seperti itu, tuan Anton tampan , Cooll, gagah kaya lagi masak calon Istrinya seperti itu, sangat tak pantas". Sekretaris Anton yang selalu mencari perhatian Anton tetapi selalu di cuekin oleh Anton.
"Ea ya dari kita kita inikan cantik cantik kok si Bos palah memilih cewek seperti itu". Temannya yang juga menyukai Anton tetapi dari keduanya tak ada yang Anton pilih satupun.
Melisa merasa sangat jenuh duduk di situ rasanya ea pingin cepet pergi saja, kariyawan Anton sangat banyak diantara mereka juga cantik cantik dan ganteng juga, terlebih lagi Tika dan Tiwi yang memandang Melisa sinis seperti rada gak suka akan keberadaannya.
"Ea udah penampilannya itulo seperti preman, gak seperti wanita baik baik". Tika yang membicarakan Melisa.
"Ea sangat Tak pantes jika harus bersanding dengan Bos". Tiwi Mereka berdua tertawa kecil mengejek Melisa.
Melisa mendengar apa yang mereka bicarakan, yaitu menjelek jelekkan dirinya serta penampilannya itu, Melisapun tanpa basa basi langsung menegurnya tanpa ada rasa sungkan, jangankan orang seperti mereka yang preman sekaligus aja Melisa berani menegur dan memberi pelajaran.
__ADS_1
" Kalian dari pada membicarakan orang lain lebih baik kalian ngaca dulu apakah kalian itu sudah benar". Melisa.
"Is apaan sih". Tika.
"Serasa mual lagi apakah dia jarang mandiya kok bauk". Tiwi mengejek dengan hidung di pengang tangannya, seperti ea mencium sebuah bangkai.
uwek uwek uwek Mereka mengejek Melisa sangat kasar melebihi Anton mengejeknya.
"Dasar kalian wanita wanita rendahan mengharap cinta tetapi gak kesampaian". Melisapun asal ceplos sehingga membuat salah satunya melayangkan sebuah tamparan ke arah pipi Melisa, tetapi Melisa berhasil menangkap tangan yang hendak menyakiti pipinya itu, ea mengunci tangan tersebut sehinga membuatnya kesakitan.
"Aku hanya memperingati hal yang baik kenapa kalian begini, aku tak pernah usil dengan kalian tapi jangan coba coba kalian usil tehadapku " Melisa yang masih mengunci tangan Tiwi.
Sementara Tika terdiam tak mau jika tangannya di gituin pasti sakit.
__ADS_1
Melisapun melepas tangan Tiwi yang memerah akibat dari tekanan yang dilakukan Melisa.
Sementara kariyawan yang lain sangat senang melihat Tika dan tiwi mendapat hukuman dari Melisa.
Tika dan Tiwipun pergi menjauh dari Melisa karna mereka gak mau Melisa semakin marah dan menyakiti mereka.
Melisapun merasa sangat lapar dan haus karna adegan kecil tadi membuat tenggorokan Melisa kering sehingga memutuskan Melisa pergi cari makan.
Sementara Anton di dalam sedang memberi presentasi dan bagaimana bisa membuat perusahaannya semakin jaya.
Melisapun memakan makanannya di sebuah kantin yang tak jauh dari kantor, sebab kalo Melisa makan di Restoran otomatis uangnya gak cukup sedikit pasti mahal dan sayang kalau harus menghabiskan uangnya sebab makanan.
Akhirnya Meeting yang di lakukan Anton sudah siap kurang lebih sekitar 4 Jam Anton dan yang lain melakukan meeting tersebut.
__ADS_1
Antonpun keluar hendak makan siang di ikuti Pak Heri dan yang lain.
Anton mengajak Melisa dan pura pura berkata manis supaya Pak Heri dan yang lain menilainya itu baik dan ramah biar mereka bisa bekerja dengan perusahaannya itu.