
Sudah beberapa hari Anton mencari tentang Melisa tetapi lagi lagi gagal tak ketemu.
Mungkinkah aku harus menyerah untuk memberi pelajaran kepadamu, takkan ku biarkan kamu tenang jika aku belum memberimu sedikit pelajaran.
Anton menelfon anak buahnya.
"Halo bos." Anak buah Anton di jauhan sana.
Pasti si Bos marah jika apa yang dia mau tak ketemu. Dasar si Bos.
"Bagai mana apakah sudah ketemu?" Tanya Anton dengan suara nyaring.
"Belumz Bos." Jawab anak buah Anton rada gugup.
"Dasar kalian semua tak pecus." Anton kesal.
Sementara Feliska mendengar percakapan Anton dan anak buahnya.
Takkan feliska biarkan jika Abang berbuat semaunya seperti itu, karna feliska tau yang Abang maksud adalah teman Feliska.
Feliska langsung beranjak pergi dari depan pintu kamar Anton, ea menceritakan semua kepda Ja'far bahwa Abangnya akan berbuat sesuatu kepada Melisa.
Dan Feliska menceritakan kepada Mama Papanya tentang Melisa, Feliska tak mau Melisa kenapa napa.
Anton menjadi seorang yang sombong selama dia sekolah di jerman. Sementara itu yang membuatnya tak beraturan. Kantor di tinggal akibat hal gak penting.
__ADS_1
Sementara Feliska dan orang tua Anton ingin Anton seperti dulu lagi, yaitu menjadi anak yang tak mudah emosi dan nurut, tetapi semua itu semua sulit, semenjak Anton di paksa oleh Ayahnya kuliah di jerman.
Ayah menyesal sehingga membuatnya seperti itu, tetapi niat Ayah baik ingin menjadikannya anak yang sukses, tetapi ayah akan berusaha untuk menjadikanmu seperti dulu.
"Oh ya Fel jangan lupa kamu ajak temenmu maen kesini." Minta ayah.
"Tapi Yah Abang Antonkan gak suka dengannya Yah." Jawab Feliska lembut.
"Itu urusan Ayah kamu gak usah fikirin." Ayah.
"Baik Yah tapi dia selalu sibuk yah lain waktu Yah kalau dia gak sibuk." Feliska menurut apa yang di perintah Ayahnya.
Sementara Ayah Feliska cuman tersenyum menunjukkan rasa sayang terhadap anaknya.
Sementara Melisa sedang ngobrol dengan teman temannya di sebuah warung makan.
"Far kita di suruh pakek masker panasni terasa sesakn pernafasan ku." Protes Leon.
"Bukan karena sesak maskertu karna banyak taik hidung yang tersumbat." Erik mulai asal bicara.
"hidungku bersih tau hidungmu tu yang kotor, ama pikiranmy." Leon melawan ucapan Erik.
" Ah kalian ni ini demi kita dan kawn kita bro, habis perlombaan kemaren Anton dan anak buahnya nyari nyari Melisa." Ja'far.
"La mang kamu tau dari mana bro?" tanya Erik dan Leon.
__ADS_1
"Aku tau dari adeknya gebetan ku bro." Jawab Ja'far jujur.
Dan akhirnya temen temen melisa mengerti dan mereka tak mempermasalahkan itu.
Sementara Melisa terdiam.
Kenapa dia menjadikanku buronan? Apakah dia malu akan kekalahannya. Dasar orang kaya yang aneh, dengan uang dia berbuat semaunya.
"Hemz Mel kok diem aja dari tadi." Leon.
"Lagi gak mud." Jawab Melisa singkat." Melisa.
"Jangan jangan dia cari Melisa untuk jadi istri Bro, kata orang benci bisa jadi Cinta." Erik ngomong asal.
"Benertu bro persistu yang di tv." Leon membenarkam ucapan Erik .
"hoaks." Jawab Melisa asal.
"Kalian ada benernya sih." Ja'far ikut ikutan membenarkan.
sementara Melisa cemberut dan tak suka apa yang teman temannya bilang.
"Ih gak mungkin, udah sombong, angkuh amit amit deh." Melisa yang semakin mengerucut.
"hal yang tak mungkin bisa terjadi yakan bro." Erik dengan tawa kecil hehehe.
__ADS_1