
Haripun sudah berganti Melisa akhirnya terbebas dari ekting sandiwara, ea merasa sangat lelah dan badannya terasa sangat capek, mungkin satuharian ea menyetir mobil, dan kemungkinan Juga ea sudah lama tak membawa mobil sehingga membuat otot otot persendiannya sangat pegal, Melisa mengibas ngibas tangannya yang terasa sedikit pegal. dan memijat sendiri bagian punuk lehernya yang tadi fokus ke jalan sehingga membuat terasa sedikit sakit.
"Oh ya neng Bapak berterimakasih". Pak Supir.
"Ea Pak sama sama kan Melisa juga sangat bersyukur kok bisa gantiin Bapak kok yang sedang sakit, jika Bapak yang menyetirkan bahaya Pak". Melisa tersenyum sambil mengembalikan kunci mobil ke supir pribadi tersebut.
Pak Supirpun sangat bersyukur Melisa bisa menggantikannya yang lagi sakit, dan kini sakit kepala yang ea rasakanpun bisa mendingan.
Melisapun akhirnya pamit untuk pulang karna di rumah Ibunya pasti menunggunya.
Ea berjalan sangat gembira dan penuh bahagia , Antonpun yang di dalam hannya menggeleng geleng saja melihat Melisa, ea merasa Melisa itu seperti aneh, padahal seharian tadi Melisa kena marah sama Anton, tetapi tak membuat Melisa berkecil hati.
Sungguh gadis yang sangat aneh baru kali ini aku tau dan bertemu gadis seaneh dia, biasanya para gadis memujiku tetapi in tak menggubrisku.
Anton duduk di sova ruang tamu ea melihat Leptopnya dan mengerjakan tugas kantor di rumahnya.
Anton seoran pemuda yang tekun dalam bekerja, semua pekerjaan kantor ea kerjakan secara teliti dan kosentrasi, dan tak heran juga perusahaanny berkembang dengan seiringnya jalan dan waktu, maka dari itu Anton juga ingin perusahaannya semakin maju.
"Ton ini Mama bawakan minuman hangat". Mama Anton bawakan susu jahe buat putranya itu.
Sementara Anton masih sibuk mengetik beberapa artikel di leptopnya itu.
"Ea Ma tarok situ Anton masih sibuk". Anton yang masih ngetik berapa di letopnya itu.
Mamapun duduk sembari memegang pundak Anton .
"Istirahat entar kamu capek". Mama.
"Ea ini masih tanggung". Anton.
"Ini di minum dulu Mama buatin buat kamu khusus". Mama .
__ADS_1
Mama adalah sesosok yang sangat sayang dengan siapapun terlebih lagi Mama juga sangat sayang dengan anak anaknya.
Kita puisi dulu ya gaes tentang Mama.
**Curahan hati Anak.
Mama**
*Mama adalah wanita yang luar biasa
mama wanita yang sangat berjasa
mama juga wanita yang kuat dan perkasa
Yang sudah melahirkan dan menyusui kita.
Mama yang susah dalam mengasuh kita
Mama selalu mengingat kita
Mama juga adalah pejuang dalam hidup kita.
Ya Allah aku mohon kepadamu sehatkanlah Mamaku.
Aku mohon kepadamu berkahkanlah umur mamaku.
Aku mohon cinta mamaku terhadap diriku.
Aku mohon hapuskan rasa iri yang ada di hatiku.
Ku ingin belaian seorang Mama.
__ADS_1
itu yang selalu buat aku bahagia.
Kasih sayang Mama yang membuat aku selalu ceria.
harapanku semoga di kabulkan oleh sang pencipta.
Harapanku bukan harta Mama
harapanku bukan apa yang Mama punya
yaitu kepedulian sang Mama terhadap anaknya.
bukan cacian dari sang Mama*.
"Mama".Feliska baru datang dari kuliah dan merentangkan terhadap Mamanya yang duduk di samping Anton.
Mamapun juga merentangkan tangannya dan menyambut putri manjanya.
"Eh putri Mama sudah pulang". Mama.
"Ea Ma Melisa apakah sudah pulang Ma?". Feliska bertanya sambil melihat sekelilingnya.
"Sudah sayang inikan sudah sore". Mama.
"Syukur deh lok dia sudah pulan Feliska khawatir sih sama Melisa". Feliska melirik kearah Anton.
Anton berhenti sejenak mengetiknya saat mendengar ucapan Feliska adiknya itu.
"Gak akan terjadi apa apa terhadap Melisa sudah kamu mandi sana ini sudah sore". Mama.
Feliskapun langsung pergi menuju kamarnya dan mandi.
__ADS_1