
Sambil menunggu Kue matang Melisa bernyanyi sambil menari seolah olah menghibur tuan putri, begitupun Feliska mengikuti gaya Melisa menari keduanya sangat heboh, di rumah yang megah itu merekalah yang paling asyik.
"Oh ya Mel bagaimana lok ada musik pasti asyik bentarya aku ambil dulu". Feliska sambil berjalan menuju kamarnya yang ada di atas.
"Ok Tuan putri sang pelayan ini siap untuk menghibur tuan putri". Melisa dengan gaya seolah olah dia adalah seorang pelayan ratu yang siap tuk menghibur putrinya.
"Ea sang Kakak Ipar" Feliska berlari sambil menuju kamarnya.
"Apaansih gak nyambung deh". Melisa.
Feliska mencari cari aigo yang ea miliki di dalam kamarnya .
Dimana ya perasaan Feliska simpan di kamar kok gak ada .
Feliska terus berusaha mencari aigo yang ea miliki tetapi lama ea tak pernah makai maka itu sampai ea lupa menyimpannya dimana.
Aduh aku kok lupaya perasaan ada di kamar.
Feliska masih berusaha dan akhirnya ketemu juga.
"Akhirnya ketemu juga tapi sayang kamarku jadi berantakan, ah gak papa yang penting ketemu aku senang". Feliska keluar menuruni tangga menuju dapur.
__ADS_1
"Kita putar kau mau lagu apa?". Feliska.
"Lagu Dangdut dong kan asyik". Melisa.
Sementara Bibik yang sudah selesai membersihkan halamanpun menuju kedapur ingin lebih kenal dengan sesosok yang bernama Melisa itu ea masih penasaran dengan Melisa, Bibik juga merasa bahwa Melisa adalah anak yang baik serta selalu ceria.
Lagu dangdutpun di putar Melisa dan Feliska berjoged dengan irama lagu tersebut, sementara Bibik yang melihat mereka merasa terhibur, mungkin Bibi tak pernah melihat Feliska sebahagia itu, bisa di bilang mahal senyumnya sejak ada Melisa baru pertama kali bekerja sudah bisa mengubah suasana Non Feliska yang ea sayangi.
"Ayo Bik ikut gabung sini". Ajak Melisa.
"Ah tidak Bibikkan sudah tua masak harus joged seperti itu". Bibik menolak.
"Gak papa Bik anggap aja olah raga". Melisa.
Feliska menarik Bibik supaya Bibik ikut bergoyang.
Dan sesekali Melisa mengecek kuenya yang ada di dalam oven takutnya gosong.
Dan akhirnya Ibu ikut menari dengan goyangan yang sangat kaku sehingga membuat keduanya tertawa.
Mamapun melihat apa yang dilakukan mereka di dapur, Mama melihat secara diam diam sehingga membuat mereka tidak tahu. rasa tawa dan kelucuan mereka Mama tahan karna tak ingin mengganggu apa yang mereka lakukan.
__ADS_1
"Kenapa Ma?" tanya Papa.
Mama tertawa akhirnya tetapi bukan di tempat dapur melainkan di ruang bersantai tersendiri.
"Itu Pa mereka berjoget, yang lebih lucu mereka menyuruh Bibik untuk bergoyang kan lucu Pa". Mama.
"Ea Ma Papa tadi juga kedapur muka mereka penuh tepung tapi papa tahan biar mereka gak tau". Papa.
"Ea Pa pokoknya putri kita setelah kenal Melisa bawaanya ceria". Mama.
"Papa senang ada Melisa disini, Papa berharap adanya Melisa membuat berkah buat keluarga kita ya Ma". Papa.
"Ea Pa Mama berharap juga gitu, Melihat Feliska bahagia seperti itu Mama sangat bahagia dan hati Mama jadi adem". Mama.
Dan tak lama kemudian Feliska datang membawa kue yang tadi ea bikin bersama Melisa .
"Ini Pa , Ma kuenya tapi masih panas". Feliska.
"Makasih sayang". Mama.
"Jangan lupa Melisa di ajak istirahat kan Melisa baru sakit". Mama.
__ADS_1
"Ea Ma". Feliska.
Mama Anton memang majikan yang baik ea gak pernah memporsir asistennya dan pekerja yang lain untuk harus bekerja sehingga membuat para pekerjanya betah tapi bukan yang untuk malas malasan ya.