
Karna tantangan Anton tak ada satupun yang menyanggupi, Anton semakin menjadi menunjukkan kesombongannya, Para penonton yang awalnya bersorak sorak kini menjadi terdiam, mereka hanya berbicara pelan pelan dan entah apa yang mereka bicarakan. Sehingga membuat kesombongan tuan Anton semakin meninggi, Dia menghina dan merendahkan semua pembalab yang ada di lokasi tersebut.
Melisa yang melihatnya semakin geram, yang tadinya dia biasa biasa kini menjadi tak terkendali.
Ingin rasanya aku menyumpalnya. Atas apa yang dia ucapkan kesombongannya itu yang terlalu tinggi, aku tak ingin mencari gara gara dengannya . Tapi jika dia seperti itu sungguh miris sekali aku melihatnya.
Antonpun masih tertawa membangga banggakan dirinya, apa lagi cewek cewek yang memuji muji atas keberhasilannya dan ketampanannya, semakin besar kepala dirinya. Menurutnya dialah yang paling hebat, dan dialah yang paling Populer di kalangan tersebut.
"Ternyata pribadinya dan parasnya tak sesuai bro." Erik.
"Ea bro dia pandai, tampan, Kaya lagi tapi sungguh miris semua itu hannya untuk kesombongan belaka." Leon yang juga kesal.
Sementara Melisa masih terdiam, dia memandang kearah Anton, dengan pandangan penuh kebencian.
Sementara Anton masih tertawa puas dengan apa yang dia lakukan.
"Tenang aja bos diantara mereka pasti takkan ada yang mampu Bos, mengalahkan bos besar. Mereka hannya pembalab rendahan." puji salah seorang anak buah Anton merekapun tertawa hahahahahahaha .
sehingga membuat para pembalab lainnya kesal tapi mereka tak berani melawan Anton, maka dari itu mereka lebih baik diam, dan hanya mengumpat Anton secara pelan.
__ADS_1
---------------
Sementara Ja'far masih bersama Feliska.
Merekapun heran yang tadinya ada Sorak sorak kini tak ada lagi. mereka berduapun melihat dan mendekat .
"Ayok kita kesana, Sepertinya ada sesuatu lihat yok." Ajak Ja'far.
"Ayok Mas." Feliska.
Merekapun mendekat dan melihat apa yang terjadi .
"Dia Abang kamu?" Tanya Ja'far.
"Ea Mas dia Abang kandung aku, kami baru mas pulang dari kuliah di Jerman, baru sekitar satu bulan di Indonesia, tapi walau kami sodara kandung tapi sifat kami berbeda, Abangku sombong apa lagi dia sudah diangkat sebagai pemimpin perusahaan ayah dia semakin sombong, Feliska ingin Abang ada yang mengalahkannya." Feliska.
Ja'far ingin rasanya menyanggupi tantangan Anton tetapi dia tak mau gagal mendekati Feliska. Bagi dia menantang Abangnya sama saja menantang Feliska.
Maka dari itu Ja'far pilih tak ikut.
__ADS_1
Antonpun semakin tertawa dia mulai mulai memilih sendiri untuk di ajak balapan dengannya, yaitu termasuk Leon dan Erik dan ia tak memilih Melisa untuk menjadi lawannya. Karna dia tak tau Melisa adalah pembalab juga.
Leon dan Erikpun langsung menuju ke Lokasi balapan dengan membawa sepeda motornya masing masing.
Yang tadi diampun kembali lagi sorak sorak mendukung temannya masing masing, termasuk Melisa untuk memberi semangat kepada Leon dan Erik dia juga sadar Anton bukan lawannya.
"Ayo Rik, Le pasti kalian bisa semangat." teriak Melisa.
begitupun juga Ja'far Juga Memberi dukungan kepada Erik dan Leon.
"Erik, Erik, Leon, Leon." Melisa.
Bener saja setelah lomba di mulai tetep saja motor Anton yang paling depan Leon dan Erik tak bisa mengejarnya.
Dan tetap saja Anton menjadi pemenangnya dan kesombongannya semakin menjadi.
Sementara Leon, Erik dan lainnya terlihat lesu lebih dari sebelumnya.
Ayo gaes apakah Melisa akan menerima tantangan Anton baca terus ya gaes jangan lupa komen dan dukungannya supaya lebih giat lagi untuk menulis.
__ADS_1