
"Ayo Mel kita makan sini". Ajak Feliska.
"Cie makan gratis kita gaes kali ini". Leon dan juga di ikuti Erik.
"Kalianmah gratis melulu". Ja'far.
"Kalau yang gratis gratis kami suka ". Erik.
"Kalian kok tau kalau kami disini?" Tanya Ja'far.
"Ya taulah tadi Melisa bilang". Erik.
"Ya tadi Feliska fon katanya ngajak makan jadi aku kesini ajak mereka bareng sekalian". Melisa.
Ja'farpun seperti kesal tapi ea tak boleh marah biar gimana juga mereka teman temannya yang sangat setia walau mereka sangat kocak.
Andai waktu bisa di putar aku tadi langsung melesatkan peluru cinta terhadapmu .
Dan andai Jam bisa di ubah aku takkan menyia nyiakan kesempatan tadi aku akan langsung bicara kepadamu bahwa aku suka padamu dan mencintaimu.
Kenapa bibir ini beku kalau berhadapan denganmu seperti lem yang melekat sangat erat.
"Ea Mas tadi Feliska Mas yang ajak mereka". Feliska.
Ja'far terdiam muka Ja'far terlihat masem ada sesuatu yang di sembunyikannya, seperti gak suka ada teman temannya jadi keganggu, tapi ea takkan bisa marah terhadap teman temannya, mungkin ini juga salah dia karna dia gak ngomong jangan bawa teman teman, jangan cuman karna cinta kita bisa berantem.
Sang pelayanpun menghampiri mereka untuk memberikan menu makan yang hendak mereka makan.
__ADS_1
Melisa serta yang lain mulai memilih makanan kesukaannya dan di ikuti yang lainnya.
"Kalian makanlah hari ini aku traktir kalian". Ja'far.
"Beneran nih". Leon.
"Beneranlah masak bohong". Ja'far.
"Kalau yang gratis gratis gini sikat bro". Erik.
"Senengnya gratis lo". Leon.
"Ea ea masak gak suka ama yang gratis gratis sikat men". Erik.
"Feliska Cantik malam ini". Leon.
"Ya kan beda lo Mel di pandang mata itu enak anggun terus mata memandang gak bosan, lain kalau mandang yang penampilannya gak karuan". Leon.
"Eh mata kalian di kondisikan mata Feliska bukan harus di perluhatkan". Ja'far.
"Kan sikit lo Far lihatnya ". Leon.
"Berarti aku penampilan gak karuan". Melisa.
"Bukan Mel maksudku itu penampilan kamu bagus tapi sayang pakaiannya pakaian Cowok jadi malas memandang gak adem panas". Leon.
"Suka suka gue aku nyaman kok pakek yang kayak gini gak ribet". Melisa.
__ADS_1
Erik yang dari tadi diam ikut bicara.
"Tapi Mel Cowok yang mau deket sama kamu takut Mel lok seperti itu, jangankan mau ungkap Cinta mau deket aja takut nanti kena tonjok". Erik.
"Gimana kalau Feliska dandani pasti cantikkok". Feliska.
"Ah malas rasanya risih aku pakek seperti itu gak nyaman". Melisa.
"Bukan gak nyaman tapi gak biasa lok dah biasa pasti nyaman" Feliska.
"Ea bener aku setuju". Ja'far.
"Apaan sih main setuju setuju aja ogah ah". Melisa.
Kemudian pelayanpun menghampiri mereka dan membawa pesanan yang tadi mereka pesan.
Mereka bertigapun makan sementara Ja'far dan Feliska menunggu mereka makan.
---------------
Sementara Anton masih mengerjakan tugas kantor di rumah, karna sebab ea beberapa hari ini sibuk ngerjain Melisa sehingga membuat pekerjaan kantornya semakin banyak.
Ea fokus dengan komputernya mengisi dan mengetik hal yang berhubungan dengan kator.
Pekerjaan ini harus selesai gara gara gadis itu pekerjaanku bisa terbengkalai.
Anton sesekali menggaruk kepalanya dan mengusap usap rambutnya yang lebat itu.
__ADS_1
Lanjut.......