
Sudah seminggu Melisa tak bekerja dia di rumah dan tak di beri izin sama sang Ibu untuk bekerja teta ea tak ada diamny, karna di rumah sangat membosankan ea bertekad untuk membuat taman mininya itu terkesan sangat indah, padahal pekerjaan itu sama sekali ea tak pernah lakukan kecuali kali ini.
Ibu Melisapun membantunya.
"Ohya Bu rumah kita terlihat adem kalau banyak bunganya Bu". Melisa yang masih memindah pot bunga.
"Ea apalagi kalau kamu rajin bersihkan terlihat tambah cantik seperti anak Ibu". Ibu Melisa.
"Benerkah itu". rasa senang menyelimuti diri Melisa sebab ibuny memujinya.
"Benar buat apa Ibumu Ini bohong". Ibu Melisa.
"Melisa entar bisa terbanlo Bu kalau dipuji terus." Sambil memperagakan keanehan seakan akan Melisa terbang dan membuat keduanya tertawa lepas.
----------
Anton duduk disebuah kafe termahal di daerah tersebut ea menunggu sang pelayan dan makanan yang telah dia pesan.
Kafe dimana ea pernah melihat sesorang yang pernah ada singgah di hatinya ea berusaha melupakannya tetapi sayang saat ea melihat wajah wanita tersebut ea tak bisa melupakan bayangannya terbenak lagi dalam hati dan fikirannya. Sehingga membuatnya nekad untuk mencarinya.
"Ini makanannya silahkan dimakan Tuan". Seorang pelayan yang membawa makanan tersebut .
Pelayan itupun langsung pergi ketika menaroh makanan di meja Anton, Antonpun langsung memakan makana pesenannya itu sambil melihat kesana kemari dia berharap wanita itu ada lagi.
__ADS_1
*Aku berharap aku bertemu lagi dan aku bisa apa kesalahanku sehingga kau tega meninggalkan aku, dan kuingin kepastianmu yang keluar dari bibir mungilmu kenapa kau meninggalkanku apa kesalahanku.
drrrrt drtttt drttt
Hp Feliska berdering kencang .
drtttr drttt drrtt
tak berhenti berbunyi sementara Feliska masih duduk di depan tivi*.
"Non ini Hp Non berdering terus sapa tau penting non". Bibik dengan menyodorkan Hp Feliska.
"Ea Non Bibi kebelakang dulu ya Non." Bibi.
Feliskapun mengajak Bibik untuk menemaninya menonton tv yang kali ini adalah film yang di sukai Feliska.
"Tapinon Bibik mau masak untuk nyonya, Tuan sama Tuan muda buat makan malam nanti". Bibi.
"Nanti Feliska bantuin tapi sekarang temenin Feliska nonton televisi dulu". Feliska.
Feliska memang ramah lembut serta sopan lain dengan Anton yang angkuh dan acuh tak acuh.
__ADS_1
drrtt drrrt drrtt drttt
"Assalamualaikum" Feliska dengan lembut membuat hati meleleh.
"Walakum salam". Ja'far.
"Ea Mas ada apa". Feliska.
"Gak ada Mas kangen aja dah lama gak ketemu ama Feliska". Ja'far.
"Hemzz perasaan baru berapa hari Mas ketemu ama Feliska". Feliska.
"ea tapi itu bagi Mas sangat lama". Ja'far mulai merayu, rayuan yang ea pendam selama ini akhirnya meleleh juga.
"Masak si Mas?" Feliska.
"Bener lo masak Mas bohong". Ja'far.
"Ea kali Mas". Feliska.
"Ohya nanti malam kita Diner yok". Ja'far berharap Feliska mau , Feliska menyangka bahwa Ja 'far mengajak yang lain juga sehingga Feliska juga berencana akan mengajak Melisa juga, Padahal pertemuannya itu harapan Ja'far cuman berdua saja tanpa yang lain.
"Boleh Mas lagian entar malam Feliska gak ada sibuk kok". Feliska.
__ADS_1
Ja'farpun lansung sangat senang sekali di melonja lonjak sangat bahagia ea mengajak Feliska ke restoran termahal di daerah tersebut , karna restoran tersebut memang cocok baginya .