
Anton menganggap remeh Melisa, dia yakin bahwa Melisa tak bisa balap Motor, dia memandang Melisa seperti gadis gadis lainnya, yaitu seorang gadis yang lemah manja dan hannya sekedar ingin berkesempatan berbicara dan dekat dengannya. Anton mengira Melisa juga tak bisa balap Motor.
"Lebih baik menyerah saja Nona." Anton
Melisa mendengus kesal, dia menatap kearah Anton dengan tatapan yang penuh amarah dan cacian.
"Kenapa? Apa anda takut?" Melisa dengan kata yang membuat Anton sedikit kesal.
"Hah takut! bagi Anton gak ada kata kata takut, jangakan Nona seorang perempuan yang 10 Laki laki saja gak takut." Anton dengan sombong dan angkuh.
Sementara Ja'far, Leon dan Erik mereka siap siaga untuk menjaga Melisa. Mereka tak mau Melisa celaka, karna bagi mereka Melisa sudah mereka anggap saudara sendiri walau mereka tak ada alirah darah tapi mereka selalu kompak.
Para penonton bersorak sorak menyebut nama Anton bagi pendukung Anton. Melisa bagi pendukung Melisa.
"Melisa, Melisa, Melisa, Melisa." Pendukung Melisa.
"Anton, Anton, Anton, Anton." Pendukung Anton.
__ADS_1
sebelum Melisa berlomba temen temen Melisa memeriksa Motor Melisa supaya tak ada yang kurang. Dari minyak, Rem, oli dan kopling motornya berharap Melisa menang.
Sementara Anton tak menyervis motornya, bagi dia sudah bagus sebab barusan dia pakek lomba .
"Makasih temen temen." Melisa.
"Ea Mel hati hati kamu harus fokus ama tujuan kamu." Ja'far yang berada tak jauh dari Melisa
"Ea aku akan fokus kali ini." Melisa padahal balapan sebelumnya Melisa juga fokus, tapi kali ini harus lebih fokus karna kali ini Melisa melawan seorang pembalap yang sudah go Internasional.
Aba abapun di mulai Motor keduanyapun di hidupkan dengan rasa was was melisa mengatur pernafasannya, dan menghilangkan rasa takutnya. Baru kali ini jantungnya berdetak kencang seperti tak bisa di kendalikan. Melisa berusaha untuk menenangkannya, Melisa berdoa kepada Allas supaya di mudahkan perlombaan kali ini.
Setelah aba aba di mulai keduanya mulai menjalankan motornya. Melisa berjalan cepat sementara Anton berjalan lambat.
Takku sangka gadis yang kuanggap remeh ternyata dia seperti kilat. Dia berjalan begitu cepat kemampuannya tak bisa kuremehkan.
Anton ketinggalan dari Melisa jauh dia menaikkan gasnya berusaha menyalip Melisa. Sementara Melisa masih berada di depannya dia mempertahankan supaya Anton tak bisa berada di depannya.
__ADS_1
"Ayo Mel kamu bisa, kamu harus bisa." Erik, Leon dan Ja'far .
Melisa masih fokus untuk menutupi arah supaya Anton tak bisa menyalipnya. Sementara Anton merasa kesal, kesalahannya tadi di awal. seperti tak ada celah.
... Dasar sialan ternyata susah mengejarnya. Taktik yang dia lakukan ternyata cukup baik tak pernah seumur aku balapan dengan seoran perempuan....
Sementara Melisa terlihat senang bisa mendahului Anton. Tetapi dia masih fokus dengan apa yang menjadi tujuannya.
"Melisa, Melisa, Melisa kamu pasti bisa." para pendukung Melisa berteriak tapi sudah tak terdengar oleh Melisa.
Lebih baik menghalangi dia dari pada dia menyalip itu pelajaran bagi Tuan Sombong.
Sementara anak buah Anton masih tak percaya bahwa Melisa seorang perempuan bisa secepat itu.
Setelah sekian lama akhirnya Anton bisa menyalip Melisa dia berada di depan, sementara Melisa di belakang. Dan saat akan berada di garis finis, Anton terjatuh sehingga membuat tangan kanannya terkilir dan kakinya terkilir.
Ayo baca terusya jangan lupa dukunganya apa yang akan terjadi terhadap Tuan Anton.
__ADS_1