
Melisa Bekerja lagi ea berangkat lebih pagi dari kemaren , karna ea takmau baru pertama ea kerja sudah dianggap malas malasan, karna walaupun ea gadis yang di pandang aneh dia tetap rajin dan konsisten dalam bekerja, kali ini Melisa memakai kaos berwarna putih dan celana levis menurutnya sudah nyaman dengan rambut di kucir atas.
"Bu Melisa pamit Bu , Melisa harus lebih rajin Bu biar Melisa gak ngecewain Tante dan Feliska". Melisa mencium tangan Ibunya , dan Ubupun tersenyum sayang terhadap putrinya itu.
"Kamu gak sarapan dulu nak?'' Ibu.
"Enggak Bu Melisa nanti sarapan disana aja". Melisa yang melangkah pergi meninggalkan sang Ibu dan menaiki motornya.
Sementara Anton di rumah ea hendak siap siap berangkat kerja, sementara Supir keluarga Anton sedang sakit, Anton masih trauma dengan kejadian kemaren yang menimpa dirinya sementara itu sang supir masih sakit, tetapi Anton tak mau tau kondisi bahwa sang supir lagi sakit, apapun yang ea mau harus gak ada kata tidak.
Melisapun akhirnya sampai , ea melihat sang supir majikannya itu menggigil dan muntah muntah , Melisapun menyapanya dengan kata kata sopan.
"Pagi Pak". sapa Melisa sopan.
"Pagi juga neng Melisa". Pak Supir.
Pak Supirpun muntah muntah badannya menggigil panas.
__ADS_1
"Pak kenapa bapak gak istirahat saja kan Bapak lagi sakit". Melisa.
"lok Bapak Istirahat gak ada yang gantiin Bapak Neng jadi supir". Pak Supir.
"Kalau gitu Melisa aja yang ganti nanti Melisa ngomong sama tante kalau Bapak masih sakit". Melisa.
Pak Supirpun mau dan merasa terimakasih atas apa yang di lakukan oleh Melisa.
Melisapun izin untuk menggantikan Pak supir yang lagi sakit ea bersedia menggantikan pekerjaannya sebagai supir tuk sementara.
Mama Antonpun menyetujui tetapi sebelum itu Melisa sarapan dulu di dapur bersama samg Bibik lalu bersiap siap memakai baju supir .
Antonpun masuk dengan pintu di bukakan oleh Melisa tanpa Anton lihat.
"Tolong Antar saya ke kantor pusat saya ada meeting sama kelayen penting". Anton.
"Baik " . Melisa berbicara.
Anton merasa aneh mengapa suara pak supir bisa berubah eapun mengalihkan pandangannya ke Melisa.
__ADS_1
"kamu " Anton.
"Saya cuman bekerja, saya tak mau cari masalah". Melisa.
"Lok gitu cepet antar saya , saya gak mau telat". Anton.
Karna Melisa sudah pernah membawa mobil sewaktu mengantar barang, jadi Melisa tak kaku lagi kalau harus membawa Mobil baginya itu kecil.
Melisa mengendarai mobil dengan kecepatan sedang dan membuat nyaman sang penumpang, walau di bilang penumpangnya itu adalah orang yang menyebalkan.
"Kamu , jangan jangan kamu ya yang menyebarkan gosip lok kamu calon istriku" Anton mulai buka suara.
"Walaupun saya miskin tetapi bagi saya tak ada gunanya mengaku ngaku tunangan orang kaya". Melisa.
"La terus siapa yang menyebarkan foto pas waktu di rumah sakit". Anton.
Melisapun tiba tiba mengerem dan ingin memastikan bahwa yang di ucapkan Anto itu hoak, Ea membuka Fbnya karna beberapa hari ea tak membuka Fb, Yang ea buka hanya Yoututube dab Wa saja hanya untuk cetingan bersama teman temannya.
"Aku tak tau soal itu". Melisa eapun mulai jalan lagi dan mengantar Anton sampai tujuan.
__ADS_1