
"Masya Allah anak Ibu pagi pagi sudah rajin". Sambut Ibu Melisa.
"Iya dong Bu Melisa seneng Bu Melisa bisa bekerja di rumahnya Feliska". Melisa yang masih siap siap untuk membawa beberapa baju kerumah sahabat barunya itu.
Feliska memang baru di kenal oleh Melisa, tetapi keakraban mereka tak bisa diragukan, bagai sodara kandung yang saling mengasihi.
Ibu Melisa tersenyum melihat putri semata wayangnya itu sangat senang.
"Ibu berharap kamu hati hati ya disana". Pesan Ibu Melisa.
"Iya Bu ini Melisa bawa baju supaya Melisa bisa langsung mandi disana bu". Melisa.
"Ibu kira kamu mau nginep disana". Ibu Melisa.
"Enggak dong Bu mana mungkin Melisa bisa ninggalin Ibu, tapi kalo sekali kali nginep boleh kan Bu.
Ibu Melisa tersenyum sambil duduk di ranjang tempat tidur Melisa.
"Boleh tapi jangan yang aneh aneh disana". Ibu Melisa.
"Ok Ibu". Melisa mencium pipi Ibunya
__ADS_1
emmuach...
Melisa memang aneh tetapi ea tak pernah ingin menyakiti Ibunya, ea selalu membuat Ibunya bahagia walau terkadang membuat Ibu pusing tujuh keliling karna tingkahnya yang selalu aneh aneh.
Tetapi Melisa juga anak yang ulet dan rajin soal kerjaan ea gak malas dalam bekerja sehingga membuat teman temannya sangat suka karna ke uletannya Itu.
"Oh ya Bu tadi Melisa masak Bu ayok kita sarapan bareng". Ajak Melisa.
Ibunyapun mengikutinya dan sarapan bareng denganya.
"Oh ya Ibu ini tadi Melisa masak sepesial Buat Ibu, Melisa sengaja gak bangunin Ibu karna Melisa kasian sama Ibu". Melisa.
"Ibu tadi tau kok kamu masak". Ibu.
"Ibu lagi malas Ibu ingin kamu semua yang masak". Ibu Melisa.
"Ibu Melisa minta suap ". Rengek Melisa yang masih seperti anak kecil.
Ibu Melisapun menyuapin Melisa begitupun Melisa menyuapin Ibunya, mereka bahagia walau hidup serba pas pasan dan hanya tinggal berdua saja.
Dan akhirya mereka selesai makan Melisa mulai berpamitan dengan Ibunya untuk bekerja, Melisa bekerja menggunakan Motor kesayangannya itu dan membawa barang yang sudah di siapkan tadi.
__ADS_1
"Assala Mualaikum Ibu". Melisa melambaikan tangan dan terus pergi.
Melisapun pergi menuju Rumah Feliska, mencari Alamat yang sudah Feliska tadi pagi, di hati Melisa ada rasa senang dan ada rasa enggak, senangny Melisa sapet gaji doble gak senangnya Melisa bakal ketemu Tuan Anton setiap hari.
Ah masa bodo anggap saja aku tak mengenalnya yang penting aku bekerja dengan Mamanya Feliska bukan sama dia lagi.
-----------
Sementara Feliska beres beres di bagian kamar tamu, kamar itu khusus buat sahabatnya, Papa dan Mama Anton gak keberatan jika Melisa menginap atau tidaknya.
"Oh ya non sini Bibi bantu". Bibi sang asisten rumah tangga.
"Enggak Bik Feliska bisa sendiri kok kan Bibi capek Bibi istirahat aja dulu lagiankan cuman kamar ini aja". Ucap Feliska lembut hingga membuat sang Bibi betah jika harus bersamanya lain dengan Anton.
"Tapi Non itukan tugas bibi". Bibi.
"Gak usah Bi kan Bibi sudah capek nanti lok Bibi sakit Feliska gak ada yang masakin Feliska". Feliska.
"Oh ya Non kalau gitu Bibi kebelakang saja mau cuci piring soalnya tadi tuan sama nyonya habis sarapan". Bibi.
Feliskapun hannya mengangguk memberi tanda bahwa Feliska mengizinkan Bibi.
__ADS_1
Ayo gaes gimana ya kalau anton tau lok melisa bekerja di rumahnya ? Jangan lupa gae baca terus dan dukungannya ya gaes makasih.