
Karna keadaan Anton semakin kritis Orang tua Anton mencari setok donor darah di berbagai rumah sakit tetapi tak ketemu orang yang cocok untuk Anton.
Ya Allah harus bagai mana lagi hambamu ini, berikanlah kesembuhan untuk anakku Ya Allah.
Ayah Feliska sibuk menghubungi rumah sakit kerumah sakit tapi sangat nihil sekali. Setok darah golongan AB itu tidak ada.
Feliska yang tadinya santai kini menjadi sangat kawatir, tetapi bukan dengan keadaan Anton tetapi keadaan Ayah dan Mamanya.
"Mama sudah lah jangan cemas nanti Mama sakit." Feliska sambil memeluk Mamanya yang masih menangis.
"Bagaimana Mama gak sedih jika Abangmu masih terbaring di rumah sakit." Mama yang masik syok akan kondisi Anton.
Leon dan Melisa cukup memandang adegan yang sangat menyayat hati, mereka yang tadinya biasa biasa aja kini menjadi sangat terharu atas kejadian yang ada di depan mata.
pemandangan ini bisa membuat kita sadar bahwa kasih sayang orang tua itu sangat berarti.
"Mel kita pulang aja yok." Ajak Leon dengan menarik tangan Melisa.
__ADS_1
"Nanti dulu kita izin sama Mama sama Ayah Feliska dulu." Melisa menarik tangan Leon yang memegang tangannya.
"Iya habis izin kita pulangya?" Leon yang mengurungkan langkah kakinya .
"Ea." Melisa.
Saat Melisa ingin izin pulang dia mengurungkan niatnya untuk tak izin pulang, dia tak tega melihat kesedihan kedua orang tua tersebut.
"Bibi Paman Melisa mau kok jadi pendonor untuk Anto." Melisa mengatakan tanpa ada yang menghalangi, ibarat air tak ada yang membendung.
Sementara orang tua Anton senang sekali, apa yang menjadi keputusan Melisa mereka sangat bersyukur atas apa yang sudah di putuskan Melisa.
Feliskapun juga senang tetapi Feliska juga merasa bahwa keputusan yang diambil oleh Melisa adalah keputusan yang salah.
Aku tak ingin kau berkorban yang sangat berjiwa besar yaitu menolong abangku yang terbaring disana.
Orang tua Feliska senang karna Anton sudah mendapatkan seorang pendonor, sementara Leon tak senang dia khawatir atas keputusan yang diambil Melisa sangat membahayakan dirinya.
__ADS_1
"Mel apa kamu yakin apa yang kamu lakukan?" tanya Leon serius karna dia khawatir akan kesehatan Melisa.
"Ea aku yakin bukan karna dia tetapi karna ortunya. mereka baik dan sayang terhadap dia ." Melisa menujuk kearah Anton yang terbaring lemas.
"paman sama bibi janji nak akan memberi kamu imbalan." Mama Anton sambil memeluk Melisa. Melisa juga menyambut pelukan Mama Anton.
"Melisa gak butuh imbalan Bi asal anak Bibi itu sembuh Melisa seneng kok." Melisa.
Sementara Leon terlihat panik takut terjadi sesuatu terhadap kesehatan Melisa, Leon berusaha menelfon Ibu Melisa yang ada di rumah tanpa sepengetahuan Melisa, Leon menceritakan bahwa Melisa akan melakukan donor darah terhadap Anton.
Ibu Melisa panik. Dia tau walaupun putrinya itu berpenampilan seperti itu tapi dia itu baik, hatinya bersih seperti hati malaikat bahkan dia tak pernah menyakiti orang tanpa orang itu berbuat salah.
Melisa akhirnya menjalankab tes Alhamdulillah hasilnya sangat cocok buat Anton. Orang tua Anton sangat bersyukur .
Ibunya Melisa memasuki rumah sakit tersebut, berharap bisa menghentikan Tranfusi darah tersebut, tetapi semuanya terlambat karna Melisa sedang melakukannya.
jangan lupa gaes dukung terus kelanjutannya dukungan kalian yang ku harapkan salam semuanya.
__ADS_1