CINTA SI GADIS TOMBOY

CINTA SI GADIS TOMBOY
Menjenguk


__ADS_3

Keadaan Melisapun akhirnya sudah membaik tapi yang belum baik adalah Melisa tak di perbolehkan bekerja berat, Ibunya tak rela klau Melisa melakukan hal hal yang membahayakan dirinya apa lagi keadaannya sekarang yang belum 100 persen benar benar sehat. Melisa sangat jenuh sekali di perlakukan seperti seorang putri raja, gak boleh bekerja, gak boleh ini itu.


kapan aku bisa berbuat untuk kumpul lagi dengan teman teman, rasanya ingin sekali.


Padahal Melisa baru beberapa hari, bukan bulan dan bukan juga tahun.


Tak berapa lama teman teman Melisa datang, dengan membawakan makanan kesukaan Melisa yaitu Bakso Pak Joyo yang ada di pinggir jalan.


"Assalamualaikum." Temen temen Melisa.


"Walaikum salam." Jawab Melisa sangat senang, bahwa teman teman Melisa datang pada tepat waktu, dimana dia merindukan hal hal yang kocak yang perna di lakukannya.


"Mel dimana." Tanya Erik.


"Alhamdulillah baik." Melisa.


" wih ada yang galau tuh." Leon cengengesan.


" Bagaimana tak galau kalau kayak gini." Melisa mengeluh dengan teman temannya.

__ADS_1


"Wah ada yang di kurung nih." Ja'far.


"Bukan di kurung lagi, pokoknya semua gak boleh betek tau." Melisa cemberut seperti kerucut.


"Biasanya Lepas kini di penjara." Leon yang cengengesan.


"Ibu pokokny ngelarang sekali." Ibu Melisa yang berada di belakang menuju ke teman teman Melisa.


Temen temen Melisa cekikikan Melihat exspresi Melisa di tekuk seperti itu, seperti melihat sesuatu yang patut di lestarikan, sementara Melisa bertambah cemberut melihat teman temannya meledeknya, seperti tak ada hari yang bahagia selain penderitaann temannya.


"Lihat cuy teman kita bibirnya seperti ayam mau bertelur." Leon meledek sambil cengengesan.


"Kalian jangan gitu walau gitu dia pandai nerkam." Ja'far juga meledek.


"Ih apaan sih kalian." Melisa yang masih cemberut.


"Jangan jangan kepentok cinta Anton bro." Erik yang masih meledek.


Melisa langsung melempar bantal yang ada di sebelah Melisa, Melisa melempar bantar tersebut mengenai kepala Erik, dan membuat Erik sedikit terkejut.

__ADS_1


"Makan tu Cinta." Melisa sambil melempar bantal ke arah kepala Erik.


Melisa langsung meninggalkan teman temannya masuk kamar, dia sedikit kesal dengan apa yang di lakukan teman temannya. tetapi itu tak membuat teman temannya tersinggung bagi mereka itu adalah hal yang sangat biasa.


Setelah Melisa memasuki kamar Ibu Melisalah yang mengajak mereka ngobrol, Melisa mengintip di pintu kamarnya Ibunya ngobrol sama teman temannya, Ibu terlihat sangat bahagia, terlihat dari wajahnya. Melisapun terlihat senang melihat Ibunya bahagia.


Tak ada kebahagiaan yang lain ketika melihat ibuku bahagia, bahagia yang sesungguhnya yaitu adalah melihat Ibu tersenyum.


Dan tak berapa lama mereka ngobrol datanglah Feliska dan kedua orang tuanya, mereka membawa oleh oleh untuk Melisa dan Ibunya.


Ibu Melisa menyambutnya dengan ramah tanpa ada suatu amarah, bertambah rame rumah Melisa yang sederhana.


Kedua orang tua Anton menyerahkan sebuah amplop berisikan uang yang banyak, tetapi semua itu di tolak oleh Ibu dan Melisa.


Karna bagi Melisa menolong itu lebuh baik iklas dari pada harus minta imbalan.


"ini ada uang untuk keperluan Ibu dan Melisa." Mama Anton dengan menyerahkan sebuah Amplop yang ada di tas Mama Anton.


Melisapun akhir keluar dari kamar dan langsung menolak pemberian Mama Anton secara baik baik.

__ADS_1


__ADS_2