
Melisapun akhirnya meninggalkan Anton, ea masih kesal terhadap Anton, Feliska terus menggandeng dang membawa Melisa jauh dari Anton.
"Maafkan aku Fel, aku gak trima kalau ibuku di hina seperti itu, biar bagai mana Ibuku sangat berarti bagiku". Melisa.
"Aku tau Mel aku gak marahkok , lagian aku juga gak akur sama Abang Anton". Ujar Feliska seperti menyimpan sesuatu.
"La kok bisa? bukannya kalian kakak beradik?". Melisa.
"Ea kami setatus Kakak Beradik tetapi seperti bukan Abang Anton sama aku bersikap dingin tak pernah suka selalu marah marah". Feliska menceritakan sedikit uneg uneg yang selalu ada di benaknya.
"La kok bisa begitu". Melisa.
"Ea Kami dulu kecil bersama dan Bang Anton selalu sayang sama aku, dia baik, tetapi semenjak Papaku suruh dia kuliah ke luar kota Bang Anton jadi berubah, sering sekali marah marah dan selalu pergi pas dia udah pulang dari luar Negri". Felis bersedih dan masa lalu dia masih kecilpun teringat dalam benaknya.
Melisapun memeluk Feliska yang lagi bersedih.
Seandainya aku bisa membuat sahabatku itu tersenyum aku sangat bahagia, tetapi aku bingung harus bagaimana caranya.
"Oh ya Mel aku sangat berterimakasih terhadapmu, kamu mau jadi teman baikku". Feliska.
__ADS_1
"Ea aku juga terimakasih tapi sama kamu, karna kamu juga baik padaku". Melisa.
"Ohya Fel hari sudah semakin sore aku ma siap siap untuk pulang". Melisa.
"Kenapa gak nginep aja di sini aku gak keberatan kok". Feliska berharap kalau Melisa mau nginep di rumahnya yang super mewah itu.
"Lain kali aku nginep di rumah kamu tapi aku harus idzin sama Ibuku supaya aku di perbolehkan nginep di rumah kamu". Ujar Melisa.
"Ealah serah kamu aja". Feliska.
Melisapun akhirnya menuju kamar yang disiapkan oleh Feliska tadi pagi, ea mengambil handuk dan mandi lalu ea siap siap untuk pulang menuju rumahnya.
---------
"Halo Bro ". Anton.
"Halo Bro" Jawab Romi di kejauhan.
"Bisa ketemuan gak Bro?" Anton.
__ADS_1
"Bisa Bro tumben biasanya tak ada kabar". Romi.
"Sibuk aku Bro". Anton.
"Sibuk apaan, sibuk tapi kok cari keberadaan Erika". Romi.
Romi adalah temen Anton setia bedanya diantara mereka adalah Anton adala tipe setia, sedangkan Romi adalah tipe playboy besar, ea selalu ganti ganti perempuan , dan selalu keluar masuk kafe guna untuk mengasah perkututnya supaya tak gelisah.
"Coba Ton kayak aku hidup ini harus di nikmati ". Romi.
"Duit banyak harus di nikmati, pingin mobil bisa beli, Rumah mewah juga bisa, apalagi perempuan bisa di beli untuk kbutuhan tututku" Romi.
"Gilaloh, perempuan terus fikiranmu" Anton.
"Lah dari pada Lo mengharap perempuan tak jelas, setiap perempuan mana bisa dekat denganmu Ton lok lo kayak gitu". Romi.
"Ah aku tak perlu ceramahmu yang ku perlu aku pingin kita ketemu. Anton.
"Ok kita ketemu pat biasa". Romipun akhirnya memutuskan telfon dari Anton.
__ADS_1
Dan Antonpun akhirnya pergi dan eapun berpapasan oleh Melisa yang hendak pulang Melisa menganbil motor, sementara Anton mengambil Mobil mereka bertemu tapi tak saling negur keduanya masing masing tak ada suara yang menyapa kecuali pak Satpam .
Lanjut ya gaes gimana kisagnya dan perjalanan cinta dari keduanya. Dan di mohon bersabar nunggu kelanjutannya.