CINTA SI GADIS TOMBOY

CINTA SI GADIS TOMBOY
Semakin membaik


__ADS_3

Sudah 4 hari Anton di rawat di rumah sakit keadaannyapun suda semakin membaik. Tetapi Anton tak boleh berjalan dikarenakan lukanya yang belum sembuh.


Anton berjalan dengan menggunakan kursi roda, dia masih bingung dengan keadaannya yang dia tau adalah dia di hajar oleh dua preman, tetapi sekarang dia ada di rumah sakit.


Dia melihat kearah sana sini masih dalam bingung karna berada di rumah sakit sudah 4 hari, Mama dan Ayah Anton bersyukur dengan keadaan Anton yang semakin hari semakin membaik.


Ayah Anton menyuruh para anak buah Anton untuk menjaga Anton supaya kejadian tersebut tak terulang lagi.


"Ma Anton kok bisa ada disini?" Tanya Anton yang masih dalam kebimbangan.


Mamanya Antonpun menjelaskan apa yang terjadi terhadap Anton, tetapi Mama Anton tak menyebut Nama Melisa, karena Mama Anton tak pernah tau kalau Melisa adalah buronan Anton.


"Kamu terkena pukulan seseorang yang jahat sama kamu, untung teman teman kamu sangat baik." Jelas Mama Anton.


Anton mengira teman teman Anton adalah anak buahnya, karena selama ini anak buahnya yang ada dan menjadi teman dia.


Sementara Feliska hanya melihatnya saja tanpa tanya keadaannya, karena selama Anton pulang dari Jerman dia kurang komunikasi sedikitpun, boleh di bilang tak pernah sama sekalipun.

__ADS_1


Orang tua Antonpun ingin sekali melihat mereka berdua saling sayang dan mengasihi seperti dulu lagi.


 


Sementara Melisa sudah pulang keadaannyapun sudah semakin membaik, dirumah Melisa dilakukan seperti seorang putri Raja, Ibu Melisa melarangnya untuk melakukan kerja berat, semua yang dilakukan Melisa tidak di perbolehkan bahkan dari pekerjaan yang kecilpun Ibunya melarang.


Melisa orang yang tak mau diam di suruh anteng tetep aja susah, baginya seperti hidup di dalam penjara.


"Ah Bu Melisa bosan bu." Melisa masih membantah, dia tak mau di suruh anteng.


Tetapi Ibu Melisa tak kalah kekeh untuk Melarang Melisa untuk tak melakukan pekerjaan tersebut.


"Kali ini ibu mohon dengerkan ibu, kalau kamu masih sayang dengan Ibu." Ibu Melisa dengan nada sedikit menantang supaya kemauan Ibunya itu di di turuti Melisa, karena selama ini Melisa tak mau diam orangnya, ada aja yang dilakukannya.


"Ea Bu." Melisa menurut apa yang di minta Ibunya.


Rasanya ngin sekali aku cepet pulih kembali supaya aku bisa melakukan hal hal yang aku suka, kalau seperti ini terus aku bisa bisa seperti orang yang tak berdaya.

__ADS_1


Melisa hannya bisa memandang langit langit di pagi hari dan ponsel yang selalu ada di genggam tangannya.


Untuk menghilangkan rasa bosannya dia selalu menghubungi teman temannya lewat chat WA,


ting ting, nomor baru masuk di WA Melisa.


"Mel gimana keadaan kamu sekarang?" Melisa penasaran nomor yang baru masuk di membalasnya.


"Alhamdulillah baik, kamu siapa? dan tau nomor aku dari mana?" Tanya Melisa di WA tersebut. Terkirim.


Dan tak berapa lama kemudian WA itu masuk lagi.


ting ting " ini aku Feliska aku minta nomor kamu sama Mas Ja'far." Melisa tersenyum ketika membaca balasan tersebut.


"Ohhhh Aku kira siapa." Melisa. Terkirim


Balasanpun masuk lagi " Jangan lupa jaga kesehatan jangan terlalu banyak aktifitas dulu." Balasan Feliska.

__ADS_1


Tak ibu tak Feliska semua melarangku sungguh seperti bayi tua aja.


di tunngguya dukungan dari kalian. salam dari penulis.


__ADS_2