CINTA SI GADIS TOMBOY

CINTA SI GADIS TOMBOY
Khawatir sang Ibu.


__ADS_3

Melisapun tersadar dalam pingsannya ea merasa heran dengan dirinya yang berada di rumah sakit dengan memakai infus. Melisa melihat kearah kesana kemari bola matanya bergoyang kesana kemari.


Kenapa aku berada disini perasaan diriku tadi masih bekerja apa yang terjadi pada diriku tak biasanya aku seperti ini.


Antonpun memasuki ruangan Melisa dirawat dan memberikan obat Melisa dengan acuh.


"Ini obatmu jangan lupa di minum sesudah makan ". Anton menaruh obat tersebut diatas meja Melisa.


"Dan jangan lupa makan dulu sebelum minum obat nanti pihak rumah sakit yang mengantar makananmu". Anton sambil keluar.


Melisa masih terdiam sebab iya masih merasa pusing.


Dasar orang aneh.


-----------


Sementara temen temen Melisa datang menjenguk Melisa, mereka tahu bahwa Melisa di rumah sakit karna dari sebuah foto yang di unggah dari salah seorang anak buah Anton.


Mereka memasuki ruangan dimana Melisa dirawat, mereka masuk begitu saja tanpa sepengetahuan Anton.


"Mel kamu gak papa?" Leon yang langsung main serobot saja tanpa salam.


"Gak papa kok cuman pusing aja". Melisa yang masih memegang dahinya.


"Assalamualaikum". Ja'far dan Erik.


"Walaikum salam". Jawab Melisa tersenyum.


"Ih kalian apaansih". Leon

__ADS_1


"Le kalau orang mau masuk harus ucapkan salam jangan asal serobot" Erik.


"Eh kan khawatir bro jadi lupa". Leon.


"Kamumah lupa melulu tak pernah ingat". Erik.


"Yah namanya manusia bro". Leon.


"Manusia manusia masak mengucap salam lupa". Ja'far.


"Giliran Cewek gak lupa lu Le, apa lagi cantik aduhai tu mata tak berkedip". Erik.


"Itumah beda bro ". Leon.


Dan akhirnya seorang Suster memasuki ruangan di mana Melisadi rawat.


"Sini aku suapin". Ja'far yang perhatian terhadap Melisa tapi ea menganggap Melisa sudah seperti adiknya.


Melisapun memakan makanan yang di suapin oleh sahabatnya itu tetapi hanya sedikit sebab Melisa tak ada nafsu makan sama sekali.


"Hemz ada yang udah tunangan ni ya calon istri tuan Anton". Leon.


"Ohya ya aku lupa bahwa teman kita ini ada calon suami tanpa undang kita lagi, dia malu". Erik.


"Gawatnih bisa bisa aku di gebukin sama Anton lok dia tau aku nyuapin calon istinya". Ja'far.


Melisapun terkejut dan menyangkal bahwa teman temanya ini hanya meledek tanpa iya sadari penyebabnya.


"Ih apaan sih kalian siapa lagi yang tunangan sama cowok brengsek , arogan dan judes seperti itu amit amit deh ih". Melisa.

__ADS_1


Kata kata Melisa terdengar oleh Anton.


"Awas jodoh lo Mel". Leon.


"ih enggaklah aku gak mau". Melisa.


-------------


Ibu Melisa merasa khawatir akan keadaan Melisa Ibu Melisa baru tau bahwa Melisa masuk rumah sakit dari temannya yaitu Ja'far.


"Assalamualaikum ". Ibu Melisa.


"Walaikum salam Bu ". Melisa.


"Nah itukan apa kata Ibu kamu bandel kan sudah ibu bilang kalau kamu harus hati hati ". Ibu Melisa cemas.


"Melisa gak Papa Bu". Melisa.


"Lok gak papa gak mungkin masuk rumah sakit". Ibu Melisa.


Sementara Anton masih geram dengan apa yang Melisa ucapkan.


*Dasar gadis aneh bisa bisanya dia ngata ngatain aku


Anton memainka henfonnya* .


"Ibu tu gak rela kalau kamu sakit". Ibu Melisa sambil megusap kening Melisa yang gak basah.


"Ea ea buk Melisa minta maaf, tapi ini bukan kemauan Melisa Buk".

__ADS_1


__ADS_2