
Feliska menunjukkan tempat masak, tempat bumbu dapur serta yang lainnya.
"Ohya Mel ajarin biki kue ya". Pinta Feliska.
Melisapun langsung mau, "tapi Fel aku cuci piring itu dulu habis itu baru aku ajarin kamu bikin kue". Melisa.
"Ok aku tunggu nanti lok siap ajarin aku". Feliska.
"Ok Tuan Putri siap ". Melisa dengan tangan bergaya hormat seakan akan ea adalah pelayan sang putri.
"ah Lebay kamu". Feliska.
"Biar sikit tauk biar gak spanel lok kita terlalu serius entar gak ada hiburannya". Tutur Melisa.
"Boleh boleh lok gitu aku mau nonton". Feliska menuju arah ruang televisi menonton drama korea yang lagi hitzs.
Melisa langsung mengerjakan semua pekerjaan di dapur, dari cuci piring menata barang dapur dan membuang sampah yang sudah banyak sehingga membuat dapur menjadi kinclong bersih.
Barang barang di rumah Feliska bagus bagus lain di rumahku pasti ini mahal aku harus berhati hati nanti takut pecah, pokoknya ini mantep kali.
Melisa mengerjakannya dengan penuh hati hati karna takut jatuh dan pecah, semuanya ea kerjakan penuh dengan perasaan, sambil ea menyanyi dengan lagu yang sangat bagus.
Sementara Bibi yang gak tau Melisa bekerja disitu merasa aneh mendengar seseorang sedang menyanyi di dapur, Bibi berjalan pelan meng hampiri Melisa yang sedang menyanyi sambil mencuci piring.
__ADS_1
Aneh lok nyonya bukan tapi lok non Feliska tak mungkin non Feliskakan gak pernah menyanyi siapa ya kira kira, perasaan pas bibik masak untuk sarapan tadi gak ada orang apa hantu ihh, tapi gak mungkin ada hantu di siang bolong.
Bibik menghampiri Melisa dengan perlahan dan membuat keduanya kaget.
"Astagfirullah hal adzim". Melisa
Begitu pula dengan Bibi.
"Kamu siapa? tanya Bibi.
"Aku Melisa temen Feliska aku di suruh kerja di sini oleh tante". Tutur Melisa.
"Oh berarti kamu temen Bibik kerja". Bibik
"Bibik seneng akhirnya ada temen Bibik untuk ngobrol dan bareng". Bibik.
"Ea Bik tapi Melisa gak bisa kalau harus full Ibu Melisa di rumah sendirian". Melisa.
Feliska menghampiri Melisa yang sedang ngobrol dengan Bibi di dapur mereka berdua kelihatan asyik sekali.
"Mel udah siapkan?" Feliska.
"Ini udah siapkok lagi pula cuman sedikit". Melisa.
__ADS_1
Merekapun akhirnya membuat kue Melisa sebagai guru sedang Feliska sebagai murid, mereka membuat kue dengan logat bernyanyi dan sesekali memberi tepung ke wajah, Melisa memberi tepung ke wajah Feliska sementara Feliska juga memberi tepung ke wajah Melisa.
Sementara si Bibi undur diri mau membersihkan halaman dulu.
Mereka membuat kue sambil menyanyi dan canda sehingga membuat keduanya bahagia.
"Ma kok ada suara ketawa tawa di mana ya?". Papa.
"Itu anak perempuan kita Pa biarin saja". Mama.
"Oh kalau gitu Papa mau kedapur mau ambil minum". Papa membuat alasan supaya bisa melihat apa yang di lakukan putrinya itu.
Papapun akhrnya kedapur tercium aroma yang sangat enak sehingga membuat Papa ingin memakannya.
"Heh Papa " Feliska.
sementara Melisa terdiam karna belum terlalu kenal sama Papa Feliska.
"Papa mau ambil minum" Papa sambil menahan tawa keduanya yang terlihat mukanya penuh dengan tepung.
"Papa tunggu kuenya disana Papa pingin cicip". Papa.
"Nanti lok masak Feliska kasih buat Mama sama Papa". Feliska.
__ADS_1