
Karena anak buah Anton tak dapat memcari informasi tentan Melisa, Antonpun berusaha mencari sendiri tanpa adanya pengawal, Anton mencari info tentang Melisa dengan menggunakan mobil pribadinya yang terparkir di teras rumahnya. Gadis yang mengganggu ketenangannya gadis yang ingin ea hukum karena membuatnya malu.
Anton jarang menggunakan Mobil di karenakan kakinya yang sakit dia terpaksa membawa mobil.
di beberapa tempat dia cari tapi tak ketemu juga.
Dan tak lama dari itu Anton pergi ke Pabrik milik Ayahnya di bagian pemasaran, di situ juga tempat Melisa bekerja, Karena Melisa tidak ada di situ dan di situ juga tak ada yang berani berbicara kecuali seorang yang mengurus di bagian pemasaran.
"Eh Bos ." Sapa sang menejer.
"Bagaimana perkembangan disni?" Tanya Anton.
"Alhamdulillah baik bos." Sang menejer bicara sedikit nunduk untuk menghormati bosnya.
"Bagus, Saya mau istirahat." Anton.
"Baik Bos." sang menejerpun menyuruh anggota yang lain untuk membereskan tempat peristirahatan Bosnya yang terlihat masih bersih.
Antonpun masuk dan beristirahat. dia beristirahat dengan tenang tanpa ada gangguan, karena beberapa hari tak bisa beristirahat karena cidera yang dialaminya hingga dia susah tidur.
Melisa akhirnya kembali dengan Ja'far, ea memasuki ruangan dimana Anton sedang beristirahat.
Dan sebagian pegawai di situ memperingati.
__ADS_1
"Eh kalian, Bapak menejer tadi melarang kita masuk kesitu, ada Bos besar yang lagi beristirahat." kariawan tersebut dengan menujukkan ruangan yang akan mereka masuki.
Melisa dan Ja'farpun mengurungkan langkahnya menuju ruangan tersebut yang memang bersebelahan dengan kamar.
Mereka berdua menghadap kepada Bapak menjer tersebut, bapak Menejer juga memindahkan mereka keruangan yang ada di sebelah sananya lagi.
Melisa dan Ja'farpun akhirnya menuruti perintah sang menejer.
"Far kira kira Bos kita itu seperti apa ya?" Tanya Melisa yang bener gak tau jika Bos besarnya adalah Anton.
Begitu juga Anton yang tak tau Melisa yang dia cari ada di salah satu usaha orang tuanya.
Kemungkinan Anton beristirahat sekitar kurang lebih dua Jam, sudah terasa puas baginya diapun bergegas pulang dengan menggunakan Mobilnya.
"Mel ayok pulang." Ajak Ja'far.
"Ea nanti sebentar lagi." Melisa yang masih bekerja.
"udah itu besok lagi." Ja'far yang sudah memegang kontak motornya yang ea pakai.
"Ini nanggunglo." Melisa yang masih sibuk.
Ja'farpun akhirnya membantu Melisa yang masih sibuk bekerja.
__ADS_1
"Akhirnya selesai juga." Melisa sambil membenarkan rambutnya yang terlihat acak acakan.
"Ayok pulang." Ajak Ja'far yang kedua kali.
"Ayok." Melisa sambil memakai jaket levisnya yang ea gantung dan membenarkan masker pemberian Ja'far.
Akhirnya Ja'far dan Melisa pulang dengan memakai kendaraan sendiri sendiri.
Sementara Anton Mobilnya mogok di perjalanan dia sibuk mengutak atik mobilnya sendiri, sebab anak buah yang dia fon belum datang.
Pas Anton berhenti di pinggir jalan ada seseorang yang mempunyai dendam terhadapnya, mereka hendak mencelakai Anton.
"Woy sepertinya itu si Anton brengsek itu." Musuh Anton menunjuk ke Anton yang masih sibuk ngurus mobilnya.
"Sikat aja cuy, biar gak belagu." Musuh Anton yang lain.
Mereka berdua menghampiri Anton yang tangan dan kakinya di perban.
"Woy orang belagu." bentak kedua preman tersebut.
Antonpun terkejut melihatnya tanpa pikir panjang mereka langsung menghajar Anton yang masih terluka.
Ayo gaes dukung terus bagai mana kelanjutannya.
__ADS_1