CINTA SI GADIS TOMBOY

CINTA SI GADIS TOMBOY
Ditunggu.


__ADS_3

Keadaan Melisa lemas selepas melakukan donor darah, Ibu Melisa menunggu di ruang tunggu dia duduk disamping putrinya, yang lagi tebaring diatas tempat tidur beralas kasur busa yang hanya untu satu orang.


Teman teman Melisapun juga menemani Melisa, mereka terharu atas apa yang di lakukan oleh Melisa, Gadis tomboy berpakaian serba berbahan levis.


Feliskapun ikut bergabung dengan mereka, gadis cantik tersebut bisa membuat mereka seperti terhipnotis akan aura kecantikannya.


Feliska tersenyum mengembang kepada mereka, senyumnya itu membuat hati para lelaki tersebut terpesona, terlebih adalah Ja'far yang sudah terkena hipnotis dari pancaran wajah Feliska.


"Boleh ikut gabunggak?" tanya Feliska dengan lembut dan pancaran pesona di wajahnya.


"Boleh." Ja'far yang baru datang. Mata mata nakal memandang gadis yang ada di di depan mereka, tetapi walau mereka nakal mereka tak pernah sedikit menyakiti, mungkin cuman jahilnya saja.


Sementara Feliska yang masih terasa lemas sangat kesal dengan mereka, yang terlihat hidung belangnya jika melihat yang bening bening.


Dasar mata mata keranjang kalian takbisa melihat yang bening bening.

__ADS_1


Melisa yang sedang lemah begitu tak ada yang memperhatikan, tetapi mereka melihat Feliska langsung meleleh.


Feliskapun duduk di dekat Ja'far, dan berkrnalan dengan Erik.


" Kalian memang teman yang sangat sayang terhadap teman kalian." Feliska.


"Iya dong walaupun kami tampang seperti ini kami sayang ma teman kami." Leon .


"prekitik." Melisa.


"Ih kok gak percaya buktinya kami selalu kerja sama." Leon yang bercanda.


Sementara Anton yang tadinya kritis kini beransur membaik, kedua orang tuanyapun sedikit lega.


Mereka bahagia melihat anak laki lakinya kini beransur membaik.

__ADS_1


kedua orang tua Antonpun sengaja untuk melihat keadaan Melisa. Mereka menjenguk Melisa dengan membawa suatu imbalan tanda terimakasih mereka terhadap Melisa, tetapi sayangnya semua itu tak berarti bagi Melisa, Melisa tak mengharapkan suatu imbalan, karena baginya dia menolong dengan iklas tak mengharapkan suatu harapan suatu imbalan bahkan apapun itu, Melisa mengembalikan lagi imbalan yang di beri orang tua Anton.


Aku tak mengharap suatu imbalan sedikitpun yang ku harap cuman satu yaitu mendapat berkah dari Allah SWT.


Kedua orang tua Anton sangat bersyukur ternyata orang yang menolong Anton adlah orang yang sangat baik, lembut bahkan sopan juga, penampilan mungkin tak menjadi semua alasan untuk seseorang berbuat baik.


Mamanya Anton mengecup kening Melisa. " Bibi hanya bisa mengucapkan terimakasih terhadapmu Nak, kalau tak ada kamu mungkin anak Bibi takkan bisa tertolong, hanya itu yang bisa Bibi lakukan." Mama Anton sembari mencium kening Melisa.


" Melisa iklas Bi Melisa tak mengharap suatu imbalan." Melisa dengan memandang Mama Anton dengan keadaan mata masih sedikit sayup.


Manya Antonpun juga berterima kasih terhadap Ibu Melisa karna dia merasa bahwa Ibu Melisa tak sia sia membesarkan Melisa sendiri.


Ibu bangga nak terhadap mu walau kamu sedikit bandel tapi hatimu bwgitu baik, kamulah anak ibu satu satunya yang ibu sangat sayang.


Begitu juga teman teman Melisa yang merasa sangat bangga sekali terhadap pengorbanan Melisa, yang awalnya mereka kurang suka Melisa memberi pertolongan terhadap Anton kini mereka tau membuat orang bahagia itu adalah sumber kebahagian bagi kita juga.

__ADS_1


"Oh ya Mel aku juga sangat senang bisa kenal kamu." Feliska memeluk Melisa dengan penuh kasih sayang.


Ayo gaeas dukung terus bagai mana kelanjutannya. Semoga saja gak ada yang bosen dengan ceritaku ini.


__ADS_2