
"Saya gak suka ngaku ngaku kalau semua itu bukan hak saya, lagi pula apa pentingnya jika saya ngaku ngaku tunangan tuan, bagi saya itu gak penting sama sekali, lebih baik saya bekerja dari pada saya harus menngaku ngaku hal seperti itu". Melisa.
Antonpun merasa heran banyak cewek yang ingin dekat dengannya bahkan tak sedikit dari mereka yang ingin mendapatkan perhatiannya, kali ini Anton merasa beda bahkan aneh dengan seorang cewek yang menurutnya itu seperti singa, bila dia di ganggu bisa mengamuk bahkan bisa saja ea menghajarnya habis habisan.
Dan taklama perjalanan ternyata antri macet karena ada sebuah kecelakaan di depan, sebuah Bus tabrakan dengan sebuah mobil puso sehingga membuat kemacetan yang panjang.
Antonpun panik karena meetingnya hari ini sangat penting karna ea takut telat dan dari beberapa kelayennya itu marah karna keterlambatannya.
Antonpun akhirnya memutuskan untuk menghubungi Romi agar menjemputnya.
"Halo Bro tolong jemput aku di Jalan merdeka disini macet". Anton.
"Ok Bro nanti aku jemput". Romi.
Selang tak lama kemudian Romi muncul dengan membawa motor Ninja keluaran terbaru.
Antonpun meninggalkan Melisa di dalam kemacetan , Anton juga tak menyadari bahwa berkas pentingnya itu ketinggalan di dalam mobil tanpa ea ketahui.
__ADS_1
Romi membawa Anton dengan kecepatan yang tinggi menghindari beberapa mobil yang ada.
"Gila lo Rom , lok mau mati jangan bawa bawa gue". Anton.
"Udah jangan brisik bukankah kamu seorang pembalap bro , pembalap kok penakut". Romi.
"Bukan itu bukan ini bukan soal balapan begok". Anton.
"Balapan bukan balapan itumah masa bodoh yang penting nyampai". Romi.
"Kalau kayak gini aku bisa berantakan penampilan ku malu di depan para infestor nanti bodoh" . Anton kesal karna sahabatnya itu tak mau dengerin dia, Romi makin menambah kecepatannya membawa Motor.
-------
Sementara Melisa masih menunggu kemacetan tersebut ea , dan di dalam kemacetan ada seorang anak yang sangat kumuh dan prihatin baginya, anak itu menjual makanan yang berupa pisang goreng.
"Kak pisangnya Kak" Sang Anak.
__ADS_1
Melisapun membelinya, eapun memberikan uang Rp 50000 .
"Kak minta uang pas aja kak". Sang anak.
" Gak papa itu buat adek aja moga berkah ya dek". Melisa .
" Makasih kak kebetulan saya dan adik saya belum makan bisa untuk beli makan". Sang anak.
"emang Ibu kamu dimana dek kok kamu cari makan sendiri?" Melisa.
"Ibu saya meninggal Kak saya cuman sama adik saya , kami cuman bekerja inikak buat kami makan biar bisa makan.
Melisa sangat terharu melihat kepolosan sang anak , ea bersyukur masih di kasih ibu lain dengan anak itu.
kurang lebih setengah jam macet dari adanya Anton sampai ini.
Dan ketika Melisa hendak memutar balik mobilnya ea menemukan sebuah Map yang berisi kertas kertas penting.
__ADS_1
Melisapun merasa enggan untuk mengantarkan Map merah tersebut, tetapi jika ea tak mengantarkan sama saja ea juga menyakiti Ibunya yang sangat baik padanya.
Lebih baik aku antar dari siapa tau ini berkas penting, aku memang benci terhadapnya tetapi aku tidak boleh dendam terhadapnya.