
Perlombaanpun akhirnya sudah batas akhir, Dimana yang menang harus melawan yang menang. Suasana menjadi semakin tegang dimana diantara mereka harus melawan seorang Pembalap yang sudah masuk Go Internasional. Selain dia seorang pembalap dia adalah seorang pemimpin perusahaan Kawasaki, tak heran jika dia adala penahluk Wanita wanita cantik. Banyak wanita tergila gila padanya sebab selain dia tampan dia juga kaya raya. Sebut saja Namanya Anton Wijaya Kusuma. Pakaian yang di kenakan dan Motor yang dia pakek terlihat seorang pembalab yang handal.
"Mantap bro kalau lawannya yang seperti itu pasti kalah bro." Leon.
"Ea Bro gak bisa menang mereka mereka Bro." Erik.
Dari kalangan Cewek cewek banyak yang terkagum kagum terhadap Anton sebab kerupawannya.
"Anton, Anton, Anton." Para penonton banyak yang memberi dukungan untuknya terlebih dari Kaum Hawa.
"Belum di coba, siapa tau entar kalah." Melisa yang masih meminum minumannya.
"Gak mungkin Mel diakan Pembalab Go internasional pasti menanglah." Leon.
"Ea Le cara dia berpakaian dan Motor yang dia kenakan aja udah beda Bro." Erik.
"ah masa bodo ah." Dengus Melisa.
Perlombaanpun di mulai bener saja motor Anton melesat ada di bagian paling depan, tak ada yang menandinginya, semua berada di bagian belakang, semua yang menyaksikan sampai terheran heran termasuk Erik dan Leon.
__ADS_1
"Mantep Bro." Leon menggelengkan kepala.
"Bener bro." Erik juga ikut terheran heran.
Lain Melisa yang memandangnya hanya biasa saja, bagi dia semua itu hanyalah sebatas perlombaan tak ada yang lebih.
Semua manusia mempunyai kelebihan dan kemampuan masing masin pada hakekatnya Manusia itu Pintar dengan sesuatu kelebihan yang dia miliki tersendiri.
"Bener bener mantep pokoknya Le." Erik.
"Ea Rik coba kita bisa kayak gitu pasti cewek cewek cantik pada mendekat bro sama kita klepek klepek gitu." Leon mulai menghayal, hayalan yang tak jelas.
"Bener tu Mel". Erikpun langsung cengengesan hehehehehe.
Leonpun langsung terdiam dengan raut muka masem seakan akan ingik meremas sesuatu.
Untung saja kalian teman gue lok bukan udah ku buat kalian seperti perkedel buatan Mama ku.
---------
__ADS_1
Sementara itu Ja'far masih bersama Feliska mereka mengobrol dan bercanda, yang mulanya Feliska malu malu kini ea sudah bisa terbuka .
"Hemz ohya Mas makasih ya minum ma cemilannya Feliska hampir lupa." Feliska.
"Ea gak papa kok." Ujar Ja'far.
"Oh ya Mas Melisa itu temen Mas sejak kapan?" Feliska mulai basa basi.
"Melisa temen Mas pas waktu SMA." Ja'far.
Kamu begitu sempurna biarlah hatiku terisi Namamu , Walau hanya sebuah rasa terpendam karna ku ingin kau tau bahwa aku suka padamu, pada sikapmu, Tutur katamu ,bahkan kecantikanmu yang selalu terngiang dan terbayang bayang.
---------
Pertandinganpun selesai, jelas saja pertandingan tersebut di menangkan Anton. Tetapi sayang kemenangannya membuat dia sombong. kepandaianya dalam Balap Motor menjadikan dia sangat Sombong, wajahnya yang tampan tapi lain hatinya. Dia menantang semuanya jika ada yang mengalahkam dirinya dia akan memberi hadiah senilai Rp 5 juta. Tetapi semuanya terdiam karna mereka tau selain Anton pintar dalam balap Motor, orang tua Anton juga termasuk orang yang paling di segani.
Melisa geram atas ucapan Anton ingin sekali dia memberi pelajaran terhadap orang sombong itu.
Kesombongan takkan terustusan dia atas ingat diatas langit masih ada langit.
__ADS_1